Gibran Tanggapi Roy Suryo dan Dokter Tifa Ziarah ke Makam Keluarganya
Wapres Gibran Rakabuming Raka menanggapi kunjungan Roy Suryo dan Dokter Tifa yang berziarah ke makam keluarganya di Karanganyar, Jawa Tengah.

Ziarah tersebut menarik perhatian publik setelah menjadi viral di media sosial, terutama karena munculnya pernyataan dari Dokter Tifa yang menyinggung hubungan keluarga Presiden Joko Widodo.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran VIEWNEWZ.
Ungkapan Terima Kasih Dari Gibran
Gibran menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Roy Suryo dan Dokter Tifa atas kunjungan mereka ke makam keluarga di Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Ia mengapresiasi niat baik kedua tokoh tersebut yang datang untuk mendoakan mendiang kakek dan neneknya.
“Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian Pak Roy Suryo dan Ibu Dokter Tifa yang sudah sengaja datang melakukan ziarah kubur dan mendoakan kakek-nenek kami tercinta yang telah tiada,” ujar Gibran.
Gibran menegaskan bahwa keluarga besar Presiden Joko Widodo selalu menghargai setiap bentuk doa yang disampaikan oleh masyarakat, siapapun mereka, tanpa memandang latar belakang politik atau pandangan pribadi.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Makam Keluarga Jokowi Terbuka Untuk Umum
Lebih lanjut, Gibran menjelaskan bahwa makam keluarga Presiden Joko Widodo bersifat terbuka bagi siapa pun yang ingin berziarah dan mendoakan para almarhum.
Ia menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi masyarakat yang ingin datang dengan niat baik untuk berdoa.
“Makam tersebut adalah makam keluarga, siapa pun boleh melakukan ziarah kubur dan mendoakan almarhum kakek dan almarhum nenek kami,” kata Gibran menanggapi pertanyaan wartawan.
Penjelasan tersebut mempertegas sikap terbuka keluarga besar Presiden Jokowi terhadap publik. Gibran menilai, ziarah adalah tradisi luhur yang harus dijaga karena merupakan wujud penghormatan kepada leluhur dan bentuk doa untuk orang yang telah meninggal dunia.
Baca Juga: Inspektorat DKI Tegas, Sekretaris Lurah Petojo Selatan Dicopot
Kunjungan Roy Suryo dan Dokter Tifa yang Jadi Sorotan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Roy Suryo, pakar telematika, dan Dokter Tifa, dikenal aktif di media sosial, mendatangi makam keluarga Presiden Jokowi pada Kamis (9/10/2025). Lokasi makam yang mereka kunjungi berada di kawasan Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, tempat dimakamkannya mendiang Sudjiatmi Notomihardjo, ibunda Presiden Joko Widodo.
Kunjungan tersebut pada awalnya tampak sebagai kegiatan ziarah biasa. Namun, menjadi viral setelah pernyataan Dokter Tifa yang diunggah di media sosial menimbulkan kontroversi. Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa mendiang Sudjiatmi Notomihardjo bukan ibu kandung dari Presiden Joko Widodo. Pernyataan yang kemudian memicu reaksi publik luas.
Banyak warganet menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan dalam konteks ziarah, karena ziarah seharusnya menjadi momen refleksi dan doa, bukan ajang menyebarkan spekulasi pribadi.
Sikap Tenang dan Dewasa Dari Gibran
Menanggapi hal tersebut, Gibran memilih untuk bersikap tenang dan tidak memperpanjang polemik. Ia hanya menekankan aspek positif dari peristiwa itu, yaitu niat baik seseorang yang datang untuk berdoa.
Sikap ini menunjukkan kedewasaan politik Gibran dalam menghadapi isu-isu sensitif yang menyangkut keluarganya. Ia lebih memilih menonjolkan nilai sopan santun dan penghormatan terhadap tradisi ziarah, ketimbang merespons provokasi.
“Yang penting mereka datang dengan niat baik, mendoakan keluarga kami. Itu saja sudah cukup,” ucap Gibran singkat kepada wartawan di Solo.
Sumber di lingkungan Istana Wakil Presiden menambahkan bahwa Gibran memang dikenal memiliki pendekatan yang kalem dan mengedepankan etika komunikasi. Ia tidak ingin komentar atau sikapnya justru memperkeruh suasana.
Respons Publik dan Makna Ziarah di Tengah Isu Politik
Peristiwa ini menuai berbagai reaksi di masyarakat. Sebagian besar warganet memuji sikap Gibran yang tetap santun, tidak terpancing, dan fokus pada pesan positif. Beberapa pengamat menilai bahwa respon Gibran mencerminkan etos kepemimpinan yang menyejukkan. Terutama di tengah dinamika politik nasional yang sering diwarnai oleh isu-isu pribadi dan spekulatif.
Tradisi ziarah kubur sendiri memiliki makna mendalam dalam budaya Jawa. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, ziarah juga menjadi sarana introspeksi dan pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.
Dalam konteks ini, tindakan Gibran yang menanggapi dengan tenang dapat dianggap sebagai upaya. Untuk mengembalikan makna spiritual dari ziarah, bukan menjadikannya bahan perdebatan publik.
Simak dan ikuti terus berbagai informasi berita-berita terbaru dan update menarik lainnya hanya di VIEWNEWZ.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari fin.co.id

