Serangan Drone Rusia-Ukraina, Ribuan Nyawa Terancam di Tengah Konflik Mematikan!

Serangan drone Rusia-Ukraina terus menelan korban jiwa, memperburuk konflik dan mengancam ribuan nyawa di zona perang.

Serangan drone Rusia-Ukraina terus menelan korban jiwa

Ketegangan Rusia-Ukraina terus memuncak dengan serangan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone. Insiden mematikan ini menewaskan korban di kedua pihak, menambah penderitaan dalam konflik yang berkepanjangan. Serangan drone ini menunjukkan eskalasi terbaru dalam perang hampir empat tahun.

Dapatkan berbagai berita menarik dari dalam dan luar negeri yang inspiratif dan bermanfaat, hanya di VIEWNEWZ, sumber wawasan terpercaya!

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Serangan Drone Rusia di Ukraina

Pada Minggu, 1 Februari 2026, serangan drone Rusia dilaporkan menghantam sebuah bus yang mengangkut para pekerja tambang di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina bagian timur. Akibat insiden tragis ini, sedikitnya 12 orang tewas dan tujuh lainnya mengalami luka-luka. Bus tersebut tengah melaju di area Ternivka, sekitar 65 kilometer dari garis depan pertempuran.

Kepala administrasi militer regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, mengidentifikasi drone tersebut sebagai ‘drone musuh’ yang merujuk pada Rusia. Para korban tewas diyakini merupakan pekerja tambang yang sedang dalam perjalanan pulang dari fasilitas tambang. Ini menyoroti risiko yang dihadapi warga sipil di zona konflik.

Selain insiden bus, serangan drone Rusia pada Minggu, 1 Februari 2026 pagi juga menargetkan sebuah rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia, Ukraina selatan. Serangan ini menyebabkan sedikitnya tujuh orang terluka, termasuk dua wanita yang sedang menjalani pemeriksaan medis. Di kota Dnipro, serangan drone pada malam hari menewaskan seorang pria dan seorang wanita.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Jeda Serangan Dan Kondisi Cuaca Ekstrem

Serangan terjadi bersamaan dengan berakhirnya jeda serangan sepihak Rusia terhadap Ukraina. Presiden AS Donald Trump mengumumkan jeda ini pada Kamis, 29 Januari 2026, dan menyatakan bahwa Vladimir Putin setuju menghentikan serangan sementara ke Kyiv dan beberapa kota selama cuaca ekstrem.

Namun, syarat-syarat kesepakatan antara Trump dan Putin masih belum jelas dan tidak secara resmi dikonfirmasi oleh Kremlin. Kremlin tidak secara eksplisit mengaitkan jeda serangan dengan kondisi cuaca, yang membuat situasi semakin ambigu. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas dan keberlanjutan gencatan senjata sementara tersebut.

Kondisi cuaca dingin ekstrem dengan suhu mencapai minus 20 derajat Celcius semakin memperparah penderitaan warga. Infrastruktur listrik dan pemanas Ukraina telah hancur akibat serangan sebelumnya, menyebabkan penduduk menghadapi kegelapan dan kedinginan. Situasi ini meningkatkan tekanan kemanusiaan di wilayah konflik.

Baca Juga: AS Belum Siap Menyerang Iran, Ini 3 Pertimbangannya

Balasan Ukraina ke Wilayah Rusia

 Balasan Ukraina ke Wilayah Rusia

Sebagai balasan atas serangan Rusia, Ukraina juga meluncurkan serangan drone ke wilayah perbatasan Rusia, Belgorod. Serangan balasan ini mengakibatkan kematian dua warga sipil di kota Stary Oskol, yang terletak di utara perbatasan Ukraina. Insiden ini dilaporkan oleh Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, pada Senin, 2 Februari 2026.

Gladkov menyatakan bahwa serangan drone Ukraina menghantam sebuah rumah, menyebabkan kebakaran dan sebagian ambruknya bangunan. Tim penyelamat yang bekerja di lokasi kejadian menemukan jenazah dua orang korban. Moskow melancarkan gempuran harian, dan serangan ini menjadi respons terhadapnya.

Ukraina terus melancarkan serangan drone ke wilayah Rusia, menargetkan sektor energi sebagai strategi balasan. Upaya ini bertujuan untuk menekan Rusia, serupa dengan taktik Rusia yang menghancurkan infrastruktur vital Ukraina. Konflik ini semakin menunjukkan pola saling serang yang merugikan kedua belah pihak.

Dampak Kemanusiaan Dan Escalasi Konflik

Saling serang dengan drone ini secara langsung berdampak pada korban jiwa dari kalangan sipil, menunjukkan bahwa konflik bersenjata ini terus merenggut nyawa warga tak bersalah. Escalasi penggunaan drone sebagai senjata utama semakin meningkatkan risiko dan kerusakan yang ditimbulkan. Masyarakat sipil terus menjadi korban utama dalam perang ini.

Serangan balasan yang terus-menerus membuat lingkaran kekerasan sulit diputus. Kedua negara tampaknya terjebak dalam siklus saling serang yang tidak hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga memporak-porandakan kehidupan. Situasi ini memerlukan perhatian serius dari komunitas internasional.

Dengan suhu yang sangat rendah dan kerusakan infrastruktur, kondisi kemanusiaan di Ukraina semakin memburuk. Jutaan orang menghadapi ancaman kedinginan dan kelaparan. Pihak kemanusiaan mendesak memberikan bantuan untuk meringankan penderitaan mereka yang terjebak di tengah pusaran konflik.

Gunakan waktu Anda untuk menjelajahi berbagai informasi viral terbaru dan terpopuler lainnya, hanya di VIEWNEWZ, pusat berita terkini!


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari internasional.tvrinews.com

Similar Posts