Korban Tewas Gempa M 7,7 di Myanmar Meningkat Menjadi 694 Orang

Korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar terus meningkat menjadi 694 orang, sementara 1.670 lainnya menderita luka-luka.

Korban Tewas Gempa M 7,7 di Myanmar Meningkat Menjadi 694 Orang

Gempa yang terjadi pada hari Jumat itu menyebabkan kerusakan yang meluas dan hilangnya nyawa di berbagai wilayah. VIEWNEWZ akan membahas lebih dalam lagi mengenai korban tewas akibat gempa berkekuatan M 7,7 di Myanmar meningkat Menjadi 694 orang.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Guncangan Awal dan Dampak Segera

Gempa berkekuatan 7,7 SR terjadi pada hari Jumat sekitar pukul 12:52 siang waktu setempat, dengan pusat gempa berada dekat Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar. Gempa tersebut berpusat di kedalaman sekitar 10 kilometer, dan guncangannya terasa di seluruh Myanmar, Thailand, China selatan, dan Laos.

Pusat gempa terletak sekitar 17 km dari Mandalay, Myanmar, pada kedalaman 10 km (6,2 mil). Gempa susulan dengan magnitudo 6,4 tercatat 12 menit kemudian di lokasi terdekat sekitar 60 kilometer, diikuti oleh beberapa gempa yang lebih kecil. Akibatnya, bangunan runtuh, dan rumah sakit utama di Mandalay kewalahan menangani korban yang terus berdatangan.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - mau nonton gratis timnas bebas iklan dan gratis? Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Update Jumlah Korban Jiwa dan Luka-luka

Jumlah korban tewas terus meningkat secara signifikan sejak gempa terjadi. Pada hari Sabtu, junta militer Myanmar mengumumkan bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 1.644 orang, dengan 3.408 orang terluka dan 139 orang hilang.

Informasi langsung dari Myanmar sulit diperoleh karena pemerintahan junta militer mengendalikan hampir semua media setempat dan membatasi penggunaan internet. Jalur komunikasi juga terputus, sehingga menyulitkan lembaga bantuan untuk memberikan informasi di lapangan.

Baca Juga: Korban Tewas Gempa Myanmar Tembus 10.000 Jiwa, Adakah Rakyat Indonesia?

Kerusakan Infrastruktur dan Bangunan

Kerusakan Infrastruktur dan Bangunan

Gempa tersebut menyebabkan kerusakan yang meluas pada infrastruktur dan bangunan di seluruh wilayah yang terdampak. Laporan menunjukkan bahwa banyak bangunan runtuh, termasuk rumah, gedung komersial, dan bangunan bersejarah.

Di Mandalay, sebuah pagoda Buddha kuno hancur menjadi puing-puing, dan sebuah biara ambruk, menewaskan seorang pendeta dan melukai beberapa lainnya. Selain itu, jembatan dan jalan juga rusak parah, sehingga menghambat upaya penyelamatan dan bantuan.

Upaya Penyelamatan dan Tanggap Darurat

Setelah gempa, pemerintah Myanmar segera mengerahkan tim penyelamat ke daerah-daerah yang terkena dampak untuk mencari dan menyelamatkan korban yang selamat yang terjebak di bawah reruntuhan. Rumah sakit dan pusat medis juga siaga tinggi untuk memberikan perawatan medis kepada ribuan orang yang terluka.

Junta militer Myanmar telah meminta bantuan kemanusiaan internasional untuk membantu mengatasi dampak bencana yang sangat besar. Beberapa negara dan organisasi internasional telah merespons dengan menawarkan bantuan, termasuk mengirimkan tim penyelamat, pasokan medis, dan bantuan keuangan.

Dampak Regional dan Analisis Ilmiah

Guncangan dari gempa itu dirasakan hingga ke wilayah tengah dan utara Thailand, termasuk Bangkok, serta ke Provinsi Yunnan di barat daya China yang berbatasan dengan Myanmar. Di Bangkok, beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, dan penduduk dievakuasi sebagai tindakan pencegahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan analisis terkait gempa bumi di Myanmar. Menurut BMKG, gempa ini merupakan fenomena Vibrasi Periode Panjang (Long Vibration Period), di mana gelombang gempa direspons oleh tanah lunak.

USGS memperkirakan bahwa gempa bumi di Myanmar berpotensi menewaskan lebih dari 10.000 orang. Perkiraan ini didasarkan pada intensitas guncangan dan populasi di daerah yang terkena dampak, tetapi tidak memperhitungkan potensi dampak lanjutan seperti tanah longsor dan likuifaksi.

Tantangan Bantuan Kemanusiaan dan Pemulihan

Terlepas dari upaya bantuan internasional dan domestik, sejumlah tantangan masih menghambat upaya pemulihan. Myanmar yang terisolasi dan ketidakstabilan internal mempersulit tanggapan bantuan kemanusiaan global.

Negara itu telah dilanda perang saudara, sehingga terdapat kendala logistik besar dalam menyalurkan bantuan kepada orang-orang yang paling membutuhkannya. Selain itu, junta Myanmar telah berulang kali memutus internet dan membatasi akses ke media sosial, sehingga memutus negara itu dari dunia digital.

Manfaatkan waktu anda untuk mengeksplorisasi berita terbaru dan menarik lainnya hanya di .


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari detik.com
  2. Gambar Kedua dari liputan6.com

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *