Topan Kalmaegi Landa Vietnam, Lima Korban Dilaporkan Meninggal

Topan Kalmaegi kembali menunjukkan kekuatan destruktifnya, menghantam pesisir Vietnam dengan dahsyat setelah sebelumnya meluluhlantakkan Filipina.

Topan Kalmaegi Landa Vietnam, Lima Korban Dilaporkan Meninggal

Badai ini telah meninggalkan jejak kehancuran, menewaskan sejumlah orang dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah. Saat Vietnam berjuang memulihkan diri, ancaman topan baru, Fung-wong, sudah membayangi Filipina, memicu kekhawatiran akan bencana berulang.

Berikut ini VIEWNEWZ akan mengulas dampak mengerikan Topan Kalmaegi di kedua negara serta upaya mitigasi yang dilakukan.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Topan Kalmaegi Mengganas

​Topan Kalmaegi menorehkan luka mendalam di Asia Tenggara, menewaskan setidaknya lima orang di Vietnam dan 188 jiwa di Filipina.​ Badai tropis ini membawa angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi, menyebabkan kerusakan masif di berbagai wilayah. Kehilangan nyawa dan harta benda menjadi pemandangan pilu yang menyertai setiap pergerakan Kalmaegi.

Di Vietnam, bencana ini menghantam wilayah pesisir pada Jumat, 7 November, mengakibatkan bangunan roboh, tiang listrik tumbang, dan ribuan rumah rusak. Sekitar 1,3 juta penduduk terpaksa hidup tanpa aliran listrik, menambah derita di tengah pemulihan pasca-badai.

Filipina bahkan telah mengumumkan keadaan darurat nasional akibat dampak mematikan Kalmaegi. Badai ini menjadi bencana alam paling mematikan bagi negara tersebut tahun ini. Hingga kini, ratusan orang tewas dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Jejak Kerusakan Kalmaegi di Vietnam

Setelah menerjang daratan Vietnam tengah pada Kamis malam, Topan Kalmaegi menyebabkan pepohonan bertumbangan, merusak rumah-rumah, dan memicu pemadaman listrik yang meluas. Gelombang setinggi tiga meter menerjang kota-kota pesisir seperti Danang, meninggalkan kehancuran di sepanjang garis pantai.

Provinsi Dak Lak turut merasakan keganasan angin kencang yang merobohkan pepohonan, sementara di Quy Nhon, pemadaman listrik berlangsung berjam-jam. Tiga nelayan dilaporkan hilang di Ly Son setelah perahu mereka dihantam ombak kuat, menambah daftar korban hilang.

Pihak berwenang Vietnam telah mengevakuasi lebih dari 537.000 orang, banyak di antaranya menggunakan perahu, demi keselamatan mereka. Peringatan dini tentang kemungkinan hujan deras hingga 200 mm dan risiko banjir bandang serta tanah longsor di provinsi-provinsi tengah terus disampaikan.

Baca Juga: MPR Bahas Strategi Memperkuat Otonomi Daerah

Filipina Menjelang Badai Berikutnya

Topan Kalmaegi Landa Vietnam, Lima Korban Dilaporkan Meninggal

Sementara Filipina masih berduka dan berjuang memulihkan diri dari amukan Kalmaegi, ancaman badai berikutnya, Topan Fung-wong (dikenal sebagai Uwan di Filipina), semakin mendekat. Fung-wong dilaporkan menguat saat bergerak melintasi Samudra Pasifik menuju Filipina.

Para ahli prakiraan cuaca memperkirakan Fung-wong dapat tumbuh hingga berdiameter 1.400 km sebelum mencapai daratan di Provinsi Aurora utara atau wilayah sekitarnya. Kekhawatiran terbesar adalah potensi badai ini menghantam daerah padat penduduk di sekitar ibu kota, Manila.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah menyatakan “keadaan bencana nasional” untuk mempercepat pencairan dana darurat dan mencegah penimbunan atau lonjakan harga pangan. Langkah ini diambil untuk memastikan persiapan menghadapi ancaman Fung-wong, yang bisa menjadi bencana berikutnya.

Keteguhan Menghadapi Bencana

Evakuasi besar-besaran telah dilakukan di Filipina sebagai respons terhadap Topan Kalmaegi, dengan lebih dari 560.000 penduduk desa dipindahkan. Hampir 450.000 orang ditempatkan di tempat penampungan darurat, menunjukkan skala mobilisasi yang luar biasa.

Presiden Marcos Jr. dijadwalkan mengunjungi Cebu, provinsi yang paling parah terkena dampak Kalmaegi, di mana 139 orang tewas dan 79 lainnya hilang. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bantuan dan dukungan pemerintah tersalurkan dengan baik.

Di tengah duka yang mendalam, seperti kisah Krizza Espra yang kehilangan suami dan tiga anaknya, semangat untuk bangkit terus menyala. Deklarasi keadaan darurat nasional menjadi langkah krusial untuk menggerakkan seluruh sumber daya dalam upaya pemulihan dan persiapan menghadapi ancaman badai yang akan datang.

Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari metrotvnews.com
  • Gambar Kedua dari metrotvnews.com

Similar Posts