Siapa Ali Larijani? Ini Sosok di Balik Tokoh Iran Yang Tewas Diserang Israel!
Ali Larijani merupakan salah satu tokoh keamanan paling berpengaruh di Iran yang tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Israel.
Larijani dikenal sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Iran dan figur kunci dalam kebijakan pertahanan negara. Kematian Larijani memicu reaksi kuat dari Tehran dan dunia internasional, sekaligus menambah ketegangan konflik yang sudah memanas di Timur Tengah.
Simak bagaimana kepemimpinan barunya akan mempengaruhi politik regional dan masa depan Iran hanya ada di VIEWNEWZ.
Sosok Ali Larijani Otak Strategi Iran
Ali Larijani memimpin sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam struktur keamanan dan politik Republik Islam Iran, berkat peran strategisnya dalam kebijakan nasional dan hubungan luar negeri. Ia juga memiliki latar belakang akademis yang kuat.
Larijani memimpin berbagai kebijakan pertahanan nasional Iran dan berperan sebagai konsultan strategis dalam hubungan luar negeri serta negosiasi geopolitik. Banyak analis menilai ia memegang pengaruh lebih luas daripada sekadar kepala keamanan, bahkan menyebutnya sebagai “pemimpin de facto” saat kekosongan kekuasaan muncul setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya.
Sebelum insiden kematiannya, Larijani sering muncul dalam peran diplomatik dan keamanan penting, serta di kenal karena retorika kerasnya terhadap negara-negara Barat, terutama mengenai konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Keberadaannya menjadi simbol ketegasan Teheran di tengah krisis regional.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Serangan Israel dan Kematian Larijani
Pasukan Israel menyerang dengan pesawat tempur di wilayah Tehran pada 17 Maret 2026 dan menewaskan Ali Larijani dalam serangan udara itu. Di tengah meningkatnya konflik antara Iran dan koalisi Israel-Amerika Serikat yang semakin memanas. Serangan ini terjadi beberapa minggu setelah pemimpin tertinggi Iran sebelumnya juga tewas dalam serangan serupa, menandai eskalasi terbesar dalam perang tersebut.
Pejabat pertahanan Israel mengklaim bahwa mereka menargetkan Larijani dalam operasi tersebut sebagai bagian dari strategi untuk “menghapus ancaman eksistensial” terhadap negara-negara Barat, setelah melakukan pengintaian intensif. Namun, Iran menegaskan berita tentang serangan tersebut melalui konfirmasi beberapa lembaga berita resmi.
Serangan itu tidak hanya menewaskan Larijani, tetapi juga membunuh orang‑orang yang dekat dengannya. Termasuk putranya serta beberapa pejabat senior, yang menunjukkan besarnya skala operasi di pusat kekuasaan Tehran.
Baca Juga: Geger! Permintaan Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz Ditolak Keras Eropa, Ada Apa?
Gelombang Respons Dunia Usai Larijani Tewas
Kematian Larijani memicu reaksi keras dari pemerintahan Iran dan para sekutu internasionalnya. Pemerintah Tehran menyebut aksi itu sebagai “tindakan kriminal dan agresi”, dan menegaskan akan memberikan respons tegas terhadap negara yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Beberapa negara sekutu Iran, termasuk Rusia, mengecam tindakan tersebut dan menyatakan bahwa pembunuhan. Pejabat tinggi negara kedaulatan merupakan pelanggaran hukum internasional. Pernyataan ini mencerminkan ketegangan global yang meningkat akibat konflik.
Sementara itu, di negara-negara Barat sendiri reaksi sangat beragam. Sebagian pejabat menyambut berita itu sebagai serangan strategis terhadap struktur kepemimpinan Iran. Sementara analis internasional memperingatkan hal itu bisa memicu lonjakan eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah.
Dampak Kematian Larijani Bagi Iran
Kehilangan Larijani dianggap sebagai pukulan besar bagi kekuatan politik Iran. Banyak pakar menilai ia bukan hanya seorang kepala keamanan, tetapi juga figur sentral yang menjaga stabilitas dalam di namika politik internal Iran, terutama setelah kematian pemimpin tertinggi sebelumnya.
Para pengamat juga mencatat bahwa dampak jangka panjang dari kematian Larijani bisa menyebabkan pergeseran aliansi di dalam pemerintahan Iran. Membuka ruang bagi kelompok lain untuk memperkuat pengaruh mereka. Struktur kepemimpinan yang rapuh dapat berdampak pada kebijakan luar negeri dan hubungan Iran dengan negara-negara tetangga serta Barat.
Para pengamat menilai insiden itu akan memperburuk konflik yang sedang berlangsung, meningkatkan risiko konfrontasi militer yang lebih luas, dan memicu kekhawatiran internasional mengenai stabilitas kawasan di masa mendatang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari kumparan.com
