Viral! 59 Titik Ladang Ganja Terlihat Jelas Dari Drone di Kawasan Bromo
Penemuan 59 titik ladang ganja di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah menggemparkan publik dan menjadi viral di media sosial.
Ladang-ladang ganja ini terungkap berkat penggunaan drone yang mampu menangkap area ladang tersembunyi di zona rimba. Kabar ini memicu berbagai reaksi dari warganet, mulai dari mempertanyakan bagaimana ladang ganja bisa tumbuh subur di kawasan konservasi tanpa terdeteksi, hingga mengaitkan temuan ini dengan aturan ketat penggunaan drone di Bromo.
Dibawah Ini VIEWNEWZ akan membahas penemuan 59 titik ladang ganja di kawasan taman nasional bromo tengger semeru.
Peran Drone Dalam Mengungkap Ladang Ganja Tersembunyi
Penggunaan drone menjadi kunci utama dalam mengungkap keberadaan ladang-ladang ganja yang tersembunyi di kawasan TNBTS. Dengan bantuan drone, tim berhasil memetakan titik-titik lokasi yang diduga sebagai ladang ganja.
Teknologi drone memungkinkan untuk menjangkau area-area yang sulit diakses secara manual, sehingga ladang ganja yang sebelumnya tidak terdeteksi dapat ditemukan dengan lebih mudah.
Penemuan ini sekaligus memicu perdebatan mengenai efektivitas pengawasan di kawasan konservasi dan memunculkan spekulasi mengenai alasan di balik aturan ketat penggunaan drone di wilayah tersebut.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - mau nonton gratis timnas bebas iklan dan gratis? Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Proses Hukum Dan Keterangan Saksi Dalam Persidangan
Kasus penemuan ladang ganja ini telah memasuki ranah hukum dengan digelarnya persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Lumajang. Agenda persidangan adalah pembuktian, dengan menghadirkan tiga orang saksi dari TNBTS untuk memberikan keterangan secara daring.
Tiga saksi utama yang dihadirkan adalah Yunus Tri Cahyono selaku polisi hutan dan Kepala Resor Senduro, Edwy Yunantu sebagai staf Kantor Balai Besar TNBTS, serta Untung, polisi hutan lainnya. Dalam persidangan, para saksi memberikan keterangan mengenai dampak buruk keberadaan ladang ganja bagi ekosistem kawasan.
Dampak Negatif Ladang Ganja Terhadap Ekosistem
Keberadaan ladang ganja di kawasan konservasi TNBTS memberikan dampak negatif terhadap ekosistem. Yunus Tri Cahyono menjelaskan bahwa tanaman ganja bukan bagian dari flora endemik kawasan dan merusak habitat aslinya. Untung juga menegaskan bahwa penanaman tumbuhan asing di kawasan konservasi merupakan pelanggaran serius.
Selain merusak ekosistem, kehadiran ladang ganja ini juga berdampak pada vegetasi asli seperti pinus dan cemara. Jika tidak segera ditindaklanjuti, pemulihan lingkungan di kawasan tersebut akan menjadi tantangan besar.
Baca Juga:
Lokasi Dan Luas Ladang Ganja Yang Ditemukan
Ladang ganja tersebut ditemukan di wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 3 Senduro, Kabupaten Lumajang. Dari total luas kawasan 6.367 hektare, area penanaman ganja yang terdeteksi memiliki luas kurang dari satu hektare, tersebar dalam 59 titik dengan ukuran yang bervariasi antara dua hingga 16 meter persegi.
Kepala Bidang Wilayah II Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Decky Hendra, menjelaskan bahwa 59 titik ladang ganja tersebut berada di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Lumajang. Luas setiap titik ladang ganja bervariasi, mulai dari 4 meter persegi hingga 16 meter persegi.
Reaksi Netizen Dan Spekulasi Yang Beredar
Penemuan ladang ganja di Bromo memicu beragam reaksi dari netizen di media sosial. Banyak yang mempertanyakan bagaimana ladang ganja bisa berkembang di kawasan konservasi tanpa diketahui selama ini.
Beberapa netizen bahkan mengaitkan temuan ini dengan aturan ketat penggunaan drone di kawasan Bromo, berspekulasi bahwa larangan tersebut bertujuan untuk menyembunyikan keberadaan ladang ganja. Dugaan adanya kelalaian hingga spekulasi mengenai keterlibatan oknum tertentu terus bermunculan di media sosial.
Upaya Pemulihan Ekosistem Dan Penegakan Hukum
Setelah penemuan ladang ganja, pihak berwenang diharapkan segera mengambil tindakan untuk memulihkan ekosistem yang terdampak. Langkah-langkah pemulihan lingkungan perlu dilakukan secara komprehensif agar vegetasi asli dapat kembali tumbuh subur.
Selain itu, penegakan hukum terhadap pelaku penanaman ganja harus dilakukan secara tegas untuk memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Pengawasan yang lebih ketat di kawasan konservasi juga diperlukan untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas ilegal yang merusak lingkungan.
Kesimpulan
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, diperlukan langkah-langkah konkret seperti peningkatan pengawasan, penegakan hukum yang tegas, dan pemulihan ekosistem yang terdampak. Partisipasi aktif dari masyarakat, termasuk dalam melaporkan aktivitas mencurigakan, juga sangat penting.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, diharapkan kawasan Bromo dapat terbebas dari aktivitas ilegal dan tetap lestari sebagai warisan alam yang tak ternilai harganya. Simak dan ikuti terus VIEWNEWZ agar Anda tidak ketinggalan informasi menarik lainnya yang terupdate sertiap hari.
Sumber Informasi Gambar:
1.Gambar Pertama dari: travel.detik.com
2.Gambar Kedua dari: www.beritasenator.com