Mojtaba Khamenei Klaim Iran Sukses Usir Musuh, Benarkah AS Berhasil Dipukul Mundur?
Mojtaba Khamenei mengklaim Iran berhasil mendorong pasukan musuh menjauh dari perairan selatan hingga ke Laut Arab.
Pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei kembali menjadi sorotan di tengah konflik Teheran dan Amerika Serikat. Ia menyebut pasukan Iran telah memberi tekanan besar kepada pihak yang mereka anggap sebagai musuh.
Dalam pesan tertulis yang dirilis pada Senin, 28 September, Khamenei mengatakan pasukan lawan kini tidak lagi berani bergerak melewati Laut Arab. Ia juga memperingatkan bahwa Iran akan terus menekan keberadaan pasukan asing di kawasan tersebut. Simak ulasan lengkapnya dari VIEWNEWZ.
Mojtaba Khamenei Klaim Pasukan Iran Dorong Musuh ke Laut Arab
Khamenei menyampaikan klaim tersebut saat memperingati Perang Iran-Irak sekaligus mengenang Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah yang tewas dalam serangan Israel pada 2024.
Menurut Khamenei, pasukan Iran telah mendorong pasukan musuh dari perairan lepas pantai bagian selatan Iran menuju Laut Arab. Ia juga mengatakan kekuatan Iran akan terus bergerak hingga pasukan asing meninggalkan kawasan tersebut.
Khamenei menyebut penjaga Selat Hormuz dan para pejuang Iran telah memberikan tekanan besar kepada lawan. Ia menilai kondisi itu membuat pihak musuh lebih berhati-hati dalam menentukan langkah berikutnya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Khamenei Sebut Perang Justru Merugikan Pihak Musuh
Dalam pesannya, Khamenei juga menyinggung dampak perang terhadap Iran dan negara-negara yang menjadi lawannya. Ia mengatakan berbagai tekanan militer tidak membuat Teheran menyerah.
Menurut Khamenei, setiap upaya musuh untuk mengambil risiko justru membawa kerugian bagi pihak mereka sendiri. Ia bahkan memperkirakan Laut Arab akan segera bebas dari keberadaan pasukan asing.
Pernyataan tersebut menunjukkan sikap tegas Teheran dalam menghadapi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya. Namun, klaim mengenai posisi pasukan serta perkembangan militer tetap perlu melihat laporan dari berbagai pihak.
Baca Juga: Pezeshkian Pulang dari AS meski Kena Sanksi, Begini Cara Dia Kembali ke Iran
Keberadaan Mojtaba Khamenei Masih Jadi Perhatian
Selain pernyataannya mengenai perang, perhatian publik juga tertuju pada keberadaan Mojtaba Khamenei. Sejak menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, ia belum banyak tampil di hadapan publik.
Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada awal perang Februari lalu. Setelah itu, Iran lebih banyak menyampaikan aktivitas Mojtaba melalui pesan tertulis dan sejumlah foto.
Minimnya kemunculan tersebut kemudian memunculkan berbagai laporan mengenai kondisi fisiknya. Namun, Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah kabar bahwa Mojtaba mengalami masalah kesehatan serius.
Pezeshkian Bantah Mojtaba Alami Cedera Serius
Pezeshkian menyampaikan keterangan tersebut dalam wawancara dengan CBS News yang tayang pada Minggu, 27 September. Ia mengatakan dirinya telah bertemu Mojtaba sebanyak dua kali.
Pertemuan terakhir bahkan berlangsung lebih dari tujuh jam. Pezeshkian, yang memiliki latar belakang sebagai dokter, menyatakan Mojtaba berada dalam kondisi sehat dari sudut pandang medis.
Keterangan tersebut sekaligus menjadi bantahan terhadap laporan yang sebelumnya menyebut Mojtaba mengalami luka serius akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Hingga kini, informasi mengenai kondisi pemimpin Iran itu masih menjadi perhatian internasional.
Iran dan AS Masih Berada dalam Situasi Tegang
Klaim terbaru Mojtaba muncul ketika hubungan Iran dan Amerika Serikat masih berada dalam situasi tegang. Selat Hormuz juga menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan konflik karena jalur tersebut memiliki peran besar bagi pelayaran dan perdagangan energi.
Di sisi lain, Pezeshkian sebelumnya menyatakan Iran tetap membuka ruang untuk pembicaraan dengan Washington. Ia juga menyebut Teheran memiliki proposal terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dengan sejumlah persyaratan.
Karena itu, pernyataan Mojtaba soal keberhasilan mendorong pasukan musuh perlu dibaca sebagai klaim dari pihak Iran. Perkembangan di lapangan masih membutuhkan konfirmasi dari sumber independen untuk memastikan sejauh mana perubahan posisi pasukan benar-benar terjadi.
