AS Sita Kapal Tanker Kedua Venezuela, Ancaman Perang Dagang Makin Nyata?
Amerika Serikat menyita kapal tanker kedua Venezuela, memicu ketegangan dan menimbulkan kekhawatiran meningkatnya risiko perang dagang.
Ketegangan geopolitik AS-Venezuela memanas setelah AS menyita kapal tanker minyak kedua di lepas pantai negara itu. Tindakan ini, disebut “blokade” oleh Presiden Trump, memicu kecaman Caracas. Pejabat Venezuela menilai aksi tersebut sebagai “pencurian dan pembajakan internasional,” meningkatkan kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan.
Temukan berbagai informasi berita menarik dari dalam dan luar negeri yang bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di VIEWNEWZ.
Manuver Pencegatan di Perairan Internasional
Pencegatan kapal tanker kedua dikonfirmasi Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, yang menyatakan Penjaga Pantai AS berhasil mengamankan kapal. Operasi ini didukung Pentagon sebagai bagian upaya berkelanjutan AS menindak “pergerakan ilegal minyak yang dikenai sanksi,” yang dituduh digunakan mendanai terorisme narkoba.
Di platform X, Kristi Noem tegas menyatakan, “Kami akan menemukan Anda, dan kami akan menghentikan Anda,” disertai video helikopter di atas dek kapal tanker, menegaskan kekuatan militer AS dan komitmen menerapkan sanksi ekonomi terhadap Venezuela.
Operasi ini adalah pencegatan kedua dalam beberapa minggu terakhir, terjadi di tengah peningkatan kehadiran militer AS. Presiden Trump memerintahkan “blokade total dan lengkap” terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi menuju atau dari Venezuela, meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Venezuela Bersuara Keras, “Perompakan Internasional!”
Pemerintah Venezuela segera merespons tindakan AS ini dengan kemarahan besar, menyebutnya sebagai “tindakan pembajakan internasional yang serius.” Wakil Presiden Delcy Rodriguez mengeluarkan pernyataan mengecam “pencurian dan pembajakan kapal pribadi baru” serta “penghilangan paksa awak kapal” oleh personel militer AS di perairan internasional.
Rodriguez tegas menjanjikan bahwa “tindakan ini tidak akan dibiarkan tanpa hukuman.” Venezuela bertekad mengambil “semua tindakan yang sesuai,” termasuk mengajukan pengaduan ke Dewan Keamanan PBB, organisasi multilateral, dan berbagai pemerintah dunia, menunjukkan keseriusan menghadapi apa yang dianggap agresi.
Perusahaan manajemen risiko maritim Inggris, Vanguard, mengidentifikasi kapal yang disita sebagai Centuries berbendera Panama. Kapal ini dicegat di timur Barbados, di wilayah Laut Karibia. Ironisnya, seorang mitra di firma hukum Hughes Hubbard di Washington, DC, Jeremy Paner, menyatakan bahwa AS sebenarnya belum memberikan sanksi terhadap kapal Centuries itu sendiri.
Baca Juga: Turki Akan Kembalikan S-400 Rusia Demi Jet Tempur F-35
Latar Belakang Sanksi Dan “Terorisme Narkoba”
AS berulang kali menyatakan bahwa sanksi terhadap Venezuela dan tindakan penegakannya bertujuan untuk memutus aliran dana yang diduga digunakan untuk mendanai “terorisme narkoba” di kawasan tersebut. Argumen ini menjadi landasan bagi kebijakan tekanan maksimum pemerintahan Trump terhadap rezim Maduro. Tujuannya adalah untuk memaksa perubahan politik di Venezuela.
Namun, Venezuela dan sekutunya melihat sanksi dan blokade ini sebagai bentuk campur tangan asing dan pelanggaran kedaulatan. Mereka berpendapat bahwa AS menggunakan isu narkoba sebagai dalih untuk melakukan intervensi politik dan ekonomi. Perbedaan pandangan ini semakin memperuncing konflik antara kedua negara.
Kebijakan AS ini telah menimbulkan dampak signifikan terhadap perekonomian Venezuela, yang sangat bergantung pada ekspor minyak. Blokade dan penyitaan kapal tanker semakin memperparah krisis ekonomi di negara tersebut, berdampak langsung pada kehidupan jutaan warga Venezuela.
Dampak Dan Implikasi Geopolitik
Insiden penyitaan kapal tanker ini memiliki implikasi geopolitik yang luas. Ini tidak hanya meningkatkan ketegangan antara AS dan Venezuela tetapi juga dapat mempengaruhi stabilitas regional. Negara-negara lain di Amerika Latin dan Karibia mengamati dengan cermat perkembangan ini, khawatir akan kemungkinan eskalasi lebih lanjut.
Keterlibatan PBB dan organisasi multilateral lainnya oleh Venezuela dapat memicu debat internasional yang lebih luas mengenai legitimasi sanksi unilateral dan tindakan militer di perairan internasional. Ini akan menguji batas-batas hukum internasional dan kedaulatan negara.
Pada akhirnya, insiden ini menggarisbawahi kompleksitas hubungan internasional dan dilema yang dihadapi negara-negara dalam menegakkan kepentingan nasional mereka. Baik AS maupun Venezuela berada di jalur konfrontasi, dengan konsekuensi yang belum sepenuhnya terlihat bagi stabilitas global.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.
- Gambar Pertama dari international.sindonews.com
- Gambar Kedua dari bbc.com

