Pezeshkian Pulang dari AS meski Kena Sanksi, Begini Cara Dia Kembali ke Iran

Masoud Pezeshkian pulang dari New York ke Teheran di tengah sanksi penerbangan AS yang membuat perjalanan delegasi Iran menjadi sorotan.

Pezeshkian Pulang dari AS meski Kena Sanksi, Begini Cara Dia Kembali ke Iran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian datang ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kunjungannya berlangsung ketika Amerika Serikat memperketat tekanan terhadap sektor penerbangan Iran.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan tentang cara Pezeshkian dan rombongannya kembali ke Teheran setelah agenda di New York selesai. Apalagi, pemerintah AS sebelumnya menyatakan telah memperluas sanksi terhadap sektor penerbangan Iran. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.

Shotgoals nonton gratis
NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Pezeshkian Berangkat ke New York Sebelum Sanksi Berlaku

Pezeshkian bertolak dari Teheran pada Selasa, 22 September 2026. Ia datang bersama sejumlah pejabat Iran untuk mengikuti rangkaian agenda Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Waktu keberangkatan tersebut menjadi perhatian karena sehari setelahnya, sanksi baru AS terhadap sektor penerbangan Iran memasuki tahap penting. Pemerintah Washington sebelumnya mengumumkan kebijakan yang menyasar sejumlah maskapai dan perusahaan pendukung penerbangan Iran.

Situasi itu membuat perjalanan pulang delegasi Iran ikut menjadi pembahasan. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan mempertanyakan bagaimana delegasi Iran bisa kembali setelah menghadiri agenda PBB.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Pesawat Ashianeh Jadi Salah Satu Petunjuk

Salah satu petunjuk muncul dari cara Pezeshkian melakukan perjalanan saat berangkat dari Iran. Ia tidak menggunakan penerbangan komersial reguler yang biasa dipakai penumpang umum.

Menurut laporan yang dikutip sejumlah media, Pezeshkian dan delegasinya menggunakan Airbus A340 yang dioperasikan Ashianeh. Maskapai tersebut tidak menjalankan layanan penumpang berjadwal seperti maskapai komersial pada umumnya.

Pesawat tersebut juga sempat melakukan transit di Aljir, Aljazair, dalam perjalanan menuju New York. Transit itu diduga berkaitan dengan kebutuhan operasional seperti pengisian bahan bakar sebelum pesawat melanjutkan penerbangan.

Baca Juga: Paus Leo Kunjungi Paris, Misa Jelang Pemilu Dihadiri Para Kandidat Presiden

Sanksi AS Menekan Maskapai Iran

Amerika Serikat mengumumkan langkah baru terhadap sektor penerbangan Iran pada 8 September 2026 melalui kebijakan Operation Economic Outcast. Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap 36 target yang berkaitan dengan sektor penerbangan Iran.

Dari jumlah tersebut, 27 merupakan maskapai Iran. Washington juga menargetkan sejumlah perusahaan serta perantara di negara lain yang menurut pemerintah AS membantu aktivitas penerbangan Iran.

Sanksi tersebut meningkatkan tekanan terhadap maskapai Iran karena dampaknya tidak hanya menyentuh perusahaan penerbangan. Penyedia layanan pendukung, pengadaan pesawat, komponen, hingga jaringan perusahaan perantara juga ikut menghadapi risiko sanksi.

Iran Masih Memiliki Jalur Penerbangan Tertentu

Meski tekanan semakin besar, kondisi itu tidak otomatis membuat seluruh penerbangan dari Iran berhenti. Sejumlah rute internasional masih dapat beroperasi setelah kebijakan baru mulai berlaku.

Data pelacakan penerbangan yang dikutip sejumlah media menunjukkan masih ada penerbangan dari Iran menuju beberapa kota di Asia dan kawasan lain. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembatasan terhadap sektor penerbangan Iran tidak serta-merta menutup seluruh akses udara negara tersebut.

Situasi inilah yang membuat perjalanan Pezeshkian tetap memungkinkan. Penggunaan pesawat nonreguler atau pesawat yang memiliki pengaturan operasional berbeda dari penerbangan komersial umum menjadi salah satu opsi yang mendapat perhatian.

Bagaimana Pezeshkian Bisa Kembali ke Teheran?

Media pemerintah Iran melaporkan Pezeshkian berada dalam perjalanan pulang ke Teheran pada Sabtu, 26 September 2026. Namun, belum ada kepastian publik bahwa pesawat Ashianeh yang membawanya ke New York juga menjadi pesawat yang membawanya kembali.

Karena itu, penggunaan pesawat Ashianeh lebih tepat disebut sebagai salah satu kemungkinan berdasarkan pola perjalanan sebelumnya, bukan kepastian mengenai penerbangan pulang Pezeshkian.

Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan tantangan dalam menerapkan pembatasan penerbangan terhadap Iran. Ketika penerbangan reguler menghadapi berbagai hambatan, jalur nonreguler dan pengaturan khusus masih dapat membuka pilihan perjalanan bagi pejabat tertentu.

Dengan agenda PBB yang selesai, Pezeshkian akhirnya dijadwalkan kembali ke Teheran pada 26 September. Cara kepulangannya menjadi perhatian karena berlangsung ketika Amerika Serikat sedang memperluas tekanan terhadap jaringan penerbangan Iran.

Similar Posts