Pelaku Penembakan Staf KBRI Zetro Diduga Terafiliasi Geng Kriminal Peru
Zetro Leonardo Purba, seorang penata kanselerai muda berusia 40 tahun, ditembak mati saat pulang kerja menggunakan sepeda di kawasan Lince, Lima.

Rekaman CCTV menunjukkan seorang pria bersenjata menembaknya tiga kali, termasuk satu tembakan fatal ke kepala, sebelum melarikan diri dengan sepeda motor yang dikendarai oleh seorang rekan.
Tidak ada barang yang dicuri dari korban, mengindikasikan bahwa serangan tersebut merupakan serangan terencana dan bukan perampokan biasa.
Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran VIEWNEWZ.
Dugaan Keterlibatan Geng Kriminal
Pemerintah Peru mengklasifikasikan kasus ini sebagai “pembunuhan berencana” atau qualified homicide. Yang mengarah pada dugaan bahwa Zetro menjadi target geng kriminal.
Sebelumnya, pada Maret 2025, pemerintah Peru telah memberlakukan keadaan darurat di Lima dan Callao akibat meningkatnya kekerasan terkait pemerasan oleh geng kriminal. Beberapa geng kriminal internasional, seperti Tren de Aragua dari Venezuela, diketahui beroperasi di wilayah tersebut.
Selain itu, rekaman CCTV menunjukkan bahwa pelaku sebelumnya terlihat berkeliaran di sekitar kediaman korban, yang mengindikasikan bahwa mereka telah memantau aktivitas Zetro sebelum melakukan serangan.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Gambaran Umum Keamanan di Peru
Peru saat ini menghadapi lonjakan signifikan dalam angka kejahatan. Pada tahun 2025, tercatat lebih dari 6.000 kasus pembunuhan dan hampir 16.000 keluhan pemerasan, yang merupakan angka tertinggi sejak 2017. Kekerasan ini sebagian besar dipicu oleh aktivitas geng kriminal terorganisir yang terlibat dalam pemerasan dan perdagangan narkoba.
Pemerintah Peru mengakui bahwa serangan terhadap diplomat asing menunjukkan batas kemampuan mereka dalam mencegah kejahatan terorganisir dan menekankan perlunya peningkatan keamanan di ibu kota.
Baca Juga: Tragis! Diplomat Indonesia Tertembak 3 Kali di Peru, Nyawanya Tak Tertolong
Respons Indonesia dan Komisi I DPR

Kementerian Luar Negeri Indonesia segera mengutuk keras serangan tersebut dan meminta agar pemerintah Peru melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan. Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, juga menekankan pentingnya perlindungan maksimal bagi diplomat dan warga negara Indonesia di Peru.
Komisi I DPR Indonesia juga mendesak pemerintah Peru untuk melakukan investigasi secara tuntas terhadap penembakan staf KBRI di Lima. Mereka menekankan bahwa pemerintah Peru wajib memberikan perlindungan dan menjamin keamanan staf diplomatik Indonesia.
Kesimpulan
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi komunitas internasional tentang meningkatnya ancaman terhadap diplomat dan warga negara asing di kawasan Amerika Latin. Dukungan dari pemerintah Indonesia dan masyarakat internasional sangat penting untuk memastikan bahwa pelaku kejahatan ini diadili dan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Kematian Zetro Leonardo Purba meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerjanya. Semoga keadilan segera ditegakkan, dan peristiwa ini menjadi titik balik dalam upaya bersama untuk memberantas kejahatan terorganisir di kawasan ini.
Semoga melalui penyelidikan yang transparan dan menyeluruh, keadilan dapat ditegakkan, dan tragedi serupa tidak terjadi lagi. Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.
- Gambar Pertama dari jabar.inews.id
- Gambar Kedua dari bandung.kompas.com

