Mengungkap Alasan Hotman Paris Ambil Kasus Nadiem Makarim
Hotman Paris Hutapea, pengacara kondang Indonesia, mengambil kasus Nadiem Makarim terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook karena meyakini bahwa kliennya tidak bersalah.

Kejaksaan Agung telah menetapkan Nadiem sebagai tersangka dalam kasus pengadaan laptop ini. Hotman Paris menyatakan bahwa alasannya mengambil kasus ini didasarkan pada temuan yang menunjukkan tidak adanya aliran dana sepeser pun ke kantong Nadiem Makarim.
Ia bahkan menyamakan kasus Nadiem dengan kasus mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, yang juga tidak terbukti menerima uang. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran VIEWNEWZ.
Kesamaan Dengan Kasus Thomas Lembong
Baca Juga: Cek Fakta Kasus Korupsi PT Antam Capai RP 5,9 Quadriliun, Benar atau Tidak?
Kejanggalan Penetapan Tersangka dan Waktu

Kejanggalan penetapan tersangka Nadiem Makarim muncul terkait waktu dan prosedur yang dijalankan oleh Kejaksaan Agung. Penetapan ini dilakukan pada 4 September 2025, setelah Nadiem beberapa kali dipanggil dan diperiksa sebagai saksi.
Hotman Paris, selaku kuasa hukum, menyoroti bahwa keputusan menetapkan Nadiem sebagai tersangka terjadi pada saat situasi politik relatif kondusif dan tanpa adanya tekanan publik berupa demonstrasi besar.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai urgensi penetapan tersangka yang mendadak. Sehingga menimbulkan persepsi publik bahwa langkah tersebut bisa dilakukan tanpa adanya dasar tekanan nyata dari masyarakat atau media.
Selain itu, proses penetapan tersangka dinilai tergesa-gesa karena Nadiem sebelumnya telah kooperatif dalam pemeriksaan. Memberikan semua dokumen yang diminta penyidik, dan tidak ada indikasi upaya penghindaran hukum.
Kejaksaan Agung menyebut bukti yang ada sudah cukup. Namun Hotman Paris menekankan bahwa bukti tersebut tidak membuktikan adanya aliran dana atau keuntungan pribadi bagi Nadiem.
Kejanggalan waktu ini menjadi salah satu poin utama dalam strategi pembelaan Hotman, yang menekankan perlunya transparansi dan alasan hukum yang jelas agar publik tidak menilai proses penegakan hukum menjadi sewenang-wenang.
Strategi Hukum yang Diterapkan
Dalam membela Nadiem Makarim, Hotman Paris menerapkan strategi hukum yang fokus pada pembuktian bahwa kliennya tidak menerima aliran dana dari proyek tersebut.
Ia juga berencana untuk mengajukan praperadilan jika proses hukum terhadap Nadiem dinilai tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Hotman berharap agar kliennya mendapatkan keadilan dan proses hukum berjalan dengan transparan dan objektif.
Alasan Hotman Paris Ambil Kasus Nadiem Makarim
Hotman Paris mengambil kasus Nadiem Makarim karena yakin bahwa kliennya tidak bersalah dalam dugaan korupsi pengadaan Chromebook. Menurut Hotman, tidak ada satu sen pun aliran dana dari proyek tersebut yang masuk ke kantong Nadiem.
Ia menekankan bahwa penetapan tersangka terhadap Nadiem dilakukan meskipun bukti yang ada belum menunjukkan keterlibatan langsung dalam keuntungan pribadi. Hotman melihat kasus ini sebagai persoalan hukum yang membutuhkan pembelaan kuat untuk memastikan proses hukum berjalan adil dan transparan.
Selain itu, Hotman Paris menilai bahwa tuduhan yang mengaitkan Nadiem dengan pihak-pihak seperti Google atau investor lainnya bersifat tidak relevan, karena investasi tersebut merupakan bagian dari bisnis Gojek sebelum Nadiem menjabat sebagai menteri.
Hotman ingin memastikan bahwa fakta ini jelas di mata publik. Sehingga tuduhan yang menimbulkan persepsi negatif terhadap Nadiem dapat diklarifikasi. Dengan mengambil kasus ini. Hotman berkomitmen untuk membela hak hukum kliennya dan membuktikan bahwa Nadiem bertindak sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.
- Gambar Pertama dari medan.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari www.konteks.co.id

