Banjir Sibolga Reda, Warga Dihadapkan Pada Lautan Kayu
Banjir bandang yang melanda Kota Sibolga, Sumatera Utara, belum lama ini meninggalkan jejak yang sulit dilupakan bagi warganya.

Hujan deras yang turun hampir tanpa henti selama beberapa hari menyebabkan aliran sungai meluap, membanjiri permukiman, jalan raya, dan pusat kota.
Ketika air perlahan mulai surut, pemandangan yang tersisa sungguh mengejutkan ribuan kubik kayu hanyut dari hulu sungai dan menumpuk di tengah kota, sehingga sebagian wilayah Sibolga tampak seperti pulau kayu yang terapung di antara genangan air.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran VIEWNEWZ.
Hujan Deras Memicu Banjir
Bencana ini bermula dari hujan deras yang mengguyur wilayah Sibolga dan sekitarnya. Dalam waktu singkat, debit sungai meningkat drastis hingga meluap ke pemukiman penduduk. Banjir membawa berbagai material, mulai dari lumpur hingga sampah, dan yang paling mencolok adalah kayu.
Warga menuturkan bahwa kayu-kayu besar dan batang pohon yang terbawa arus terlihat menumpuk di jalan-jalan, halaman rumah, bahkan di pusat kota. Fenomena ini membuat banyak penduduk terpana sekaligus waswas, karena arus air yang masih cukup deras bisa membahayakan keselamatan mereka.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Kota Sibolga Tampak Seperti Pulau Kayu
Begitu air surut, yang tersisa adalah tumpukan kayu yang memenuhi sebagian besar area kota. Sebagian jalan dan rumah yang sebelumnya terendam kini terlihat di antara puluhan hingga ratusan batang pohon yang terseret arus.
Kondisi ini membuat sebagian besar warga Sibolga menggambarkan kota mereka seolah berubah menjadi “pulau kayu”. Pemandangan ini tidak hanya menimbulkan kesan dramatis, tetapi juga menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan warga untuk membersihkan dan memulihkan kondisi kota.
Baca Juga: Fenomena Langka Gunung Hayli Gubbi Meletus Setelah 12.000 Tahun Lamanya
Upaya Evakuasi dan Pembersihan Kayu

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan berbagai relawan langsung bergerak untuk membersihkan tumpukan kayu yang berserakan.
Truk, perahu, dan alat berat diterjunkan untuk mengangkut kayu dari jalan dan permukiman warga. Namun, proses ini tidak mudah karena kayu yang terbawa banjir cukup besar dan berat, sehingga memerlukan waktu dan tenaga ekstra.
Selain itu, kondisi cuaca yang masih belum menentu membuat upaya pembersihan harus dilakukan secara hati-hati.
Dampak Tumpukan Kayu Bagi Warga
Banjir dan tumpukan kayu ini berdampak besar bagi kehidupan warga Sibolga. Banyak rumah mengalami kerusakan, kendaraan rusak, dan akses jalan terganggu. Pedagang pun merasakan kerugian karena toko dan warung mereka terendam atau tertutup kayu.
Di sisi lain, beberapa warga harus mengungsi sementara waktu ke tempat yang lebih aman, karena takut arus air kembali meningkat atau kayu yang hanyut menimbulkan bahaya baru. Warga pun harus berjibaku membersihkan rumah dan halaman mereka sendiri agar bisa kembali menempati hunian masing-masing.
Pelajaran Dari Banjir Sibolga
Simak dan ikuti terus berbagai informasi berita-berita terbaru dan update menarik lainnya hanya di VIEWNEWZ.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.fin.co.id
- Gambar Kedua dari kaltimedia.com

