Hoaks! Video Menkeu Purbaya Marahi Sri Mulyani, Ternyata Hasil Rekayasa AI
Sebuah video singkat yang menampilkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang seolah-olah memarahi Sri Mulyani viral di media sosial.

Namun setelah ditelusuri, video tersebut terbukti palsu dan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan AI yang menyesatkan publik. Berikut ini VIEWNEWZ akan memberikan informasi mengenai beredarnya video palsu yang menampilkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa seolah memarahi Sri Mulyani.
Kronologi Unggahan dan Narasi yang Menyesatkan
Video tersebut pertama kali muncul di platform Facebook dengan caption berbunyi:
“3 Presiden Memanfaatkan Bu SRI #srimulyani #purbaya #reels”
Unggahan ini menyinggung bahwa tiga presiden Indonesia, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto, telah “memanfaatkan” Sri Mulyani karena dirinya pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan di masa pemerintahan mereka.
Selain itu, video tersebut disertai potongan gambar yang menunjukkan ekspresi serius antara kedua tokoh, seolah sedang terjadi ketegangan atau perdebatan panas.
Namun, setelah ditelusuri, tidak ada konteks atau sumber resmi yang mendukung klaim bahwa Purbaya pernah menegur Sri Mulyani secara langsung. Bahkan, video itu tidak ditemukan dalam rekaman acara resmi, konferensi pers, maupun pemberitaan media arus utama.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Hasil Pemeriksaan Video Menggunakan Kecerdasan Buatan AI
Untuk memastikan keaslian video, dilakukan analisis menggunakan AI Detector Hive Moderation, salah satu alat deteksi konten digital yang mampu mengidentifikasi manipulasi berbasis kecerdasan buatan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 96,7 persen konten dalam video tersebut terindikasi hasil rekayasa AI. Artinya, visual yang tampak menyerupai Purbaya dan Sri Mulyani bukanlah hasil perekaman nyata, melainkan hasil generatif atau deepfake teknik manipulasi digital yang menciptakan wajah dan ekspresi seseorang secara realistis dengan bantuan algoritma AI.
Deepfake seperti ini sering digunakan untuk menyesatkan opini publik dengan menampilkan situasi seolah nyata. Dalam kasus ini, video dirancang agar tampak seperti percakapan emosional antara dua tokoh penting, padahal sebenarnya tidak pernah terjadi.
Temuan ini memperkuat bukti bahwa unggahan tersebut merupakan hoaks visual yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik terhadap hubungan antara pejabat negara.
Baca Juga: Vape Obat Keras Rp 42,5 M Dikirim Dari Luar Negeri, Dikamuflase Jadi CPU
Tidak Ada Jejak Resmi atau Pernyataan Dari Kedua Tokoh

Hasil penelusuran lebih lanjut menunjukkan tidak ada publikasi resmi dari Kementerian Keuangan maupun lembaga pemerintah terkait yang menunjukkan momen seperti dalam video tersebut.
Baik Purbaya Yudhi Sadewa yang kini menjabat sebagai pejabat penting dalam bidang ekonomi dan keuangan maupun Sri Mulyani tidak pernah memberikan pernyataan atau komentar publik mengenai insiden seperti yang digambarkan dalam video.
Selain itu, tidak ditemukan pula dokumentasi acara atau kegiatan resmi yang mempertemukan keduanya dalam situasi yang sesuai dengan latar video tersebut.
Beberapa media kredibel yang dikonfirmasi, seperti Kompas, Tempo, dan Detik, tidak pernah memuat berita terkait peristiwa semacam itu. Hal ini menegaskan bahwa video tersebut sepenuhnya merupakan rekayasa digital yang disebarkan untuk menarik perhatian warganet.
Kemenkominfo sendiri dalam beberapa kesempatan telah memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap konten deepfake. Karena kemampuannya untuk memanipulasi wajah, suara, hingga gestur tubuh seseorang secara meyakinkan.
Waspada Hoaks dan Manipulasi Visual Berbasis AI
Kasus video palsu yang menampilkan Menkeu Purbaya memarahi Sri Mulyani merupakan contoh nyata penyebaran hoaks digital di era kecerdasan buatan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa video tersebut tidak autentik, melainkan produk rekayasa AI dengan tingkat manipulasi mencapai 96,7 persen. Tidak ada bukti resmi, dokumentasi, atau pernyataan publik yang mendukung klaim dalam unggahan tersebut.
Fenomena ini mengingatkan kita akan pentingnya verifikasi sumber informasi sebelum mempercayai dan membagikan konten di media sosial. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa keaslian berita melalui situs resmi pemerintah, akun media sosial terverifikasi, atau lembaga pemeriksa fakta seperti CekFakta, Kominfo, dan TurnBackHoax.id.
Teknologi AI memang membawa kemajuan besar, tetapi juga membuka ruang penyalahgunaan. Maka, literasi digital menjadi kunci agar publik tidak mudah terjebak dalam propaganda visual atau disinformasi digital.
Kita semua perlu bijak berpikir sebelum membagikan, meneliti sebelum mempercayai, dan memastikan kebenaran sebelum menyebarkan sebuah informasi.
Simak dan ikuti terus berbagai informasi berita-berita terbaru dan update menarik lainnya hanya di VIEWNEWZ.

