Indonesia dan Malaysia Mempercepat Pembangunan Sosial Ekonomi

Indonesia dan Malaysia memperkuat kerja sama bilateral untuk membangun perbatasan, meningkatkan konektivitas dan keamanan, serta kesejahteraan masyarakat.

Indonesia-dan-Malaysia-Mempercepat-Pembangunan-Sosial-Ekonomi

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Safrizal Zakaria Ali saat menghadiri Persidangan Ke-40 Sosek Malindo di Langkawi, Malaysia. Berikut ini VIEWNEWZ akan memberikan informasi mengenai upaya Indonesia dan Malaysia memperkuat kerja sama bilateral dalam pembangunan wilayah perbatasan.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Komitmen Lebih Dari Empat Dekade

Persidangan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama Sosek Malindo yang telah berjalan lebih dari 40 tahun. Safrizal menekankan bahwa hubungan bilateral yang kuat antara kedua negara menjadi fondasi utama pembangunan kawasan perbatasan.

Delegasi Malaysia, yang dipimpin Encik YBrs. Tuan Badrul Shah bin Mohd Idris, Timbalan Ketua Pengarah Keselamatan Negara (Pengurusan Keselamatan) Majlis Keselamatan Negara, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin selama empat dekade lebih.

Meski banyak capaian yang sudah diraih, Safrizal menekankan masih ada sejumlah agenda yang memerlukan penyamaan persepsi dan koordinasi lebih intensif, terutama terkait perbedaan landasan hukum serta implementasi kesepakatan di tingkat daerah. Hal ini menjadi perhatian serius agar kerja sama tidak hanya formalitas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat perbatasan.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Peningkatan Konektivitas dan Arus Perdagangan

Salah satu fokus utama dalam kerja sama adalah penguatan konektivitas antarwilayah. Kedua negara telah mencapai kesepakatan terkait penyelarasan standar operasional prosedur (SOP) pemulangan dan pengendalian jenazah di Riau/Kepri-Johor/Melaka serta Entikong-Tebedu. Untuk mendukung koordinasi, dibentuk tim fasilitasi dan pusat komunikasi (call center), yang akan diuji coba selama satu tahun.

Selain itu, pembukaan jalur laut RoRo Dumai-Melaka dan Batam-Johor menjadi prioritas untuk memperkuat arus barang dan mobilitas masyarakat.

Pengoperasian Terminal Barang Internasional Entikong serta percepatan pengembangan kawasan Special Economic Zone (SEZ) Tebedu-Entikong juga menjadi fokus utama, sejalan dengan arahan pimpinan nasional kedua negara. Langkah ini diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat perbatasan.

Baca Juga: Semakin Tak Terkendali, 500.000 Penerbangan China ke Jepang Batal

Pengelolaan Perbatasan yang Terintegrasi

Pengelolaan-Perbatasan-yang-Terintegrasi

Kerja sama di sektor pengelolaan perbatasan juga menjadi agenda penting. Indonesia dan Malaysia sepakat memperkuat koordinasi teknis dalam pengelolaan Sungai Sembakung-Pansiangan, termasuk pembentukan Joint Technical Committee dan penerapan sistem peringatan dini banjir. Inisiatif ini bertujuan meminimalkan risiko bencana dan meningkatkan keselamatan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir.

Harmonisasi terkait Pintu Masuk Antarabangsa (PMA) Serudong-Sei Manggaris dan percepatan pengoperasian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Temajuk-Telok Melano juga menjadi perhatian.

Rencana pembukaan kembali Exit/Entry Point di PLBN Sei Nyamuk (Sebatik)-Tawau diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat, terutama di Pulau Sebatik, yang selama ini menjadi pusat interaksi ekonomi dan sosial yang tinggi.

Peran Strategis Kolaborasi dan Koordinasi

Safrizal menekankan bahwa meski kerja sama telah berjalan lama, keberhasilan pembangunan perbatasan membutuhkan koordinasi lintas sektor yang lebih intens.

Penyamaan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah di kedua negara penting untuk memastikan implementasi program berjalan efektif. Dukungan dari aparat keamanan, pengelola wilayah, serta masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan setiap program.

Selain aspek teknis, persidangan juga menekankan pentingnya semangat persahabatan dan kepercayaan antarnegara. Nilai-nilai ini menjadi landasan dalam membangun kerja sama berkelanjutan yang tidak hanya menekankan pembangunan fisik, tetapi juga kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat perbatasan.

Kesepakatan dan Agenda 2026

Sidang Persidangan Ke-40 ditutup dengan penetapan Takwim Kegiatan Sosek Malindo 2026, termasuk penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Persidangan Ke-41. Kesepakatan ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk terus melanjutkan dan memperkuat kerja sama di berbagai sektor.

Kedua negara menegaskan bahwa persahabatan, kepercayaan, dan komitmen bersama akan menjadi fondasi utama dalam pembangunan kawasan perbatasan yang berkelanjutan. Dengan sinergi yang terbangun selama empat dekade, diharapkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta keamanan wilayah perbatasan dapat semakin optimal di masa depan.

Simak dan ikuti terus berbagai informasi berita-berita terbaru dan terupdate menarik lainnya hanya di VIEWNEWZ.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari antaranews.com
  2. Gambar Kedua dari kibar17.com

Similar Posts