BREAKING! Iran Murka, Sebut Tuntutan AS Gila, Negosiasi Gagal Total
Iran menyatakan kemarahan dan menyebut tuntutan Amerika Serikat tidak masuk akal, sementara negosiasi dilaporkan gagal total tanpa kesepakatan apa pun.
Negosiasi damai AS-Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan setelah 21 jam diskusi intensif pada Sabtu (11/4/2026). Iran mengecam tuntutan AS sebagai “tak masuk akal”, sementara Wakil Presiden AS JD Vance menyalahkan penolakan Teheran atas syarat utama. Ketegangan ini meningkat seputar Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
Dapatkan kabar penting, inspiratif, dan bermanfaat dari dalam dan luar negeri, eksklusif diĀ VIEWNEWZ, teman setia menambah wawasan Anda.
Latar Belakang Pertemuan Intensif
Pertemuan di Islamabad diharapkan dapat meredakan konflik di Timur Tengah. Delegasi Amerika Serikat yang dipimpin JD Vance bertemu pejabat senior Iran untuk membahas gencatan senjata dan sanksi ekonomi. Agenda juga mencakup isu akses energi global yang krusial bagi stabilitas dunia.
Iran mengklaim telah berinisiatif dalam proses dialog meski AS mengajukan tuntutan yang dinilai ekstrem. Media Teheran menyoroti adanya ketidakseimbangan yang menekan posisi delegasi Iran. Situasi ini turut menjadi perhatian dunia karena berdampak pada harga minyak global.
Harapan tercapainya kesepakatan akhirnya pupus setelah 21 jam diskusi tanpa hasil. Kedua pihak saling menuding sehingga memperpanjang ketidakpastian geopolitik. Kondisi ini menandai kebuntuan dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
š„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
š² DOWNLOAD SEKARANG
Pernyataan Tajam Dari Iran
Penyiar negara Iran, IRIB, menyebut tuntutan Amerika Serikat menghambat kemajuan signifikan dalam perundingan. Delegasi Iran mengklaim telah bernegosiasi intensif untuk melindungi kepentingan rakyat. Namun, tuntutan yang dinilai tidak realistis dari AS disebut menghentikan proses tersebut.
Iran menegaskan tidak akan mengubah status Selat Hormuz tanpa kesepakatan yang adil. Jalur vital energi itu disebut menjadi salah satu instrumen strategis Teheran. Juru bicara Esmaeil Baqaei juga menyoroti intensitas diskusi nuklir yang berlangsung hingga 24 jam.
Sikap keras Teheran menunjukkan keteguhan dalam mempertahankan prioritas nasionalnya. Iran menuntut adanya kompromi timbal balik dari Washington dalam setiap kesepakatan. Pendekatan ini dinilai memperkuat posisi Iran di panggung internasional.
Baca Juga:Ā DPR Usul Gaji Guru Rp15 Juta per Bulan, Anggaran Cuma Rp208 Triliun, Kok Bisa?
Perspektif AS Atas Kegagalan
Wakil Presiden JD Vance menilai Iran menolak syarat penghentian permanen program nuklirnya. Amerika Serikat menuntut komitmen mendasar karena Teheran belum menunjukkan komitmen tersebut. Vance juga telah berkoordinasi dengan Presiden Trump terkait perkembangan tersebut.
Banyak pihak menilai negosiasi yang berlangsung berisiko tinggi karena belum menghasilkan kesepakatan konkret. AS menegaskan perlunya jaminan nuklir jangka panjang, bukan sekadar kesepakatan sementara. Banyak pihak menyebut kebuntuan ini sebagai hambatan utama dalam proses diplomasi.
Amerika Serikat berharap Iran dapat menunjukkan komitmen lebih jelas di masa mendatang. Kegagalan mencapai kesepakatan berpotensi memperpanjang sanksi ekonomi yang ketat. Situasi ini turut memperburuk ketegangan di kawasan.
Dampak Global dan Prospek
Kegagalan negosiasi berpotensi mengancam stabilitas energi global melalui Selat Hormuz. Analis memperkirakan harga minyak akan naik tajam jika konflik terus meningkat. Kawasan Timur Tengah juga berisiko mengalami instabilitas lebih lanjut.
Iran menyatakan belum berencana melanjutkan pembicaraan dalam waktu dekat dan mengklaim posisinya masih kuat. Amerika Serikat mendorong adanya mediator untuk mencari titik temu baru. Sementara itu, komunitas internasional mendesak kedua pihak segera melakukan putaran diplomasi lanjutan.
Peristiwa ini menjadi pelajaran atas rapuhnya proses diplomasi yang tidak mencapai kesepakatan. Kedua pihak yang mengajukan tuntutan keras menghambat kemajuan negosiasi. Perdamaian kawasan tetap menjadi prioritas mendesak bagi dunia internasional.
Dapatkan semua berita viral, trending, dan update terpanas, langsung diĀ VIEWNEWZ, pusat informasi terkini hanya untuk Anda.
- Gambar Pertama dari internasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari sairerinews.com
