Geger Gowa! Demo Dugaan Perselingkuhan Bupati Pecah Saat Pemberangkatan Jemaah Haji

Warga menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Gowa terkait dugaan perselingkuhan yang menyeret nama kepala daerah.

Dugaan Perselingkuhan Bupati Pecah Saat Pemberangkatan Jemaah Haji

Aksi ini berlangsung di tengah momen penting pemberangkatan calon jemaah haji, sehingga menarik perhatian publik. Para demonstran menuntut klarifikasi serta desakan kepada tokoh adat dan pemuka agama untuk turun tangan.

Simak informasi terbaru dan terviral lainnya yang akan di bahas dengan detail hanya ada diĀ VIEWNEWZ.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Demo di Kantor Bupati Gowa

Sejumlah warga menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Gowa, Jalan Masjid Raya, pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 15.35 Wita. Para pengunjuk rasa menyuarakan tuntutan agar tokoh adat dan pemuka agama segera merespons dugaan kasus yang menyeret nama Bupati Gowa terkait isu perselingkuhan dengan salah satu konsultan politiknya.

Meski hanya melibatkan belasan orang, para demonstran menggelar aksi yang menyita perhatian publik di area strategis pemerintahan. Mereka membawa spanduk dan poster serta menuntut agar pihak berwenang di daerah tidak mengabaikan kasus tersebut dan segera menanganinya.

Kordinator aksi, Rahim, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap isu yang dinilai telah mencoreng nama baik daerah. Ia menegaskan bahwa masyarakat berharap adanya kejelasan serta sikap tegas dari tokoh adat dan pemuka agama dalam menyikapi persoalan tersebut.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

šŸ”„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
šŸ“² DOWNLOAD SEKARANG

Tuntutan Warga dan Sorotan Tokoh Adat

Dalam orasinya, para pengunjuk rasa secara bergantian meminta agar dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Bupati Gowa segera diusut secara transparan. Mereka menilai isu tersebut bukan hanya persoalan pribadi, tetapi telah menjadi perhatian publik dan berpotensi memengaruhi citra pemerintahan daerah.

Warga juga mendesak tokoh adat dan ulama untuk tidak bersikap diam terhadap isu yang berkembang. Menurut mereka, dalam budaya masyarakat Gowa yang menjunjung tinggi nilai ā€œsiriā€ atau rasa malu, persoalan ini dianggap sebagai hal yang sangat serius dan perlu sikap moral dari para pemimpin adat dan agama.

Rahim menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk desakan moral agar semua pihak yang memiliki pengaruh di masyarakat tidak menutup mata. Ia menyebut bahwa keterlibatan tokoh adat dan agama sangat penting untuk menjaga kehormatan dan stabilitas sosial di tengah isu yang beredar.

Baca Juga:Ā TERUNGKAP! Alasan Hary Tanoe & MNC Kalah Gugatan Rp531 M

Momen Tak Biasa di Pemberangkatan Haji

Momen Tak Biasa di Pemberangkatan Haji

Para pengunjuk rasa menggelar aksi di tengah kegiatan pemberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Gowa yang berlangsung di Masjid Raya Syech Yusuf, hanya sekitar 200 meter dari lokasi aksi. Kondisi ini membuat situasi di sekitar kantor bupati menjadi cukup ramai dengan dua agenda berbeda yang berlangsung hampir bersamaan.

Para pengunjuk rasa bahkan membentangkan spanduk yang berisi penolakan agar Bupati Gowa tidak ikut serta dalam prosesi pelepasan jemaah haji. Mereka menilai kehadiran kepala daerah dalam kegiatan tersebut tidak tepat di tengah isu yang sedang menjadi sorotan publik.

Meski demikian, Bupati Gowa, Husniah Talenrang, tetap memimpin langsung prosesi pemberangkatan jemaah haji yang berlangsung seperti biasa. Petugas keamanan menjaga ketertiban di beberapa titik sekitar area kegiatan sehingga suasana tetap tertib.

Data Jemaah dan Dampak Polemik

Kementerian Agama Kabupaten Gowa mencatat jumlah calon jemaah haji tahun 2026 mencapai sekitar 1.454 orang. Pada tahap pertama, sebanyak 387 jemaah diberangkatkan dan tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Makassar yang dilepas secara resmi pada hari tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Gowa, Alim Bahrik, menyampaikan bahwa pihaknya tetap menjalankan proses pemberangkatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ia juga menegaskan bahwa penyelenggara haji mengelola kegiatan haji sebagai agenda rutin dan tidak membiarkan dinamika politik maupun isu yang berkembang di masyarakat mempengaruhinya.

Sementara itu, isu dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Bupati Gowa terus menjadi perbincangan publik. Hingga kini, polemik tersebut masih berkembang di tengah masyarakat dan memunculkan beragam tanggapan, baik yang mendukung klarifikasi.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari makassar.kompas.com
  • Gambar Kedua dari tribunnews86.id

Similar Posts