Geger! Permintaan Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz Ditolak Keras Eropa, Ada Apa?
Ketegangan global memuncak ketika permintaan Trump untuk mengirim pasukan ke Selat Hormuz ditolak keras oleh negara-negara Eropa.
Presiden AS Donald Trump memicu kegemparan dengan mendesak Eropa mengirim pasukan laut ke Selat Hormuz yang diblokade Iran sejak Februari 2026. Permintaan ini muncul di tengah perang AS-Israel melawan Iran yang mendorong harga minyak hingga $150 per barel. Eropa kompak menolak dan memilih jalur diplomatik untuk menghindari eskalasi konflik.
Dapatkan kabar penting, inspiratif, dan bermanfaat dari dalam dan luar negeri, eksklusif di VIEWNEWZ, teman setia menambah wawasan Anda.
Latar Belakang Konflik
Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran vital menyumbang 20% minyak dunia kini tertutup rapat setelah Iran balas serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026. Lalu lintas kapal tanker hampir nol, memicu krisis energi global dengan bursa saham anjlok dan inflasi membumbung. Trump tuduh Iran blokade sengaja untuk tekan ekonomi Barat secara brutal.
Trump secara terbuka desak tujuh negara besar seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris kirim kapal perang segera. Dari Air Force One saat terbang, ia tegas bilang negara pengimpor minyak harus lindungi sendiri wilayah strategisnya. Ketidakpastian ini buat harga minyak Brent tembus rekor tertinggi sepanjang masa.
Konflik meledak pasca-serangan AS-Israel yang tewaskan ratusan warga sipil Iran, memicu serangan balik Iran ke target AS di Timur Tengah. Situasi kian rumit dengan ancaman rudal, buat Trump butuh koalisi internasional cepat untuk buka kembali jalur pelayaran vital tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Permintaan Trump Detail
Pada 14-15 Maret 2026, Trump posting berulang di Truth Social minta “upaya kolektif global” untuk kawal kapal tanker melewati Hormuz. Ia sebut negara seperti China, Jepang, Korea Selatan harus ikut karena ketergantungan minyak mereka dari sana sangat tinggi. Meski tak sebut nama spesifik, implikasi ke anggota NATO sangat jelas dan mendesak.
Trump tegaskan AS tak mau tanggung sendiri beban militer berat ini lagi. “Mereka dapat energi murah dari sana bertahun-tahun, sekarang harus bantu kami lindungi dengan kapal perang mereka,” katanya lantang. Ia lakukan negosiasi intensif dengan negara bergantung Timur Tengah, tapi respons dari Eropa tetap dingin dan skeptis.
Permintaan ini sejalan strategi Trump tekan sekutu bayar “fair share” pertahanan global sejak awal masa jabatan keduanya. Ia kritik NATO sebagai “jalan satu arah” di mana AS selalu bantu tapi jarang dibalas. Eskalasi perang Iran jadi alasan sempurna untuk desakan mendesak ini.
Baca Juga: Mengejutkan! Israel Klaim Ali Larijani Tewas, Iran Belum Beri Kepastian, Ini Alasanya
Penolakan Eropa Kompak
Eropa solid menolak kirim pasukan dengan alasan kuat. Presiden Prancis Emmanuel Macron bilang “tidak akan pernah kirim pasukan sampai situasi benar-benar tenang.” Jerman dan Spanyol nyatakan tegas “ini bukan perang kami,” pilih hindari keterlibatan militer langsung yang berisiko.
Menteri Luar Kanada Anita Anand konfirmasi tak ada permintaan resmi NATO yang masuk. Inggris, Jepang, Australia, Korea Selatan diam atau tolak halus lewat pernyataan diplomatik. Trump marah besar sebut penolakan itu “kesalahan sangat bodoh” via posting panjang di Truth Social.
Blok Eropa seperti tujuh negara tolak bantu kawal Hormuz demi stabilitas. Alasan utama mereka: hindari perang lebih luas yang bisa lumpuhkan ekonomi Eropa, prioritas jalur diplomatik via PBB. Mereka dukung sanksi ekonomi tapi tolak intervensi militer, khawatir krisis energi tambah parah.
Respons Trump Dan Dampak
Trump balas penolakan dengan nada sombong: “AS tak butuh bantuan NATO lagi untuk misi apa pun.” Ia klaim sukses militer AS sudah mandiri sepenuhnya, tak pernah benar-benar butuh sekutu sejak lama. Posting panjang di Truth Social sebut NATO ogah bantu sebagai bukti kelemahan mereka.
Dampak ekonomi global sangat dahsyat dengan bursa saham dunia anjlok 10%, inflasi melonjak di mana-mana. Iran bilang tak tutup Hormuz permanen tapi jaga keamanan sendiri lewat resolusi PBB. Trump janji AS kawal kapal tanker sendirian dengan armada penuh kekuatan.
Kasus ini tunjuk retak serius aliansi Barat di era Trump. Ia dorong sekutu bayar lebih untuk pertahanan bersama, sementara Eropa pilih sikap netral dan diplomatik. Krisis Hormuz jadi ujian geopolitik terbesar 2026, picu spekulasi perang dunia baru di kalangan analis.
Dapatkan semua berita viral, trending, dan update terpanas, langsung di VIEWNEWZ, pusat informasi terkini hanya untuk Anda.
- Gambar Pertama dari: news.detik.com
- Gambar Kedua dari: news.republika.co.id
