Demo Ricuh PBB di Bone! 13 Aparat Terluka, TNI-Polri dan Satpol PP Jadi Korban!

Aksi demonstrasi menolak kenaikan PBB di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada tanggal 19 Agustus 2025, berakhir ricuh.​

Demo Ricuh PBB di Bone! 13 Aparat Terluka, TNI-Polri dan Satpol PP Jadi Korban!

Insiden ini menyebabkan 13 aparat gabungan dari TNI, Polisi, dan Satpol PP mengalami luka-luka, mayoritas di kepala, akibat lemparan batu. Kericuhan diduga dipicu oleh penyusup dari kelompok anarko setelah massa resmi membubarkan diri.

Peristiwa ini menyoroti ketegangan antara masyarakat dan pemerintah daerah terkait kebijakan kenaikan pajak yang signifikan, serta pentingnya dialog dan pengelolaan demonstrasi yang efektif. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran VIEWNEWZ.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Detail Korban dan Situasi di Lapangan

Kapolres Bone AKBP Sugeng Setyo Budhi mengonfirmasi bahwa 13 aparat gabungan mengalami luka-luka dalam kericuhan tersebut. Rinciannya meliputi 8 anggota TNI, 3 anggota polisi, dan 2 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mayoritas dari mereka menderita luka di kepala, yang diduga akibat lemparan batu.

Beberapa laporan lain menyebutkan empat anggota Satpol PP dan dua polisi terluka, dengan dua di antaranya mengalami luka serius di kepala, bahkan hingga pecah.Beberapa nama korban luka dari Satpol PP Bone telah diidentifikasi, yaitu Iksan, Faisal, Sabaruddin, dan Mustari. Dari pihak kepolisian, Aipda Rahmat dari Brimob Polda Sulsel mengalami luka serius dengan ibu jari yang hampir putus, sementara Bripda Awal dari Polres Bone menderita luka robek di kening sebelah kanan.

Aksi demonstrasi ini bermula pada pukul 13.30 WITA di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Watampone, tepat di depan kantor Bupati Bone, yang dipadati oleh ribuan warga. Kericuhan semakin memuncak hingga malam hari, bahkan menyebar ke beberapa titik dan menyebabkan suasana mencekam di Kabupaten Bone.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Pemicu Kericuhan Antara Tuntutan Warga dan Dugaan Anarko

Pangkal dari demonstrasi ini adalah penolakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang kabarnya mencapai 300 persen. Massa, yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bone Tolak Pajak 300 Persen, merasa frustrasi karena Bupati Bone, Andi Asman Sulaeman, tidak kunjung menemui mereka. Jenderal lapangan aksi, Rafly Fasyah, dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak akan membubarkan diri jika bupati tidak turun menemui mereka dan membatalkan kenaikan PBB.

Namun, kericuhan yang terjadi diduga kuat dipicu oleh penyusupan kelompok anarko. Kapolres Bone AKBP Sugeng Setyo Budhi menjelaskan bahwa meskipun pihaknya telah berulang kali memberikan peringatan agar massa melakukan aksi damai dan membubarkan diri dengan tertib. Keberadaan kelompok anarko yang bahkan mengibarkan bendera mereka, memicu terjadinya penindakan sesuai SOP.

Sugeng menambahkan bahwa massa aksi resmi sebenarnya sudah bubar pada siang hari. Namun kericuhan yang berlanjut hingga malam hari justru didalangi oleh massa yang bertahan di lokasi, yang diduga merupakan kelompok anarko dari luar Bone.

Baca Juga: Anak Putri Mahkota Norwegia Hadapi Proses Hukum Atas Kasus Pemerkosaan

Tindakan Pengamanan dan Dampak Lanjutan

Tindakan Pengamanan dan Dampak Lanjutan

Dalam upaya membubarkan massa yang semakin tidak terkendali, aparat kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata. Situasi semakin memanas hingga massa menjebol kawat berduri dan merobohkan pagar kantor bupati. Pasca-kericuhan, pihak kepolisian telah mengamankan 54 orang yang diduga terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan dan sebagian besar di antaranya diketahui berasal dari luar Bone, serta rata-rata masih di bawah umur. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mendata dan mengidentifikasi peran masing-masing yang diamankan.

Analisis Dampak dan Implikasi

Kericuhan demo di Bone ini menunjukkan bagaimana ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah dapat berujung pada eskalasi kekerasan jika tidak ditangani dengan baik. Adanya penyusup dari kelompok anarko memperumit situasi, mengubah demonstrasi yang seharusnya damai menjadi ajang bentrokan.

Insiden ini juga menyoroti pentingnya dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi atas tuntutan yang disampaikan. Guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Kesimpulan

Demo Ricuh PBB di Bone telah menyebabkan luka-luka pada belasan aparat TNI, Polisi, dan Satpol PP. Serta menciptakan ketegangan yang signifikan di wilayah tersebut. Insiden ini merupakan peringatan bagi semua pihak mengenai pentingnya pengelolaan demonstrasi yang efektif. Dialog konstruktif antara pemerintah dan rakyat, serta pencegahan infiltrasi pihak ketiga yang berpotensi memprovokasi kekerasan.

Peristiwa ini juga menegaskan kembali pentingnya menjaga ketertiban umum dan proses hukum untuk menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kericuhanan. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap tentang Demo Ricuh PBB di Bone hanya di VIEWNEWZ.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari news.detik.com
  2. Gambar Kedua dari tirto.id

Similar Posts