Baru Diresmikan, Jembatan Hongqi 757 Meter di China Runtuh
Jembatan Hongqi di Provinsi Sichuan, China, ambruk sebagian pada Selasa (11/11), tak lama setelah diresmikan pada awal tahun ini.

Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena jembatan tersebut dianggap sebagai simbol ambisi pengembangan konektivitas barat China.
Dari rekaman dramatis hingga latar geologis yang berisiko, peristiwa ini menyajikan pelajaran penting soal tantangan membangun infrastruktur di medan pegunungan.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran VIEWNEWZ.
Latar Belakang Pembangunan
Jembatan Hongqi dibangun di wilayah Maerkang (kadang disebut Barkam), prefektur otonom Ngawa, Provinsi Sichuan.
Struktur ini dirancang untuk menjadi bagian penting dari Jalan Raya Nasional G317, yang menghubungkan daratan pusat Tiongkok dengan dataran tinggi Tibet, sehingga menjadi jalur strategis untuk mobilitas ekonomi, sosial, dan budaya.
Menurut sumber resmi, ketinggian tiang pilar jembatan mencapai sekitar 172 meter dari dasar ngarai, dan panjang jembatan sekitar 758 meter.
Proyek ini dibiayai sekitar 300 juta yuan (setara lebih dari ratus miliar rupiah), dan konstruksinya dilaporkan selesai sekitar Januari 2025.
Pembangunan jembatan ini juga dipromosikan sebagai bagian dari ambisi Tiongkok untuk meningkatkan konektivitas dan mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah barat yang geografisnya menantang, terutama pegunungan dan lembah yang jauh dari pusat kota.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Kejadian Runtuhnya Jembatan
Jembatan Hongqi yang baru diresmikan ambruk pada hari Selasa, 11 November 2025. Meskipun beberapa laporan awal menyebutkan peresmiannya pada Januari, ada juga yang menyatakan bahwa jembatan tersebut mulai beroperasi untuk lalu lintas pada bulan April tahun ini.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat jelas sebagian dari jembatan tersebut ambruk ke sungai di bawahnya, disertai dengan suara gemuruh yang keras. Panjang jembatan yang ambruk ini adalah 758 meter.
Pihak berwenang setempat bergerak cepat menanggapi kejadian ini. Para pejabat menyatakan bahwa tanah longsor adalah pemicu runtuhnya jembatan raksasa yang baru saja diresmikan tersebut.
Tanah longsor merupakan bencana alam yang kerap terjadi di daerah pegunungan seperti Provinsi Sichuan. Namun insiden ini menimbulkan kekhawatiran karena terjadi pada sebuah infrastruktur yang relatif baru.
Baca Juga: Topan Kalmaegi Hantam Filipina, 140 Orang Tewas Seratusan Lebih Hilang
Analisis Penyebab Runtuhnya Jembatan

Wilayah pegunungan Sichuan di mana jembatan ini berdiri dikenal rawan terhadap gempa bumi dan longsor. Sejarah geologi wilayah ini mencatat aktivitas seismik cukup tinggi, bahkan pada masa lalu pernah terjadi gempa dahsyat yang menyebabkan kerusakan besar.
Para ahli awal menyebut bahwa instabilitas geologi menjadi penyebab utama keruntuhan jembatan. Lereng gunung yang tidak stabil, diikuti pergerakan tanah yang terdeteksi sebelumnya, akhirnya memicu longsor yang menghancurkan bagian jembatan dan landasan jalan.
Selain itu, insiden ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas desain dan prosedur konstruksi. Kritik mulai bermunculan bahwa mungkin kajian geoteknik tidak cukup mendalam sebelum pembangunan. Atau bahwa mitigasi risiko terhadap tanah longsor kurang diperhitungkan dengan matang.
Pemerintah lokal sendiri menyatakan telah meluncurkan penyelidikan teknis untuk mencari akar permasalahan. Apakah keruntuhan akibat faktor alam semata atau ada kekurangan dalam desain atau material.
Dampak dan Konsekuensi
Runtuhnya Jembatan Hongqi menimbulkan dampak signifikan terhadap mobilitas dan ekonomi di wilayah sekitar. Jembatan yang menghubungkan Jalan Raya Nasional G317 ini sebelumnya menjadi jalur penting untuk transportasi barang dan orang antara Sichuan dan wilayah Tibet.
Keruntuhan menyebabkan gangguan arus lalu lintas yang memaksa kendaraan harus melewati rute alternatif yang lebih jauh dan berliku. Sehingga meningkatkan biaya logistik, waktu tempuh, dan risiko kecelakaan di jalan pegunungan yang sempit.
Bagi masyarakat lokal dan pengusaha, gangguan ini dapat menunda distribusi komoditas. Memperlambat perdagangan, dan memengaruhi aktivitas ekonomi harian yang bergantung pada jalur utama tersebut.
Simak dan ikuti terus berbagai informasi berita-berita terbaru dan update menarik lainnya hanya di VIEWNEWZ.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari lingkarbisnis.com

