Di Economic Outlook 2026, Prabowo Bongkar Strategi Besar Ekonomi Indonesia!
Prabowo Subianto memaparkan arah ekonomi nasional dalam forum Economic Outlook 2026, fokus pada industrialisasi, ketahanan pangan Indonesia.
Dalam dinamika global yang penuh ketidakpastian, arah kebijakan ekonomi menjadi perhatian utama publik dan pelaku usaha. Pada forum Economic Outlook 2026, Prabowo Subianto menyampaikan paparan komprehensif mengenai strategi besar ekonomi nasional ke depan.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya yang akan di bahas dengan detail hanya ada di VIEWNEWZ.
Fondasi Stabilitas dan Pertumbuhan
Prabowo membuka arahannya dengan menegaskan bahwa stabilitas ekonomi adalah fondasi utama pembangunan. Menurutnya, pertumbuhan tinggi tanpa stabilitas hanya akan menciptakan risiko jangka panjang. Karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga inflasi tetap terkendali, memperkuat nilai tukar, serta mempertahankan defisit anggaran dalam batas aman.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin fiskal dan efektivitas belanja negara. Anggaran harus difokuskan pada sektor produktif yang memiliki efek berganda besar, seperti infrastruktur dasar, energi, dan penguatan industri manufaktur. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan.
Selain itu, pemerintah akan memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga kepercayaan pasar. Prabowo menyebut kepercayaan investor sebagai “mata uang paling berharga” dalam ekonomi modern.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Hilirisasi dan Industrialisasi
Salah satu poin utama yang disorot adalah kelanjutan program hilirisasi sumber daya alam. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah. Nilai tambah harus diciptakan di dalam negeri agar manfaat ekonomi dirasakan lebih luas.
Program hilirisasi tidak hanya terbatas pada sektor pertambangan, tetapi juga merambah ke perkebunan, perikanan, dan kehutanan. Dengan pengolahan yang lebih maju, Indonesia diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas sekaligus meningkatkan daya saing ekspor.
Prabowo juga menyinggung pentingnya transfer teknologi dan kemitraan strategis dengan investor global. Industrialisasi modern, menurutnya, harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam negeri.
Baca Juga: Oasis Bertembok Misterius Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Arab Saudi
Ketahanan Pangan dan Energi Nasional
Isu ketahanan pangan mendapat perhatian khusus dalam paparan tersebut. Prabowo menyatakan bahwa kemandirian pangan bukan sekadar agenda ekonomi, tetapi juga menyangkut kedaulatan negara. Pemerintah akan memperluas program modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, serta memperkuat distribusi pangan.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan regional jika pemerintah mengelola sektor tersebut dengan teknologi dan manajemen yang tepat. Pemerintah menempatkan investasi di sektor irigasi, pupuk, serta riset pertanian sebagai prioritas dalam rencana 2026.
Di sektor energi, pemerintah mendorong diversifikasi sumber energi dan mempercepat transisi menuju energi terbarukan. Pemerintah tetap menjaga ketahanan energi berbasis sumber daya domestik, sekaligus mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan efisiensi jangka panjang dalam setiap kebijakan.
Transformasi Digital dan Penguatan UMKM
Dalam era ekonomi berbasis teknologi, transformasi digital menjadi agenda penting. Prabowo menyebut digitalisasi sebagai kunci pemerataan ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui akses pembiayaan digital, pelatihan, dan integrasi ke ekosistem e-commerce, UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas.
Pemerintah berkomitmen memperkuat infrastruktur digital hingga ke daerah terpencil. Pemerataan akses internet menjadi prasyarat untuk memperluas partisipasi ekonomi masyarakat.
Selain itu, pemerintah terus memperluas reformasi birokrasi berbasis digital guna mempercepat proses perizinan dan meningkatkan transparansi layanan publik. Sistem yang lebih efisien mendorong terciptanya iklim usaha yang semakin kompetitif.
Meningkatkan Daya Tarik Investasi
Prabowo menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja tetap menjadi prioritas utama kebijakan ekonomi. Untuk itu, pemerintah akan memperkuat kemudahan berusaha, kepastian hukum, serta insentif investasi di sektor strategis.
Ia menyebut sektor manufaktur, energi baru terbarukan, serta industri berbasis teknologi sebagai fokus utama penyerapan tenaga kerja ke depan. Pemerintah juga akan mendorong pengembangan kawasan industri terintegrasi guna meningkatkan efisiensi produksi.
Di sisi lain, peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan vokasi dan pelatihan industri akan dipercepat. Menurut Prabowo, pertumbuhan ekonomi yang inklusif hanya dapat terwujud jika masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari detikNews
- Gambar kedua dari detikcom

