Indonesia Jual Halmahera ke Israel! Masa Depan Rakyat Dan Alam Terancam!
Keputusan kontroversial pemerintah memberikan konsesi panas bumi di Halmahera memicu kemarahan publik dan kekhawatiran lingkungan luas.
Keputusan kontroversial Kementerian ESDM memicu perdebatan publik, pemerintah memberikan izin panas bumi di Halmahera kepada perusahaan terkait ekonomi Israel, memunculkan pertanyaan soal konsistensi politik luar negeri dan potensi dampak lingkungan.
Dapatkan kabar penting, inspiratif, dan bermanfaat dari dalam dan luar negeri, eksklusif di VIEWNEWZ, teman setia menambah wawasan Anda.
Konsesi Kontroversial di Tanah Air
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian ESDM, memberi izin konsesi panas bumi di Halmahera kepada perusahaan yang berafiliasi dengan Israel. Pada 8 Januari 2026, mereka menyerahkan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu kepada PT Ormat Geothermal Indonesia. Berita ini langsung viral setelah akun Instagram @middleeastmonitor mengunggahnya.
Pemerintah mengklaim proyek ini bagian dari ambisi nasional mencapai Net Zero Emission 2060 untuk transisi dari batubara ke energi bersih. Banyak pihak mempertanyakan urgensi dan konsistensi politik luar negeri Indonesia, karena keputusan ini membuka celah antara retorika diplomatik dan realita investasi, memicu kegelisahan publik.
PT Ormat Geothermal Indonesia dikendalikan oleh Ormat Technologies, sebuah raksasa energi yang dibangun di atas fondasi teknik, manufaktur, dan jaringan modal Israel. Masuknya investasi ini berarti aliran pendapatan dan aliansi teknologi akan bersirkulasi dalam sistem ekonomi Israel. Ini secara politis dipandang melemahkan posisi tawar Indonesia dalam menyuarakan isu Palestina.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Ancaman Ganda Bagi Ekosistem Halmahera
Selain isu politik, ekosistem Halmahera kini menghadapi risiko ganda yang serius. Pulau ini, yang masih memiliki kawasan hutan luas, tengah dihantam permintaan global yang masif. Salah satunya adalah menjadi lokasi tambang nikel raksasa untuk pengolahan baterai kendaraan listrik, dengan investor utama dari China.
Di sisi lain, modal Jepang dan Korea Selatan terus mengalir untuk pendanaan smelter dan pembangkit listrik captive, guna mengamankan akses mineral. Kehadiran konsesi panas bumi Ormat ini menambah jejak industri jangka panjang di atas ekosistem yang sudah jenuh. Halmahera kini menjadi arena perebutan sumber daya global.
Deforestasi yang dipercepat dan tekanan terhadap wilayah pesisir kini mengancam masyarakat lokal. Perubahan ekonomi yang drastis memaksa mereka beradaptasi, seringkali mengorbankan kelestarian lingkungan dan mata pencarian tradisional. Investor dan industri terus mengeksploitasi kekayaan alam Halmahera hingga terancam habis.
Baca Juga:
Pertanyaan Tentang Konsistensi Politik Luar Negeri
Langkah pemerintah memberikan konsesi kepada perusahaan afiliasi Israel ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai konsistensi politik luar negeri Indonesia. Indonesia selalu mendukung perjuangan Palestina secara tegas dan konsisten. Keputusan investasi ini justru memunculkan persepsi paradoks.
Pemerintah menunjukkan ketidakselarasan antara pernyataan diplomatik dan tindakan nyata di lapangan, sehingga keterlibatan ekonominya mengirim pesan politik yang sulit dibantah. Pesan ini bisa merusak citra Indonesia di mata internasional, terutama di kalangan negara pendukung Palestina. Rakyat pun mempertanyakan komitmen sejati pemerintah secara langsung.
Situasi ini menempatkan Indonesia di persimpangan jalan, mengejar target energi bersih dengan potensi menabrak prinsip politik, atau tetap konsisten menjaga marwah diplomasi sekaligus kelestarian lingkungan terakhir di Timur Indonesia. Pilihan ini akan menentukan arah kebijakan luar negeri dan keberlanjutan lingkungan Indonesia ke depan.
Pilihan Sulit di Persimpangan Jalan
Indonesia menghadapi dilema serius antara ambisi energi bersih, prinsip politik luar negeri, dan perlindungan lingkungan. Pemerintah menindaklanjuti target Net Zero Emission 2060 dengan langkah nyata, sambil menjaga nilai-nilai yang dijunjung masyarakat dan menilai setiap kebijakan secara menyeluruh.
Penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari proyek-proyek semacam ini. Pemerintah harus bersikap transparan dan akuntabel dalam mengambil keputusan untuk mempertahankan kepercayaan publik. Rakyat berhak mendapatkan informasi tentang alasan di balik keputusan ini dan dampaknya terhadap kehidupan mereka.
Pemerintah harus memilih langkahnya, karena keputusan itu akan menentukan masa depan Halmahera dan citra Indonesia di mata dunia. Apakah Indonesia akan memprioritaskan investasi yang berpotensi konflik, ataukah akan mengedepankan kelestarian lingkungan dan konsistensi politik luar negeri yang berpihak pada keadilan? Ini adalah pertanyaan krusial yang harus segera dijawab.
Dapatkan semua berita viral, trending, dan update terpanas, langsung di VIEWNEWZ, pusat informasi terkini hanya untuk Anda.
- Gambar Pertama dari suara.com
- Gambar Kedua dari scrollberita.com

