Geger! Bos Mossad Pecat 2 Intel Senior Usai Misi Gulingkan Rezim Iran Gagal
Direktur Mossad Roman Gofman mencopot dua pejabat senior intelijen Israel setelah rencana menggulingkan rezim Iran gagal, memicu sorotan dunia.
Kabar tersebut langsung memicu perhatian internasional karena melibatkan hubungan Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang selama ini berada dalam situasi penuh ketegangan. Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan penjelasan resmi mengenai keputusan tersebut. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.
Dua Pejabat Senior Mossad Dicopot dari Jabatan
Channel 12 melaporkan Roman Gofman memberhentikan dua pejabat penting di lingkungan Mossad. Kedua pejabat itu memimpin direktorat intelijen yang baru beberapa bulan mereka jalankan serta divisi khusus yang menangani urusan Iran.
Media Israel tersebut belum mengungkap identitas kedua pejabat itu. Namun, laporan menyebut keputusan Gofman berkaitan dengan evaluasi strategi intelijen Israel dalam menghadapi Iran.
Sejumlah sumber keamanan Israel mengatakan hubungan Gofman dengan kedua pejabat tersebut sudah mengalami ketegangan sejak awal. Kondisi itu kemudian mendorong perubahan dalam struktur kepemimpinan Mossad.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Rencana Mengguncang Iran Disebut Tidak Berjalan
Laporan Channel 12 menyebut Mossad bersama Amerika Serikat pernah membahas rencana untuk mendorong gerakan internal yang menentang pemerintah Iran. Strategi tersebut juga mencakup dukungan terhadap kelompok oposisi dengan perlindungan operasi militer gabungan Israel dan AS.
Namun, rencana tersebut tidak berkembang menjadi operasi nyata. Sejumlah penilaian menyebut pihak terkait menghentikan pembahasan karena strategi tersebut belum mencapai tahap pelaksanaan.
Kondisi itu membuat pimpinan Mossad melakukan evaluasi terhadap pihak-pihak yang ikut menyusun rencana tersebut. Evaluasi itu kemudian berujung pada pencopotan dua pejabat senior.
Baca Juga:Â Geger! Iran Ultimatum Negara Arab, Bantu AS Maka Teluk Terancam Membara
Mossad Ubah Strategi Menghadapi Ancaman Iran
Pergantian pejabat tersebut menjadi bagian dari perubahan besar dalam tubuh Mossad. Roman Gofman disebut ingin memperbarui struktur organisasi dan menentukan kembali prioritas utama badan intelijen Israel.
Iran tetap menjadi salah satu perhatian utama Israel dalam bidang keamanan. Karena itu, Mossad terus mengembangkan berbagai strategi untuk menghadapi perkembangan politik dan militer di kawasan Timur Tengah.
Channel 12 juga menyebut sejumlah pihak sempat membahas skenario perubahan kepemimpinan Iran. Namun, pembahasan tersebut berhenti sebelum memasuki tahap lanjutan.
Israel Belum Beri Pernyataan Resmi
Pemerintah Israel dan pihak Mossad belum menyampaikan komentar terkait kabar pencopotan dua pejabat senior tersebut. Keheningan itu membuat berbagai spekulasi muncul di media internasional.
Sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pernah menyampaikan bahwa upaya mengganti pemerintahan Iran bukan perkara mudah. Ia menyebut tidak ada kepastian bahwa perubahan rezim dapat terjadi dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut kembali menjadi perhatian setelah muncul laporan mengenai perubahan internal di tubuh Mossad.
Ketegangan Iran dan Israel Masih Memanas
Hubungan Iran dan Israel terus mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir. Konflik kedua negara juga melibatkan Amerika Serikat yang memiliki kepentingan besar di kawasan Timur Tengah.
Washington dan Teheran sempat membuka jalur perundingan untuk mencari solusi diplomatik. Namun, kedua negara masih menghadapi perbedaan pandangan mengenai sejumlah isu penting.
Situasi kembali memanas setelah berbagai serangan dan aksi balasan terjadi di kawasan tersebut. Di tengah kondisi itu, laporan mengenai pencopotan dua pejabat Mossad menunjukkan bahwa Israel sedang mengevaluasi langkah strategisnya dalam menghadapi Iran.
