Geger! Kantor PBB Dihancurkan Israel, Gelombang Kecaman Internasional
Aksi Israel menghancurkan kantor PBB memicu kecaman internasional luas, meningkatkan ketegangan di Yerusalem Timur secara dramatis.
Ketegangan di Yerusalem Timur kembali memuncak akibat aksi Israel. Pasukan Israel dilaporkan menghancurkan beberapa bangunan di kompleks kantor pusat UNRWA menggunakan buldoser. Tindakan ini memicu kecaman internasional, memperdalam konflik lama, dan menandai babak baru tindakan keras Israel terhadap organisasi kemanusiaan.
Dapatkan berbagai berita menarik dari dalam dan luar negeri yang inspiratif dan bermanfaat, hanya di VIEWNEWZ, sumber wawasan terpercaya!
Aksi Pembuldoseran Kantor UNRWA Yang Kontroversial
Pada Selasa, 20 Januari 2026, Israel melancarkan operasi pembuldoseran di kompleks kantor pusat UNRWA yang berlokasi di Yerusalem Timur. Menurut pernyataan UNRWA, pasukan Israel tidak hanya menghancurkan bangunan tetapi juga menyita peralatan milik staf serta secara paksa mengusir mereka dari markas di kawasan Sheikh Jarrah.
UNRWA mengecam keras tindakan ini, menyebutnya sebagai “serangan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap UNRWA dan kantornya.” Mereka menegaskan aksi ini merupakan “pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta hak istimewa dan kekebalan PBB,” seperti dikutip Al Jazeera, yang memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Aksi pembuldoseran ini terjadi di tengah peningkatan tindakan Israel terhadap organisasi kemanusiaan yang beroperasi di wilayah Palestina. Insiden ini semakin mengindikasikan pola agresif yang merusak upaya bantuan kemanusiaan dan stabilitas regional.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Eskalasi Serangan Israel Terhadap Fasilitas PBB
Selain pembuldoseran kantor UNRWA, pasukan Israel juga menembakkan gas air mata ke sebuah sekolah kejuruan Palestina pada hari yang sama. Insiden ini merupakan kali kedua fasilitas PBB di Yerusalem Timur yang diduduki menjadi sasaran dalam waktu singkat, menunjukkan eskalasi ketegangan.
Sumber-sumber lokal, termasuk kantor berita Palestina Wafa, melaporkan bahwa tentara Israel dengan dukungan buldoser menyerbu kompleks UNRWA setelah menutup akses jalan di sekitarnya. Kehadiran militer yang ditingkatkan di area tersebut dan penghancuran bangunan menunjukkan pendekatan militeristik yang semakin agresif.
Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, mengungkapkan bahwa serangan ini terjadi bersamaan dengan kehadiran anggota parlemen dan pejabat pemerintah Israel di lokasi. Lazzarini menafsirkan serangan tersebut sebagai bagian dari upaya Israel untuk menghapus identitas pengungsi Palestina dan memperingatkan dampak luas tindakan ini terhadap operasi internasional di masa depan.
Baca Juga:
Israel Tewaskan 700 Lebih Keluarga Jurnalis Palestina Di Gaza
Trump Marah Gagal Dapat Nobel, Kaitkan Ambisi Caplok Greenland
Tuduhan Israel Dan Reaksi Internasional
Israel selama ini berulang kali menuduh UNRWA berpihak kepada Palestina dan memiliki dugaan hubungan dengan Hamas. Namun, tuduhan-tuduhan ini dibantah keras oleh badan PBB tersebut, yang menyatakan bahwa Israel gagal menyertakan bukti konkret untuk mendukung klaim mereka.
Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa pembongkaran fasilitas UNRWA merupakan tindak lanjut dari undang-undang baru yang melarang badan tersebut beroperasi. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir bahkan turut mendampingi tim ke lokasi markas UNRWA dan menyebut peristiwa itu sebagai “hari bersejarah,” menunjukkan dukungan pemerintah Israel terhadap tindakan ini.
Aksi Israel ini menuai kecaman internasional yang meluas, terutama setelah diberlakukannya larangan terhadap puluhan organisasi bantuan internasional di Jalur Gaza. Israel telah mencabut izin operasional 37 kelompok bantuan, termasuk Doctors Without Borders (MSF) dan Norwegian Refugee Council. Alasan pencabutan adalah karena mereka dianggap tidak mematuhi aturan baru.
Implikasi Regional Dan Kemanusiaan
Jurnalis Al Jazeera, Nida Ibrahim, melaporkan dari Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, bahwa eskalasi ini terjadi setelah berbulan-bulan tindakan keras pasukan Israel di Gaza. Peristiwa ini juga muncul menjelang peringatan satu tahun serangan besar Israel terhadap tiga kamp pengungsi Palestina, serta setelah operasi berskala besar di Hebron.
Ibrahim menambahkan bahwa pasukan Israel mulai menghancurkan rumah-rumah dan jalan-jalan. Tindakan ini oleh banyak pihak dianggap sebagai upaya mengubah simbolisme kamp-kamp tersebut. Ini secara langsung menyerang identitas Palestina dan hak mereka untuk kembali ke rumah asal yang telah mereka tinggalkan.
Situasi ini tidak hanya memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah Palestina tetapi juga memperpanjang siklus konflik dan kekerasan. Tindakan Israel terhadap UNRWA dan organisasi bantuan lainnya menimbulkan kekhawatiran besar tentang masa depan bantuan kemanusiaan dan perlindungan pengungsi di wilayah tersebut.
Gunakan waktu Anda untuk menjelajahi berbagai informasi viral terbaru dan terpopuler lainnya, hanya di VIEWNEWZ, pusat berita terkini!
- Gambar Pertama dari scrollberita.com
- Gambar Kedua dari cnnindonesia.com

