Pernyataan Trump Soal Dana Perang Iran Bikin Geger, Ternyata Ini Sumbernya

Pernyataan Donald Trump soal sumber dana perang melawan Iran langsung memicu kontroversi dan menjadi sorotan dunia internasional.

Pernyataan Trump Soal Dana Perang Iran Bikin Geger

Pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menarik perhatian dunia. Dalam pidatonya di New York pada Jumat, 22 Mei 2026, Trump mengklaim bahwa AS menggunakan hasil minyak Venezuela untuk menutupi biaya perang melawan Iran. Pernyataan itu langsung menjadi sorotan karena menyangkut konflik geopolitik dan sumber pendanaan perang.

Dapatkan kabar penting, inspiratif, dan bermanfaat dari dalam dan luar negeri, eksklusif di VIEWNEWZ, teman setia menambah wawasan Anda.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Trump Sebut Minyak Venezuela Biayai Perang Iran

Trump menyampaikan pernyataan kontroversial itu saat melakukan kunjungan ke negara bagian New York pada Jumat, 22 Mei 2026 waktu setempat. Dalam pidatonya, ia membahas berbagai kebijakan luar negeri Amerika Serikat, termasuk operasi terhadap Venezuela dan konflik dengan Iran.

Dalam pidato tersebut, Trump mengatakan bahwa Washington telah mengekstraksi banyak minyak dari Venezuela. Ia bahkan mengklaim hasil minyak itu mampu menutupi biaya perang melawan Iran hingga sekitar 25 kali lipat. Namun, Trump tidak menjelaskan secara rinci mekanisme maupun data yang mendukung pernyataannya tersebut.

Pernyataan itu segera menjadi pembahasan media internasional pada Sabtu, 23 Mei 2026. Banyak pihak mempertanyakan validitas ucapan Trump karena belum ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih maupun Pentagon terkait penggunaan minyak Venezuela sebagai sumber pembiayaan konflik Iran.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Biaya Perang Iran Disebut Membengkak

Pernyataan Trump muncul setelah Pentagon mengungkapkan bahwa biaya perang melawan Iran mengalami lonjakan besar. Pada pekan sebelumnya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyebut biaya konflik tersebut telah mencapai hampir US$ 29 miliar atau sekitar Rp 513 triliun.

Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sendiri disebut mulai memanas sejak akhir Februari 2026. Ketegangan meningkat setelah berbagai serangan dan operasi militer terjadi di kawasan Timur Tengah. Situasi itu membuat anggaran pertahanan AS mengalami tekanan cukup besar.

Pada awal Mei 2026, sejumlah pejabat pertahanan AS, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dicecar anggota parlemen mengenai pembengkakan biaya perang. Hal tersebut terjadi dalam rapat pembahasan anggaran pertahanan tahun 2027 yang diajukan pemerintahan Trump sebesar US$ 1,5 triliun.

Baca Juga: HEBOH! Sumatra Alami Pemadaman Listrik Serentak, Ini Penyebabnya

Hubungan Venezuela dan Kepentingan Minyak AS

 Hubungan Venezuela dan Kepentingan Minyak AS

Dalam beberapa bulan terakhir, Venezuela memang menjadi perhatian pemerintahan Trump. Amerika Serikat disebut memiliki kepentingan besar terhadap cadangan minyak negara tersebut yang dikenal sebagai salah satu terbesar di dunia.

Sejumlah laporan internasional menyebut pemerintah AS sebelumnya telah meningkatkan operasi terhadap sektor minyak Venezuela sejak akhir 2025. Langkah itu mencakup penyitaan kapal tanker hingga pengawasan distribusi minyak yang terkena sanksi internasional.

Trump juga beberapa kali menyinggung soal keberhasilan AS dalam menguasai akses minyak Venezuela. Bahkan pada Januari 2026, ia menyebut perusahaan minyak Amerika akan berinvestasi besar untuk meningkatkan produksi minyak di negara tersebut.

Konflik Iran Masih Jadi Sorotan Dunia

Meski sempat terjadi gencatan senjata pada awal April 2026, konflik Iran belum benar-benar berakhir. Perundingan damai yang dimediasi Pakistan dilaporkan gagal menghasilkan kesepakatan permanen antara pihak-pihak yang terlibat dalam perang tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Iran terus menuding Amerika Serikat mengajukan tuntutan berlebihan dalam proses negosiasi damai. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut AS memiliki sejarah gagal memenuhi komitmen diplomatik.

Sebelumnya, pada Senin, 18 Mei 2026, Trump juga sempat mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran agar segera menyetujui kesepakatan damai. Ia memperingatkan bahwa tidak akan ada yang tersisa dari Iran jika negosiasi gagal tercapai. Pernyataan itu semakin memperbesar ketegangan politik internasional dalam beberapa pekan terakhir.

Dapatkan semua berita viral, trending, dan update terpanas, langsung di VIEWNEWZ, pusat informasi terkini hanya untuk Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari idnfinancials.com

Similar Posts