Trump Tolak Tawaran Iran soal Selat Hormuz, Serangan Baru Mulai Dipertimbangkan
Trump menolak tawaran Iran soal Selat Hormuz, sementara laporan terbaru menyebut AS mempertimbangkan langkah militer baru di tengah konflik.

Teheran mengaitkan pembukaan jalur perairan tersebut dengan sejumlah syarat. Iran meminta Washington menghentikan blokade laut, meringankan sanksi minyak, serta menjalankan penghentian permusuhan di kawasan Timur Tengah. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.
Iran Ajukan Rencana Tujuh Hari untuk Hormuz
Abbas Araghchi mengatakan Iran telah menyampaikan rencana konkret kepada pihak Amerika melalui mediator. Jika Washington memenuhi sejumlah persyaratan, Teheran menyatakan siap membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan lalu lintas maritim dalam tujuh hari.
Proposal tersebut juga membuka jalan bagi pembicaraan mengenai program nuklir Iran. Araghchi menyampaikan bahwa keputusan berikutnya berada di tangan Amerika Serikat.
Araghchi sebelumnya bertemu utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, pada Selasa (22/9) waktu setempat. Pertemuan itu berlangsung ketika para pejabat kedua negara kembali memanfaatkan jalur diplomasi melalui mediator.
Iran menyampaikan tawaran tersebut ketika konflik AS-Iran memasuki bulan ketujuh. Selat Hormuz menjadi salah satu persoalan utama karena jalur tersebut memiliki peran penting dalam lalu lintas energi global.
Trump Dilaporkan Menolak Tawaran Teheran
Harapan untuk mencapai kesepakatan kembali menghadapi hambatan setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump menolak proposal tujuh hari dari Iran. Laporan tersebut mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat yang mengetahui perkembangan pembicaraan.
Menurut laporan itu, Trump masih meragukan kesediaan Teheran memenuhi tuntutan Washington. Gedung Putih belum mengumumkan keputusan resmi yang mengonfirmasi seluruh rincian laporan tersebut.
WSJ juga melaporkan bahwa Trump mengatakan kepada para stafnya bahwa ia memperkirakan serangan terhadap Iran dapat berlanjut setelah pemilu sela Amerika Serikat pada November. Informasi tersebut berasal dari sumber yang dikutip media tersebut, sehingga perkembangan selanjutnya masih bergantung pada keputusan resmi Washington.
Di tengah situasi itu, Trump juga mengunggah gambar peta Selat Hormuz melalui akun Truth Social miliknya. Unggahan tersebut menambah perhatian terhadap posisi Washington dalam konflik yang terus berlangsung.
Ini Syarat Iran untuk Membuka Selat Hormuz
Proposal Iran memuat beberapa permintaan utama. Teheran meminta Washington menghentikan permusuhan selama tujuh hari dan menjalankan penghentian pertempuran yang mencakup Lebanon.
Iran juga meminta Amerika Serikat mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhannya. Selain itu, Teheran menginginkan pelonggaran sanksi terhadap penjualan minyak Iran.
Laporan mengenai proposal tersebut juga menyebut Iran meminta pencairan aset yang selama ini terkena pembekuan. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar US$12 miliar atau sekitar Rp214,9 triliun.
Setelah menjalankan gencatan senjata selama tujuh hari dan memenuhi sejumlah ketentuan, Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz. Teheran juga membuka peluang untuk melanjutkan pembicaraan mengenai program nuklirnya.
AS Belum Bersedia Mencabut Blokade Laut
Perbedaan sikap mengenai blokade menjadi salah satu hambatan utama dalam pembicaraan. Laporan Wall Street Journal menyebut pejabat Amerika telah menyampaikan kepada Iran dan mediator bahwa Washington tidak memiliki rencana untuk mencabut blokade laut.
Pemerintah AS menilai tekanan ekonomi dapat mendorong Teheran menerima kesepakatan dengan persyaratan yang lebih sesuai dengan tuntutan Washington. Sikap tersebut membuat ruang kompromi kedua pihak tetap terbatas.
Sejumlah negara di kawasan juga memiliki pandangan berbeda mengenai langkah berikutnya. Qatar dan Oman mendorong jalur diplomasi serta pembukaan kembali Hormuz secara bertahap, sementara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dilaporkan meminta Washington mempertahankan tekanan terhadap Iran.
Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Panas Konflik
Selat Hormuz memiliki posisi penting dalam perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap jalur tersebut dapat memengaruhi pengiriman minyak dan gas serta menambah tekanan terhadap pasar energi global.
Karena itu, tawaran Iran untuk membuka kembali jalur tersebut dalam tujuh hari mendapat perhatian besar. Namun, perbedaan tuntutan antara Washington dan Teheran masih menjadi penghalang bagi tercapainya kesepakatan.
Iran kini menunggu respons resmi Amerika Serikat setelah laporan mengenai penolakan Trump muncul. Reuters melaporkan bahwa Teheran masih menanti langkah Washington terkait proposal tersebut.
Untuk saat ini, belum ada kepastian bahwa serangan baru benar-benar akan terjadi. Laporan mengenai rencana tersebut berasal dari sumber yang dikutip Wall Street Journal, sementara keputusan resmi pemerintah AS mengenai langkah militer berikutnya masih menjadi perkembangan yang dinantikan.
