Hashim Tegaskan: Prabowo Tidak Miliki Lahan Sawit di Sumatera
Hashim menegaskan bahwa Prabowo Subianto tidak memiliki kelapa sawit di Sumatera, menegaskan Prabowo tidak terkait dengan kepemilikan sawit.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki lahan kelapa sawit di wilayah Sumatera, termasuk di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran VIEWNEWZ.
Hashim Bantah Isu Lahan Sawit Prabowo
Dalam acara Perayaan Natal Gereja-Gereja Sumatera Utara Tahun 2025 yang digelar di Gedung Gereja Mulia Raja, Jakarta. Hashim menegaskan bahwa Prabowo Subianto tidak memiliki lahan kelapa sawit, bahkan satu hektare pun, di seluruh Indonesia.
Menurut Hashim, aktor di balik penyebaran hoaks tersebut adalah kelompok yang selama ini merusak lingkungan dan menguasai jutaan hektare lahan sawit secara ilegal. Dengan menegaskan fakta ini, Hashim ingin menunjukkan perbedaan antara kepemilikan sah dan praktik penguasaan lahan yang tidak sesuai hukum.
Klarifikasi ini menjadi penting di tengah beredarnya spekulasi dan berita palsu yang dapat memengaruhi opini publik. Hashim menekankan perlunya masyarakat berhati-hati terhadap informasi yang tidak terverifikasi, sekaligus mendorong perhatian terhadap masalah nyata, seperti kerusakan lingkungan akibat praktik sawit ilegal.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Hashim Ungkap Lahan Sawit Ilegal di Kawasan Lindung
Adanya sekitar 3,7 juta hektare lahan sawit ilegal yang tersebar di kawasan hutan lindung hingga taman nasional. Lahan-lahan tersebut diduga dikuasai oleh ratusan perusahaan dengan konsesi yang tidak sah.
Menurutnya, lebih dari 200 perusahaan sawit yang terlibat dikendalikan oleh pihak-pihak yang ia sebut sebagai “orang-orang jahat,” yang diduga bertanggung jawab atas penyebaran fitnah terkait isu ini.
Pengungkapan ini menyoroti praktik ilegal dalam industri sawit yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menimbulkan permasalahan hukum dan sosial.
Baca Juga: Gubernur, Larang Pesta Kembang Api saat Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta
Hoaks Sawit Prabowo Dikaitkan Penegakan Hukum
Hashim menilai bahwa maraknya hoaks mengenai kepemilikan lahan sawit oleh Presiden Prabowo Subianto berkaitan langsung dengan sikap tegas pemerintah dalam menegakkan hukum, khususnya terkait perlindungan lingkungan dan kelestarian alam.
Berdasarkan pengamatannya, penyebaran fitnah ini dilakukan melalui media sosial dengan cara yang terorganisir. Hashim menyebut bahwa para influencer dan akun otomatis (bot) telah digunakan untuk memproduksi dan menyebarkan hoaks secara masif.
Hashim menekankan bahwa informasi palsu ini sengaja dirancang untuk mempengaruhi opini publik dan menimbulkan keraguan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.
Penekanan pada transparansi fakta ini diharapkan dapat membendung pengaruh hoaks dan membantu publik memahami isu lingkungan serta kepemilikan aset dengan lebih akurat, sekaligus menegaskan integritas pemerintah dalam menegakkan hukum.
Hashim Tegaskan Komitmen Lindungi Kawasan Hutan
Hashim menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait perlindungan kawasan hutan. Sekaligus membantah isu yang menyebar mengenai lahan sawit ilegal.
Salah satu langkah konkret yang disebutkan adalah penutupan operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Sumatera Utara.
Pernyataan ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan. Sekaligus memastikan bahwa perusahaan yang beroperasi di kawasan sensitif mematuhi aturan dan tidak merugikan lingkungan serta masyarakat sekitar.
Manfaatkan waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari News
- Gambar Kedua dari BantengSumbar.com

