Trump, Iran Akan Bodoh Jika Tak Setujui Kesepakatan Nuklir

Donald Trump menegaskan bahwa Iran akan “bodoh” jika menolak kesepakatan nuklir, di tengah ketegangan dan spekulasi negosiasi mendatang.

Donald Trump menegaskan bahwa Iran akan “bodoh” jika menolak kesepakatan nuklir

Mantan Presiden AS, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait Iran. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan nuklir dan akan “bodoh” jika tidak melakukannya, muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut serta spekulasi negosiasi di masa depan.

Dapatkan berbagai berita menarik dari dalam dan luar negeri yang inspiratif dan bermanfaat, hanya di VIEWNEWZ, sumber wawasan terpercaya!

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Keyakinan Trump Atas Niat Iran

Donald Trump secara gamblang menyatakan pandangannya bahwa Iran memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikannya dalam wawancara dengan Larry Kudlow dari Fox Business. Keyakinan Trump didasarkan pada dinamika geopolitik dan tekanan yang dihadapi Iran.

Trump bahkan melangkah lebih jauh dengan menyebut Iran akan “bodoh” jika tidak menyetujui kesepakatan tersebut. Ancaman implisit ini menunjukkan strategi negosiasinya yang keras, yang sering ia terapkan selama masa jabatannya sebagai presiden. Ia percaya bahwa Iran tidak punya pilihan lain yang lebih baik.

Pernyataan ini muncul di tengah laporan mengenai pergerakan armada besar AS menuju Iran. Hal ini dapat diinterpretasikan sebagai upaya Trump untuk menunjukkan kekuatan dan menekan Iran agar lebih bersedia bernegosiasi.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Ancaman Dan Peringatan Keras

Dalam wawancara tersebut, Trump mengklaim bahwa AS telah berhasil melumpuhkan kekuatan nuklir Iran sebelumnya. Ia merujuk pada kebijakan “tekanan maksimum” yang ia terapkan selama menjadi presiden, yang bertujuan membatasi program nuklir dan rudal Iran.

Trump juga memberikan ancaman lebih lanjut, dengan menyatakan bahwa AS “harus melihat apakah kita akan melumpuhkan lebih banyak lagi kali ini.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa AS siap mengambil tindakan lebih tegas jika Iran tidak mau berkompromi dalam perundingan nuklir.

Meskipun demikian, Trump kembali menegaskan bahwa Iran ingin membuat kesepakatan, namun ia menekankan bahwa kesepakatan itu harus “kesepakatan yang baik.” Ini berarti AS akan menuntut persyaratan yang ketat, termasuk pembatasan penuh pada senjata nuklir dan rudal Iran.

Baca Juga: 

Persyaratan Kesepakatan Yang ‘Baik’

 Persyaratan Kesepakatan Yang 'Baik'

Menurut Trump, kesepakatan nuklir yang “baik” harus mencakup poin-poin krusial. Ia secara spesifik menyebut “tidak ada senjata nuklir, tidak ada rudal, tidak ada ini, tidak ada itu, semua hal berbeda yang Anda inginkan.” Ini mencerminkan tuntutan AS yang komprehensif terhadap program nuklir dan militer Iran.

Persyaratan ini menunjukkan bahwa AS tidak hanya ingin menghentikan pengembangan senjata nuklir Iran, tetapi juga membatasi kemampuan rudal balistiknya. Hal ini seringkali menjadi titik perdebatan utama dalam negosiasi sebelumnya dengan Iran.

Tuntutan “semua hal berbeda yang Anda inginkan” mengisyaratkan bahwa daftar persyaratan AS mungkin jauh lebih panjang. Ini menunjukkan bahwa kesepakatan yang diharapkan Trump adalah yang sangat membatasi kapasitas Iran di berbagai bidang.

Indikasi Negosiasi Dan Pertemuan Penting

Pekan lalu, Trump sempat menyebut bahwa AS telah melakukan “pembicaraan yang sangat baik” dengan Iran. Pembicaraan tidak langsung ini terjadi di Oman, yang sering menjadi mediator antara AS dan Iran, menunjukkan adanya upaya diplomatik yang sedang berlangsung.

Pertemuan di Oman pada Jumat lalu, meskipun tidak langsung, menjadi sinyal positif. Hal ini mengindikasikan bahwa kedua belah pihak mungkin sedang menjajaki kemungkinan untuk membuka kembali saluran komunikasi dan negosiasi formal.

Secara bersamaan, Trump juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Sumber Israel mengindikasikan bahwa Netanyahu akan menyampaikan intelijen baru tentang kemampuan militer Iran, yang kemungkinan akan memengaruhi pendekatan AS selanjutnya.

Gunakan waktu Anda untuk menjelajahi berbagai informasi viral terbaru dan terpopuler lainnya, hanya di VIEWNEWZ, pusat berita terkini!


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari scrollberita.com

Similar Posts