Ketegangan Meningkat! Iran ‘Turun Tangan’ di Konflik Afghanistan-Pakistan
Iran menawarkan bantuan mediasi untuk meredakan ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan yang kembali memanas setelah bentrokan dan serangan udara.
Iran menyatakan kesiapannya memfasilitasi dialog dan memperkuat pemahaman antara kedua negara, berharap upaya diplomatik dapat mencegah eskalasi lebih jauh dan membawa stabilitas regional. Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran internasional terhadap konflik yang telah menimbulkan reaksi global. Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya yang sedang viral hanya ada di VIEWNEWZ.
Iran Tawarkan Mediasi di Tengah Konflik Pakistan-Afghanistan
Pemerintah Iran menawarkan bantuan untuk memfasilitasi dialog antara Afghanistan dan Pakistan, yang kembali terlibat pertempuran pekan ini. Tawaran itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui akun resmi media sosial X pada Jumat (27/2/2026). Iran menegaskan kesiapannya untuk mendukung upaya perdamaian dan meningkatkan kerja sama.
Ketegangan ini muncul setelah Pakistan membombardir beberapa wilayah di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, menyusul bentrokan lintas perbatasan yang terjadi pada Kamis (26/2) malam. Pasukan Pakistan menanggapi serangan pasukan Afghanistan sebelumnya dengan melancarkan aksi militer, kata Islamabad.
Iran, yang berbagi perbatasan dengan kedua negara, memiliki hubungan strategis dengan Islamabad dan juga berkomunikasi dengan otoritas Taliban di Kabul. Iran tetap menawarkan diri sebagai mediator potensial, meskipun Teheran belum mengakui pemerintahan Taliban secara resmi, sama seperti yang dilakukannya saat pertempuran serupa pada Oktober tahun lalu.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Latar Belakang Konflik dan Gencatan Senjata
Pertempuran terbaru pecah setelah Qatar dan Turki memediasi gencatan senjata rapuh yang diberlakukan sejak Oktober 2025. Konflik lintas perbatasan tersebut menjadi gelombang kekerasan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan korban jiwa di kedua pihak.
Militer Pakistan melancarkan serangan udara pada beberapa provinsi Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat pagi (27/2). Pakistan menegaskan operasi ini sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan pasukan Afghanistan pada Kamis malam. Serangan ini menyoroti ketegangan yang terus membara di sepanjang perbatasan kedua negara.
Di sisi lain, pemerintah Taliban menegaskan bahwa serangan terhadap pos-pos perbatasan Pakistan pada Kamis malam adalah balasan atas serangan udara Pakistan sebelumnya. Siklus aksi dan reaksi ini memperumit upaya perdamaian dan membuat pihak-pihak sulit mempertahankan gencatan senjata yang rapuh.
Baca Juga: Dunia Tersentak! Rusia Hujani Ukraina Dengan Ratusan Drone Dan Puluhan Rudal
Korban dan Ketegangan Memuncak
Otoritas Pakistan mengklaim pasukannya berhasil menewaskan 133 petempur Taliban dalam serangan terbaru. Taliban menyatakan pasukannya menewaskan 55 tentara Pakistan dan menangkap beberapa tentara lainnya hidup-hidup dalam serangan balasan. Angka korban ini menegaskan eskalasi ketegangan antara kedua pihak.
Hubungan kedua negara memang sudah tegang sejak lama, akibat tuduhan Pakistan bahwa Afghanistan melindungi militan yang menyerang wilayah perbatasannya. Taliban membantah tuduhan tersebut, namun konflik terus meningkat karena serangan lintas batas yang berulang.
Situasi ini memperlihatkan kompleksitas keamanan regional, di mana perbatasan yang panjang dan kelompok militan yang bergerak bebas memperumit upaya diplomasi. Eskalasi terbaru ini memicu kekhawatiran komunitas internasional mengenai potensi konflik lebih luas di Asia Selatan.
Pernyataan Pemerintah dan Ancaman Perang Terbuka
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyatakan bahwa negaranya kini melakukan “konfrontasi habis-habisan” dengan pemerintah Taliban di Afghanistan. Asif menegaskan bahwa kesabaran Pakistan telah mencapai batas, dan konflik ini kini berada dalam kategori “perang terbuka”.
Taliban melancarkan serangan lintas perbatasan, memaksa Pakistan bertindak tegas untuk melindungi wilayahnya, kata Asif. Pernyataan ini menunjukkan eskalasi retorika yang tinggi dan risiko konflik berkepanjangan jika mediasi internasional gagal.
Sementara itu, Iran tetap menekankan kesediaannya memfasilitasi dialog antara kedua negara. Teheran berharap peran mediasi ini dapat mendinginkan ketegangan, mencegah konflik lebih luas, dan mendorong kerja sama regional yang stabil di tengah persaingan geopolitik dan ancaman militan lintas perbatasan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari taghribnews.com

