Paus Leo Kunjungi Paris, Misa Jelang Pemilu Dihadiri Para Kandidat Presiden
Paus Leo XIV menggelar misa besar di Paris tujuh bulan sebelum pemilu Prancis, sementara sejumlah kandidat presiden ikut hadir.
Paus Leo XIV sedang menjalani kunjungan resmi selama empat hari di Prancis. Pada Sabtu (26/9/2026), ia memimpin misa terbuka di Place de la Concorde yang menarik ratusan ribu umat.
Kunjungan ini menjadi perhatian karena berlangsung sekitar tujuh bulan sebelum pemilih Prancis menentukan penerus Presiden Emmanuel Macron. Sejumlah tokoh yang disebut berpotensi maju dalam pemilu turut hadir dalam misa tersebut. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.
Misa Paus Leo Dipadati Ratusan Ribu Umat
Paus Leo memimpin misa di bawah kanopi putih raksasa yang berfungsi sebagai altar sementara. Panitia juga memasang puluhan layar agar umat di area sekitar tetap dapat mengikuti jalannya ibadah.
Vatikan memperkirakan sekitar 700 ribu orang hadir di sepanjang area lebih dari dua kilometer hingga melewati Arc de Triomphe. Sebelumnya, otoritas memperkirakan sekitar 600 ribu umat akan mengikuti misa tersebut.
Suasana Paris berubah cukup ramai sejak pagi. Massa membawa bendera Prancis dan Vatikan ketika Paus Leo melintas menggunakan mobil kepausan di kawasan Champs-Elysees.
Pusat kota juga mendapat pengamanan ketat. Sejumlah ruas jalan ditutup, helikopter berpatroli dari udara, sementara petugas keamanan berjaga di sejumlah titik.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Sejumlah Kandidat Presiden Hadir
Misa tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh yang berpotensi mencalonkan diri dalam pemilu presiden berikutnya. Di antara nama yang hadir terdapat Marine Le Pen dan Edouard Philippe.
Kehadiran mereka mendapat perhatian karena Prancis sedang memasuki periode menuju pemilu yang akan menentukan pengganti Macron. Presiden Prancis sendiri tidak menghadiri misa besar tersebut.
AFP melaporkan pemilu tersebut akan berlangsung sekitar tujuh bulan setelah kunjungan Paus Leo. Perkembangan politik menjelang pemilu membuat berbagai isu seperti migrasi dan arah masa depan Prancis ikut menjadi perhatian publik.
Baca Juga: Trump Tolak Tawaran Iran soal Selat Hormuz, Serangan Baru Mulai Dipertimbangkan
Kunjungan Pertama dalam Hampir Dua Dekade
Lawatan Paus Leo menjadi kunjungan resmi pertama seorang paus ke Prancis dalam 18 tahun. Paus Benediktus XVI terakhir kali melakukan kunjungan resmi ke Prancis pada 2008, sementara Paus Fransiskus pernah datang ke negara tersebut tetapi bukan dalam kunjungan resmi kenegaraan.
Sebelum misa, Leo menyusuri Paris menggunakan mobil kepausan dan menuju Katedral Notre Dame. Ribuan warga memenuhi jalan untuk melihat langsung pemimpin umat Katolik dunia tersebut.
AFP memperkirakan sekitar 300 ribu orang keluar untuk menyambut Leo pada Jumat. Antusiasme itu menunjukkan perhatian besar terhadap kunjungan yang menjadi agenda penting Vatikan di Prancis.
Pesan Leo soal Martabat dan Perdamaian
Selain agenda keagamaan, Paus Leo menyampaikan sejumlah pesan sosial selama berada di Prancis. Pada Sabtu, ia mengunjungi Maison Bakhita, organisasi yang mendukung migran dan pengungsi.
Dalam pertemuan tersebut, Leo menekankan pentingnya kehidupan bersama dalam martabat dan perdamaian. Ia juga menyoroti peran perempuan dalam membangun masyarakat.
Sehari sebelumnya, Leo berbicara mengenai perkembangan kecerdasan buatan. Ia mengingatkan perlunya pertimbangan etis agar kemajuan teknologi tidak membuat manusia kehilangan kendali atas kehidupannya.
Agenda Paus Leo Berlanjut ke Lourdes
Setelah menyelesaikan agenda di Paris, Paus Leo dijadwalkan menuju Lourdes pada Sabtu malam. Kota tersebut menjadi salah satu tempat ziarah penting bagi umat Katolik karena tradisi penampakan Perawan Maria pada 1858.
Pada Minggu (27/9), Leo dijadwalkan bertemu tujuh korban kekerasan seksual oleh anggota klerus. Agenda ini menjadi bagian penting dari kunjungan karena Gereja Katolik Prancis masih menghadapi dampak panjang skandal kekerasan seksual.
Setelah Lourdes, Paus Leo akan melanjutkan perjalanan ke Metz pada Senin (28/9). Di sana, ia akan menyampaikan pidato mengenai perdamaian di Eropa dan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan masa depan kawasan tersebut.
