Tentara AS Meninggal Akibat Penembakan di Sekitar Gedung Putih

Insiden penembakan tragis yang menewaskan seorang tentara Amerika Serikat di sekitar Gedung Putih pada akhir November 2025 mengguncang hati publik.

Tentara AS Meninggal Akibat Penembakan di Sekitar Gedung Putih (2)

Peristiwa ini terjadi di jantung ibu kota Washington, D.C., wilayah yang selama ini dianggap sebagai salah satu area dengan keamanan paling ketat di Amerika Serikat.

Seorang prajurit muda dari West Virginia National Guard kehilangan nyawanya, sementara rekannya berjuang untuk bertahan hidup, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan militer, dan masyarakat secara luas.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Kronologi Penembakan Sekitar Gedung Putih

Pada hari Rabu, 26 November 2025, dua anggota West Virginia National Guard yang sedang bertugas di Washington, D.C., ditembak hanya beberapa blok dari White House tepatnya dekat stasiun metro Farragut West station, sekitar 17th and I Streets.

Saksi mata melaporkan mendengar rentetan tembakan antara 10 sampai 15 kali, menurut informasi awal dan kemudian melihat dua prajurit terjatuh.

Senjata yang digunakan disebut sebagai revolver .357 magnum. Pelaku menembak dua prajurit secara tiba-tiba awalnya satu, lalu menembak yang lain konon salah satu korban sempat mundur ke belakang sebuah tempat pemberhentian bus.

Seteleh insiden, pelaku berhasil dilumpuhkan juga mengalami luka, tapi luka pelaku tidak dianggap mengancam nyawa oleh aparat.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Korban dan Dampak

Awalnya kondisi keduanya dikabarkan kritis. Meski begitu, media dan pejabat negara sempat bingung dalam pernyataan mereka ada laporan bahwa keduanya tewas. Tapi kemudian dikoreksi setelah mendapat informasi yang lebih jelas.

Pada Kamis (hari berikutnya), Donald J. Trump menyampaikan bahwa satu dari dua prajurit tersebut Sarah Beckstrom. Anggota Garda Nasional dari West Virginia telah meninggal dunia akibat luka tembak. Prajurit lainnya, Andrew Wolfe, masih dalam kondisi kritis, berjuang untuk hidupnya.

Presiden Trump menyebut Beckstrom sebagai “orang muda yang sangat dihormati, luar biasa,” dalam sambutannya kepada militer saat hari Thanksgiving menegaskan bahwa tragedi ini sungguh memilukan dan mendorong penegakan keadilan terhadap pelaku.

Baca Juga: Terungkap! Jaringan Perampok Perhiasan Louvre Senilai Rp1,7 Triliun

Pelaku dan Klasifikasi Insiden

Pelaku dan Klasifikasi Insiden

Pelaku penembakan telah diidentifikasi sebagai seorang pria asal Afghanistan. Bernama Rahmanullah Lakanwal. Ia dilaporkan datang ke Amerika Serikat pada tahun 2021 dalam kerangka program relokasi sekaligus mendapat suaka.

Banyak media, termasuk pihak berwenang, sudah menyebut insiden ini sebagai kemungkinan “serangan teroris” atau “act of terror”. Menurut informasi, pelaku diduga pernah bekerja dalam unit militer Afghanistan yang didukung badan intelijen dan punya latar belakang sebagai paramiliter.

Setelah serangan, aparat keamanan langsung melakukan penahanan terhadap pelaku. Lakanwal sendiri sempat tertembak dalam insiden itu. Tetapi luka tersebut tidak dianggap mengancam nyawa.

Respons Pemerintah

Setelah kematian Sarah Beckstrom dikonfirmasi, Presiden Trump segera mengumumkan bahwa pihak militer akan memperketat keamanan dan menambah jumlah tentara Garda Nasional di Washington D.C. Sebagai reaksi atas serangan ini, ia menyebut pelaku sebagai “monster” dan menyerukan tindakan tegas.

Kasus ini juga memicu kembali perdebatan sengit tentang kebijakan imigrasi khususnya terkait relokasi dan penyaringan terhadap mantan militan asing dan penerima suaka. Karena pelaku disebut sebagai pengungsi Afghanistan yang sebelumnya bekerja dalam unit militer.

Selain itu, fakta bahwa insiden terjadi hanya beberapa blok dari White House menimbulkan kekhawatiran soal keamanan di ibu kota Amerika Serikat area yang biasanya dianggap sangat ketat pengamanannya.

Misteri yang Masih Terbuka

Meski banyak informasi sudah terungkap, beberapa hal masih belum jelas misalnya motif pasti penembakan, apakah pelaku bertindak sendirian, dan apakah ada kaitan dengan terorisme terstruktur. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan.

Juga, kontroversi tentang penempatan Garda Nasional di D.C. dan legalitasnya terus membayangi insiden ini menambah tekanan pada pemerintah untuk menjelaskan kenapa distribusi pasukan militer sipil bisa terjadi sedekat ini dengan pusat pemerintahan.

Simak dan ikuti terus berbagai informasi berita-berita terbaru dan update menarik lainnya hanya di VIEWNEWZ.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari www.kompas.com
  • Gambar Kedua dari news.detik.com

Similar Posts