Bukan Sekadar Kapal! Kerja Sama RI-Rusia Ini Disebut Bawa Peluang Investasi dan Teknologi Baru

Indonesia dan Rusia memperkuat kerja sama maritim melalui industri perkapalan dengan fokus pada peluang investasi, alih teknologi, dan produksi kapal bersama.

Bukan Sekadar Kapal! Kerja Sama RI-Rusia Ini Disebut Bawa Peluang Investasi dan Teknologi Baru

Pembahasan tersebut berlangsung dalam forum Building an Indonesia-Russia Shipbuilding Partnership: Developing Maritime Industrial Cooperation for Indonesia, Russia and the ASEAN Market di ajang INNOPROM 2026, Yekaterinburg, Rusia.

Pertemuan itu mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara. Mereka membahas langkah untuk meningkatkan kemampuan industri kapal nasional sekaligus membuka akses pasar ASEAN. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

RI Bidik Teknologi Kapal dari Rusia

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut Rusia memiliki teknologi yang dapat membantu penguatan sektor maritim nasional.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya fokus pada pembuatan kapal. Pemerintah juga membidik investasi, pengembangan tenaga kerja, serta penguasaan teknologi baru. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan daya saing produsen kapal dalam negeri.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Kebutuhan Kapal Indonesia Terus Meningkat

Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan dukungan transportasi laut yang kuat. Lebih dari 17 ribu pulau membutuhkan konektivitas agar aktivitas ekonomi berjalan lancar.

Kapal memiliki peran penting dalam pengiriman barang, transportasi antarpulau, sektor perikanan, hingga kegiatan energi lepas pantai. Kondisi tersebut membuat pengembangan industri perkapalan menjadi salah satu perhatian pemerintah.

Baca Juga: KPK Ungkap Fakta Baru! Aliran Dana Rp100 Juta ke Gus Miftah Terkuak dalam Kasus Proyek Kereta Api

Rusia Tawarkan Pengalaman Maritim Puluhan Tahun

Rusia memiliki pengalaman panjang dalam membangun berbagai jenis kapal. Negara tersebut mengembangkan kapal niaga, sistem propulsi, hingga teknologi rekayasa kelautan.

Kemampuan itu menjadi alasan Indonesia melihat Rusia sebagai mitra potensial. Kedua negara memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi. Indonesia memiliki pasar besar dan kapasitas produksi yang terus tumbuh. Sementara Rusia membawa teknologi serta pengalaman teknis dalam bidang perkapalan.

Berbagai Proyek Kapal Mulai Jadi Pembahasan

Dalam forum tersebut, kedua pihak membicarakan sejumlah peluang pengembangan kapal. Pembahasannya mencakup kapal penumpang, kapal feri, kapal logistik, dan kapal perikanan. Selain itu, kedua negara juga melihat peluang produksi kapal patroli dan kapal pendukung kegiatan lepas pantai.

Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong pertumbuhan komponen kapal lokal. Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam rencana tersebut.

Langkah Baru Perkuat Posisi Maritim Indonesia

Kerja sama Indonesia dan Rusia ini melanjutkan kesepakatan MoU perkapalan yang ditandatangani pada Desember 2025. Kesepakatan tersebut membuka peluang pengembangan teknologi maritim, investasi, dan peningkatan kemampuan tenaga kerja.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin RI Tri Supondy mengatakan kedua negara memiliki potensi besar untuk membangun sektor kapal yang lebih kuat. Indonesia menawarkan pasar yang luas, sedangkan Rusia memiliki teknologi dan pengalaman dalam pembangunan kapal.

Pemerintah juga melihat peluang lebih besar setelah Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) berjalan. Perjanjian tersebut dapat memperluas hubungan dagang dan investasi.

Melalui kemitraan ini, Indonesia ingin mempercepat perkembangan industri maritim. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur kapal di kawasan ASEAN.

Similar Posts