Konflik Memanas, Gedung Pencakar Langit Bahrain di Hantam Drone Iran

Ketegangan di Teluk semakin memuncak setelah sebuah drone Iran menghantam gedung pencakar langit di Manama, Bahrain, bagian pangkalan militer AS.

Gedung Pencakar Langit Bahrain di Hantam Drone Iran

Insiden ini memicu kebakaran, evakuasi, dan respons global saat konflik Iran-AS-Israel meluas ke negara tetangga. Dampak di Bahrain, dan reaksi internasional atas serangan yang mengguncang keamanan regional global. Simak dan ikutin terus  informasi terbaru dan terviral lainnya yang sedang viral hanya ada di VIEWNEWZ.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Drone Iran Hantam Bahrain, Kronologi Singkat

Serangan drone yang diduga milik Iran telah menghantam sebuah gedung tinggi di Bahrain pada tanggal 28 Februari 2026, dalam konteks konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Gedung itu berada di daerah Manama ibu kota Bahrain dan gambar asli menunjukkan detik‑detik saat drone mengenai bagian atas bangunan.

Belum ada keterangan resmi apakah gedung tersebut merupakan sasaran utama, atau drone itu meleset dan bukan target yang dimaksud. Otoritas Bahrain masih dalam proses investigasi untuk memastikan motif serta apakah gedung itu menampung target militer atau sipil.

Namun Kementerian Bahrain menyebut insiden ini berhubungan dengan serangan Iran yang menargetkan aset militer Amerika Serikat di negara itu, terutama pangkalan militer AS yang berperan strategis di wilayah Teluk.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Latar Belakang Memanasnya Konflik Iran-AS-Israel

Serangan drone terjadi di tengah eskalasi konflik besar antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Dalam beberapa hari terakhir, Iran telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA), sebagai respons atas operasi militer yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap wilayah Iran.

Menurut pernyataan yang dikutip kantor berita internasional, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan serangan itu merupakan bagian dari strategi balasan yang lebih luas yang juga menargetkan fasilitas militer di Israel dan sekutunya di kawasan Teluk.

Serangan ini menjadi salah satu puncak ketegangan baru di Timur Tengah, di mana insiden‑insiden militer kini sudah meluas ke negara ketiga. Bahrain, sebagai tuan rumah pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS, menjadi salah satu titik geopolitik yang sangat sensitif dalam konflik ini.

Baca Juga: AS Tutup Kedubes di Bahrain Setelah Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer!

Bahrain, Gedung Rusak dan Evakuasi Massal

Bahrain, Gedung Rusak dan Evakuasi Massal=

Akibat hantaman drone tersebut, gedung tinggi di Manama mengalami kerusakan, dengan laporan awal menunjukkan api dan asap di lokasi kejadian. Tim pertahanan sipil Bahrain segera merespon dengan operasi pemadaman api dan evakuasi warga di sekitarnya.

Otoritas keselamatan Bahrain melaporkan bahwa satu orang mengalami cedera akibat isapan asap. Hingga kini, mereka belum menemukan korban jiwa. Tim evakuasi mengevakuasi warga sebagai tindakan pencegahan karena struktur gedung berpotensi runtuh akibat hantaman.

Pemerintah setempat juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi, sembari menekankan bahwa perlindungan publik menjadi prioritas utama. Pihak berwenang menegaskan hak Bahrain untuk mempertahankan kedaulatan negaranya atas serangan militer dari luar.

AS Tutup Kedubes, Dunia Bereaksi

Dampak serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Bahrain membuat Amerika Serikat mengambil langkah signifikan: menutup kedutaan besarnya di Bahrain untuk sementara. Pemerintah mengumumkan kebijakan ini menyusul serangan rudal dan drone yang masih berlangsung, dan menetapkannya sebagai langkah perlindungan bagi staf diplomatik.

Otoritas AS menunda semua pelayanan konsuler di wilayah Teluk. Hingga kini, mereka belum mengumumkan kapan operasi normal akan kembali berjalan. Keputusan ini menegaskan meningkatnya risiko keamanan bagi warga dan personel AS di kawasan tersebut.

Selain itu, negara‑negara Teluk seperti Saudi Arabia, Qatar, dan UEA mengecam serangan Iran sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan mereka dan menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari Luxury Life
  • Gambar Kedua dari Ricky Alamsyah

Similar Posts