414 Puskesmas Sumatera Terdampak Banjir Kini Kembali Beroperasi, Ungkap Menkes
414 Puskesmas di Sumatera terdampak banjir kini kembali beroperasi, siap layani masyarakat pasca-bencana, ungkap Menkes.
Setelah terendam banjir, 414 Puskesmas di Sumatera kini telah kembali beroperasi. Menkes pastikan pelayanan kesehatan masyarakat berjalan normal kembali.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya yang akan di bahas dengan detail hanya ada di VIEWNEWZ.
414 Puskesmas Sumatera Kembali Beroperasi Pasca Banjir
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dalam konferensi pers Rabu (11/2/2026) bahwa sebanyak 414 puskesmas di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh kini sudah kembali berfungsi. Pelayanan kesehatan masyarakat mulai normal setelah proses rehabilitasi dan revitalisasi dilakukan secara bertahap.
Meski sebagian besar puskesmas sudah aktif, masih ada 152 puskesmas yang belum bisa beroperasi karena mengalami kerusakan berat akibat terendam lumpur dan dampak banjir parah. Pemerintah menargetkan semua fasilitas dapat kembali melayani masyarakat secepat mungkin.
Budi menekankan, revitalisasi puskesmas merupakan langkah prioritas dalam pemulihan pasca-bencana. Setiap fasilitas yang diperbaiki harus siap memberikan layanan kesehatan agar masyarakat tidak kehilangan akses penting di tengah kondisi pasca-banjir.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Dua Puskesmas Di Aceh Belum Beroperasi
Meskipun sebagian besar fasilitas kesehatan sudah aktif, dua puskesmas di Aceh masih belum bisa dibuka karena kerusakan parah. Kedua puskesmas itu adalah Puskesmas Lokop di Kabupaten Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Kabupaten Aceh Tenggara.
Kerusakan bangunan cukup parah sehingga menghambat pelayanan medis. Pemerintah terus menilai kondisi kedua puskesmas dan menyiapkan perbaikan segera agar dapat kembali melayani pasien.
Budi menegaskan rehabilitasi fasilitas kesehatan di Aceh menjadi prioritas utama. Langkah ini penting untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan medis yang memadai dan aman.
Baca Juga: Trump, Iran Akan Bodoh Jika Tak Setujui Kesepakatan Nuklir
Statistik Puskesmas Terdampak Banjir
Dari total 1.265 puskesmas terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, sebanyak 867 puskesmas sempat berhenti beroperasi saat awal bencana. Saat ini, revitalisasi telah memulihkan 414 puskesmas sehingga siap melayani pasien.
Distribusi puskesmas yang sudah beroperasi adalah 146 di Aceh, 119 di Sumatera Utara, dan 149 di Sumatera Barat. Sementara 152 puskesmas lainnya masih memerlukan perhatian karena rusak parah atau terendam lumpur.
Pemerintah terus melakukan pemantauan ketat selama proses revitalisasi agar semua puskesmas dapat kembali beroperasi dengan aman dan layanan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Pemulihan Hunian Dan Bantuan Pengungsi
Selain fasilitas kesehatan, pemerintah juga memfokuskan perhatian pada pengungsi terdampak banjir. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut dari 52 kabupaten/kota terdampak, 11 daerah masih memerlukan atensi khusus.
Bagi pengungsi dengan rumah rusak ringan diberikan bantuan tunai Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan rusak berat atau hilang disiapkan hunian sementara atau bantuan Rp 1,8 juta per bulan selama tiga bulan.
Langkah ini diambil agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di tenda pengungsian dan dapat segera kembali ke kehidupan normal, mendukung pemulihan ekonomi dan sosial pasca-bencana.
Daerah Prioritas Pemulihan Pasca-Banjir
Sebelas kabupaten/kota yang menjadi prioritas pemulihan tersebar di tiga provinsi. Di Sumatera Barat ada Kabupaten Padang Pariaman dan Agam, Sumatera Utara meliputi Kabupaten Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah, sedangkan di Aceh terdapat Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bireun, dan Gayo Lues.
Pemerintah memastikan distribusi bantuan, perbaikan fasilitas publik, dan rehabilitasi puskesmas berjalan merata. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci agar layanan kesehatan, hunian pengungsi, dan fasilitas umum dapat pulih secara efektif.
Menkes dan Mendagri menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi tidak hanya fokus pada bangunan fisik, tetapi juga memastikan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan keamanan tetap terjamin di wilayah terdampak.Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari tirto.id

