Geger Timur Tengah! Bandara Sanaa Diserang, Yaman Klaim Cegah Pesawat Iran Mendarat
Serangan Bandara Internasional Sanaa memicu ketegangan baru di Timur Tengah setelah Yaman mengklaim langkah itu untuk mencegah pesawat Iran mendarat.
Insiden ini langsung menjadi perhatian karena melibatkan pemerintah Yaman, kelompok Houthi yang memiliki hubungan dekat dengan Iran, serta Arab Saudi yang selama ini menjadi salah satu pihak utama dalam konflik kawasan tersebut. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.
Yaman Ungkap Alasan Serangan ke Bandara Sanaa
Kementerian Pertahanan Yaman menjelaskan bahwa pihaknya mengambil tindakan setelah kelompok Houthi menolak penggunaan pesawat maskapai nasional Yemenia. Pesawat tersebut sebelumnya direncanakan untuk membawa delegasi Houthi pulang dari Teheran.
Delegasi itu menghadiri pemakaman pemimpin tertinggi Iran sebelum kembali ke Yaman. Pemerintah Yaman menilai Houthi justru memilih pesawat Iran untuk memasuki wilayah udara negaranya.
Menurut pemerintah Yaman, keputusan tersebut melanggar aturan penerbangan nasional. Mereka kemudian mengklaim menyerang area landasan pacu Bandara Internasional Sanaa untuk menghentikan aktivitas tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Houthi Tuduh Arab Saudi Dalang Serangan
Kelompok Houthi memberikan versi berbeda terkait kejadian di Bandara Sanaa. Mereka menuding Arab Saudi berada di balik serangan yang menghantam fasilitas penerbangan tersebut.
Televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi menyebut serangan itu sebagai bentuk agresi Saudi. Kelompok tersebut menilai Riyadh kembali meningkatkan tekanan terhadap wilayah yang mereka kuasai.
Houthi juga sebelumnya menuduh Arab Saudi menyerang sebuah pesawat Iran yang mendarat di Bandara Sanaa untuk membawa delegasi mereka.
Baca Juga: Gaza City Kembali Diserang! Rudal Hantam Pabrik hingga Tewaskan Warga Palestina
Konflik Houthi dan Arab Saudi Kembali Memanas
Hubungan antara Houthi dan Arab Saudi kembali mengalami ketegangan dalam beberapa hari terakhir. Kedua pihak sebenarnya sempat memasuki masa penurunan konflik setelah bertahun-tahun terlibat peperangan.
Namun, perkembangan terbaru di Bandara Sanaa memunculkan kekhawatiran bahwa situasi dapat kembali memburuk. Houthi memperingatkan akan mengambil tindakan jika Arab Saudi kembali melakukan serangan atau melanggar wilayah udara Yaman.
Kelompok tersebut juga mengancam fasilitas penting milik Arab Saudi apabila ketegangan terus meningkat.
Houthi Klaim Masa Tenang Konflik Telah Berakhir
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyampaikan pernyataan keras setelah insiden tersebut. Ia menilai Arab Saudi telah mengakhiri fase penurunan ketegangan yang berlangsung sebelumnya.
Saree mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan serangan tersebut tanpa respons. Ia meminta Arab Saudi bertanggung jawab atas dampak yang muncul akibat tindakan tersebut.
Pernyataan itu kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai kemungkinan munculnya konflik baru antara Houthi dan Arab Saudi.
Situasi Timur Tengah Kembali Jadi Sorotan Dunia
Serangan Bandara Internasional Sanaa menjadi perkembangan terbaru yang memperlihatkan rumitnya konflik di Timur Tengah. Setiap tindakan militer di kawasan tersebut dapat memengaruhi hubungan antarnegara.
Keterlibatan Iran dalam hubungan dengan kelompok Houthi juga menjadi salah satu faktor yang membuat situasi semakin kompleks. Pemerintah berbagai negara kini memantau perkembangan terbaru untuk melihat arah konflik berikutnya.
Sampai saat ini, pemerintah Yaman dan kelompok Houthi masih mempertahankan klaim masing-masing terkait penyebab serangan. Dunia internasional menunggu langkah selanjutnya untuk mengetahui apakah ketegangan ini akan kembali meningkat atau dapat mereda melalui jalur diplomasi.
