13 Orang Ditangkap! Polisi Malaysia Ungkap Kasus Penipuan Judi Online Lintas Negara

Polisi Malaysia membongkar jaringan penipuan judi online lintas negara di Perak, menangkap 13 orang dan menyita puluhan perangkat terkait.

13 Orang Ditangkap! Polisi Malaysia Ungkap Kasus Penipuan Judi Online Lintas Negara

Kasus ini mencuat setelah polisi Perak menyelidiki aktivitas sebuah kelompok yang mengelola akun Alipay untuk memindahkan dana dari penipuan judi online. Polisi kemudian menggelar dua serbuan di Teluk Intan pada 28 September dan menangkap 13 orang yang mereka duga terlibat dalam jaringan tersebut.

Para tersangka terdiri dari lima warga Malaysia dan delapan warga Myanmar dengan usia antara 20 hingga 44 tahun. Menurut keterangan polisi, kelompok tersebut berperan sebagai pemimpin sindikat dan agen yang mengurus pembukaan akun pembayaran.

Berikut ini VIEWNEWZ akan mengulas lebih jauh mengenai kasus penipuan judi online lintas negara tersebut, mulai dari penangkapan 13 tersangka, modus penggunaan akun Alipay, hingga barang bukti yang diamankan polisi Malaysia.

Shotgoals nonton gratis
NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Polisi Tangkap 13 Orang di Teluk Intan

Tim kepolisian Perak bergerak dalam dua serbuan di sekitar Teluk Intan pada 28 September. Operasi tersebut membawa petugas kepada 13 tersangka yang mereka duga memiliki hubungan dengan aktivitas pemindahan dana hasil penipuan judi online.

Kepala Polisi Perak Datuk Mohd Alwi Zainal Abidin menjelaskan bahwa kelompok tersebut bertindak sebagai agen payment gateway. Mereka membantu menerima dan memindahkan dana yang berasal dari penipuan judi online yang menyasar warga China.

Polisi kemudian membawa seluruh tersangka untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. Penyidik masih menelusuri peran masing-masing orang dalam jaringan tersebut.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Rekrut Warga untuk Membuka Akun Alipay

Kelompok tersebut menjalankan modus yang memanfaatkan data pribadi warga Malaysia. Mereka menawarkan bayaran RM500 kepada warga lokal yang bersedia membuka akun Alipay menggunakan informasi paspor Malaysia.

Setelah pemilik data menyerahkan informasi paspor, kelompok tersebut memakai ponsel untuk menjalankan proses pemindaian wajah. Cara ini membantu mereka menyelesaikan proses verifikasi akun dengan identitas warga yang mereka rekrut.

Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak menyerahkan data pribadi kepada pihak yang menawarkan imbalan serupa. Informasi paspor dan identitas lainnya dapat menimbulkan masalah jika orang lain memakainya untuk aktivitas melanggar hukum.

Baca Juga: 3 Kapal Tanker Terkait UEA Diserang, Iran Soroti Transit di Selat Hormuz

Puluhan Akun Alipay Kelola Transaksi

Penyelidikan polisi menunjukkan bahwa kelompok tersebut mulai menjalankan aktivitasnya sejak pertengahan Juli 2026. Hingga penangkapan berlangsung, sindikat itu telah membuka sekitar 60 akun Alipay menggunakan data pribadi warga setempat.

Setiap transaksi memberi keuntungan bagi kelompok tersebut melalui komisi sebesar dua persen. Polisi memperkirakan jaringan itu mampu menghasilkan sekitar RM2.000 setiap hari dari aktivitas tersebut.

Angka tersebut masih masuk dalam hasil penyelidikan polisi. Petugas terus menelusuri transaksi dan aliran dana untuk mengetahui cakupan aktivitas kelompok secara lebih lengkap.

65 Ponsel dan 71 Kartu SIM Diamankan

65 Ponsel dan 71 Kartu SIM Diamankan

Dalam dua serbuan tersebut, polisi mengamankan berbagai perangkat yang mereka kaitkan dengan aktivitas kelompok. Petugas membawa 65 ponsel, satu laptop, delapan paspor Malaysia, 71 kartu SIM, serta sebuah SUV dengan nilai sekitar RM190.000.

Jumlah ponsel dan kartu SIM yang cukup banyak menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan. Polisi dapat memeriksa perangkat tersebut untuk mencari informasi mengenai akun, komunikasi, serta transaksi yang berkaitan dengan kasus.

Barang-barang tersebut kini membantu penyidik memperluas pemeriksaan terhadap aktivitas kelompok dan kemungkinan hubungan mereka dengan pihak lain.

Penyelidikan Polisi Masih Berlanjut

Polisi Perak masih mengembangkan kasus ini untuk mengetahui lebih jauh jaringan yang berada di balik aktivitas pemindahan dana. Penyidik juga terus memeriksa data dari perangkat dan akun yang berkaitan dengan kelompok tersebut.

Polisi menyelidiki kasus ini berdasarkan Seksyen 424A dan Seksyen 120(b) Kanun Keseksaan Malaysia. Seluruh tersangka juga menjalani proses hukum sesuai perkembangan penyelidikan.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana data pribadi dapat menjadi bagian dari modus kejahatan lintas negara. Karena penyelidikan masih berjalan, polisi belum mengungkap seluruh pihak yang mungkin memiliki hubungan dengan jaringan tersebut.

Similar Posts