Mulai Berlaku! Perjalanan Dari Thailand Kini Dikenai Biaya Tambahan Rp 608.000
Mulai berlaku, wisatawan kembali ke Indonesia dari Thailand harus membayar biaya Rp 608.000, ini terkait layanan kesehatan dan karantina.
Perjalanan internasional kini menghadapi aturan baru bagi pelaku perjalanan dari Thailand ke Indonesia. Pemerintah Indonesia resmi memberlakukan biaya tambahan sebesar Rp 608.000 bagi setiap wisatawan atau warga negara yang kembali dari Negeri Gajah Putih. Kebijakan ini menimbulkan berbagai pertanyaan di masyarakat, terutama soal rincian biaya dan tujuan penerapannya.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya yang sedang viral hanya ada di VIEWNEWZ.
Dasar Penerapan Biaya Rp 608.000
Pemerintah menjelaskan bahwa biaya Rp 608.000 bukan sekadar pungutan biasa. Angka tersebut mencakup berbagai layanan yang berkaitan dengan prosedur kesehatan, mulai dari tes COVID-19 jika diperlukan, pemeriksaan kesehatan dasar, hingga pengurusan dokumentasi dan administrasi kedatangan.
Selain itu, pemerintah menetapkan biaya ini untuk mendukung penyediaan fasilitas karantina sementara apabila petugas menemukan kasus yang memerlukan isolasi cepat. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah memiliki dana khusus untuk memfasilitasi penanganan kesehatan secara lebih cepat dan efektif di bandara.
Tak hanya itu, pemerintah menegaskan bahwa biaya ini bersifat standar dan berlaku untuk semua pelaku perjalanan dari Thailand. Hal ini untuk memastikan kesetaraan dan transparansi, sehingga tidak ada perbedaan perlakuan antara wisatawan asing maupun WNI yang kembali dari Thailand.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Mekanisme Pembayaran dan Pengecualian
Penumpang dapat membayar biaya Rp 608.000 melalui sistem online atau langsung saat tiba di bandara. Setiap penumpang perlu menyiapkan bukti pembayaran sebelum menjalani proses imigrasi agar petugas dapat mempercepat prosedur pemeriksaan.
Pemerintah memberikan pengecualian kepada kelompok tertentu, seperti diplomat, tenaga kesehatan yang menjalankan misi resmi, serta anak-anak di bawah usia tertentu. Pemerintah menyesuaikan mekanisme administrasi agar kelompok tersebut tetap dapat melakukan perjalanan tanpa hambatan.
Melalui sistem pembayaran yang transparan, pengelola bandara dapat meminimalkan antrean dan meningkatkan efisiensi layanan kedatangan. Pemerintah juga menyiapkan petugas khusus untuk membantu wisatawan memahami prosedur pembayaran serta kelengkapan dokumen yang diperlukan.
Baca Juga: Darurat di Meksiko, Kekerasan Memanas Usai Pemimpin Kartel Narkoba Tewas
Tujuan Utama Kebijakan
Pemerintah menerapkan biaya ini untuk meningkatkan efektivitas pengawasan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional. Thailand menjadi salah satu negara dengan mobilitas tinggi, sehingga pemerintah perlu mengantisipasi risiko penyebaran penyakit lintas negara secara serius.
Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya kesiapan fasilitas karantina dan layanan medis. Mereka mengelola dana yang terkumpul secara profesional, termasuk menambah peralatan medis, tenaga kesehatan, serta meningkatkan proses monitoring pasien agar berjalan lebih optimal.
Biaya ini juga mendorong wisatawan agar lebih disiplin dalam menyiapkan dokumen kesehatan sebelum berangkat. Dengan langkah tersebut, wisatawan dapat memperlancar proses kedatangan sekaligus menjaga keamanan bersama.
Dampak Bagi Pelaku Perjalanan
Bagi wisatawan yang rutin bepergian dari Thailand ke Indonesia, biaya Rp 608.000 menjadi tambahan pengeluaran yang perlu mereka perhitungkan. Meski nominalnya tidak terlalu besar bagi sebagian orang, pelancong reguler tetap merasakan dampaknya karena akumulasi biaya dapat menjadi cukup signifikan.
Pihak maskapai penerbangan dan agen perjalanan telah menerima instruksi untuk menyampaikan informasi yang jelas kepada calon penumpang terkait biaya ini. Mereka melakukan langkah tersebut agar calon penumpang tidak mengalami kebingungan atau keterlambatan saat tiba di bandara.
Masyarakat juga perlu menyiapkan dokumen kesehatan, bukti pembayaran, dan data perjalanan sebelumnya agar petugas imigrasi dapat memproses kedatangan dengan lebih cepat. Dengan persiapan yang matang, wisatawan dapat menerima biaya tambahan ini sebagai bagian dari prosedur kesehatan yang lebih modern dan aman.
Kritik dan Respons Publik
Sejumlah pihak menilai bahwa biaya tambahan ini perlu disosialisasikan lebih luas agar tidak menimbulkan kebingungan. Beberapa pelaku perjalanan berharap adanya penjelasan rinci tentang komponen biaya dan bagaimana dana tersebut digunakan.
Pemerintah menanggapi kritik ini dengan memastikan transparansi pengelolaan biaya. Laporan penggunaan dana akan disampaikan secara berkala, terutama terkait fasilitas kesehatan dan layanan karantina.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjadi prosedur administratif, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah serius menjaga kesehatan dan keselamatan pelaku perjalanan internasional.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari Travel Kompas
- Gambar Kedua dari Travel Kompas

