Polisi Iran Tetapkan Batas Waktu 3 Hari Untuk Perusuh Menyerah

Polisi Iran memberikan ultimatum kepada demonstran yang terlibat dalam protes yang dianggap “kerusuhan”, memberi waktu tiga hari untuk menyerahkan diri.

Waktu 3 Hari Untuk Perusuh Menyerah

Kepala kepolisian menyebut para pemuda yang terlibat tanpa sadar sebagai “tertipu” dan bukan musuh, mengajak mereka menyerah untuk mengurangi konfrontasi. Langkah ini muncul di tengah gelombang protes besar yang menantang pemerintahan Tehran, temukan berita terkini dan fakta mengejutkan hanya di VIEWNEWZ.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Polisi Iran Tawarkan Pengampunan 3 Hari bagi Demonstran

Kepala Kepolisian Iran, Jenderal Ahmad-Reza Radan, memberikan ultimatum kepada para perusuh dalam unjuk rasa antipemerintah yang melanda negara itu sejak akhir Desember 2025. Radan menegaskan bahwa mereka yang menyerahkan diri dalam tiga hari ke depan akan mendapat hukuman lebih ringan. Pernyataan ini disampaikan melalui televisi pemerintah Iran pada Selasa (20/1/2026).

“Orang-orang muda yang tanpa sadar terlibat dalam kerusuhan dianggap sebagai individu yang tertipu, bukan tentara musuh,” ujar Radan. Ia menambahkan bahwa mereka akan diperlakukan dengan kelonggaran oleh sistem Republik Islam, selama menyerahkan diri dalam batas waktu yang ditentukan.

Ultimatum ini menjadi upaya pemerintah untuk menekan eskalasi kerusuhan dan mengajak partisipan protes untuk kembali ke jalur hukum. Otoritas Iran berharap langkah ini dapat meredakan ketegangan tanpa harus meningkatkan jumlah korban akibat operasi keamanan yang lebih keras.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Penyebab dan Latar Aksi Demonstrasi

Unjuk rasa ini awalnya dipicu oleh kemarahan publik terkait kesulitan ekonomi dan meningkatnya harga kebutuhan pokok. Protes yang dimulai damai pada akhir Desember, perlahan meluas menjadi aksi antipemerintah dan tuntutan pengakhiran pemerintahan ulama di Iran.

Kerusuhan ini disebut sebagai yang paling mematikan sejak Revolusi Islam tahun 1979 dan menjadi tantangan serius bagi kepemimpinan Teheran dalam beberapa tahun terakhir. Aparat keamanan Iran menindak tegas, yang menurut kelompok HAM, telah menimbulkan ribuan korban tewas.

Pejabat Iran menyatakan bahwa aksi damai awalnya dipicu oleh pengaruh asing, termasuk Amerika Serikat dan Israel, yang diduga bertujuan mendestabilisasi rezim Teheran. Narasi ini digunakan untuk membenarkan operasi penertiban yang ketat terhadap peserta unjuk rasa.

Baca Juga: Heboh! Eks Wamenaker “Noel” Terancam Penjara! Didakwa Terima Gratifikasi Rp 3,3 Miliar Plus Ducati Mewah!

Jumlah Penangkapan dan Tuntutan Keras

Jumlah Penangkapan dan Tuntutan Keras

Laporan kantor berita Tasnim menyebutkan bahwa sekitar 3.000 orang telah ditangkap hingga akhir pekan lalu, sementara kelompok HAM seperti Human Rights Activists in Iran (HRANA) melaporkan lebih dari 24.000 orang ditahan selama protes berlangsung. Penangkapan ini mencakup berbagai kalangan, dari pemuda hingga aktivis sipil, yang dianggap ikut terlibat dalam kerusuhan.

Jenderal Radan menekankan bahwa individu yang menyerahkan diri dalam waktu tiga hari akan diperlakukan lebih ringan, sebagai bentuk pertimbangan bagi mereka yang terjebak dalam aksi kekerasan tanpa sengaja. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah konfrontasi langsung di jalanan dan mendorong penyelesaian secara hukum.

Tindakan keras ini menjadi peringatan bagi seluruh warga agar tidak terlibat dalam kerusuhan, sekaligus memperkuat otoritas kepolisian dalam menjaga stabilitas negara. Pemerintah Iran menekankan perlunya disiplin hukum dan ketertiban publik sebagai landasan keamanan nasional.

Kata-Kata Pemimpin Tertinggi Iran tentang Protes dan Keamanan

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan pada Sabtu (16/1) bahwa otoritas Teheran “harus menghancurkan kekuatan para penghasut”. Ia juga menekankan bahwa “para penjahat” baik domestik maupun asing tidak akan luput dari hukuman. Pernyataan ini menunjukkan sikap tegas pemerintah terhadap segala bentuk protes yang dianggap mengancam stabilitas negara.

Menurut Khamenei, tindakan tegas pemerintah diperlukan untuk melindungi sistem Republik Islam dari upaya asing yang mencoba memanfaatkan ketidakpuasan publik. Ia menegaskan bahwa keamanan nasional dan kedaulatan negara menjadi prioritas utama di tengah krisis sosial dan politik yang tengah berlangsung.

Pernyataan pemimpin tertinggi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa penindakan hukum terhadap perusuh akan berlanjut. Pemerintah Iran berharap kombinasi ultimatum, penegakan hukum, dan pendekatan “kelonggaran” bagi yang menyerahkan diri dapat meredakan ketegangan dalam jangka panjang.

Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari kompas.com

Similar Posts