MIRIS! Pedagang Es Jadul Dituduh Jual Spons Dan Diania, Begini Pengakuan Pilu Korban!
Seorang pedagang es jadul mengaku trauma setelah dituduh menjual spons dan mengalami tindakan tidak menyenangkan dari aparat.
Kisah pilu dialami Sudrajat (50), seorang pedagang es kue jadul di Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Bukan hanya dituduh menjual makanan berbahan spons, ia bahkan mengaku menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota TNI dan Polri. Pengalaman traumatis ini membuka mata kita terhadap risiko yang dihadapi pedagang kecil akibat kesalahpahaman dan tindakan represif.
Dapatkan berbagai berita menarik dari dalam dan luar negeri yang inspiratif dan bermanfaat, hanya di VIEWNEWZ, sumber wawasan terpercaya!
Tuduhan Dan Penganiayaan Yang Mencekam
Sudrajat menceritakan detik-detik mengerikan saat dirinya dituduh menjual es yang mengandung bahan berbahaya oleh seorang pembeli. Pembeli tersebut, yang ternyata anak dari anggota Polri, tidak hanya menuduh tetapi juga meremas es kue dagangan Sudrajat, mempertanyakan keaslian bahan-bahan yang digunakan.
Situasi semakin memanas ketika Sudrajat kemudian dikepung dan dipukuli. “Saya dikepung, ditonjok,” ungkap Sudrajat kepada sebuah media, menggambarkan betapa tiba-tiba kekerasan itu terjadi. Insiden ini terjadi di hadapan banyak orang, menciptakan ketegangan dan ketakutan.
Setelah dikepung, Sudrajat dibawa ke pos pengamanan lingkungan. Di sana, ia diinterogasi dan mengalami penyiksaan fisik berupa pukulan dan tendangan yang mengenai wajah serta tubuhnya. Ia mengaku dipukul dengan batu cincin dan disabet menggunakan selang, meninggalkan luka fisik dan mental.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Pembelaan Diri Yang Tak Dihiraukan
Meskipun Sudrajat telah mencoba menjelaskan bahwa es kue jualannya menggunakan bahan makanan yang aman, penjelasannya tidak digubris. Ia bahkan sempat mengatakan bahwa dagangannya adalah titipan (setoran) dari Depok, bukan hasil olahannya sendiri, untuk menunjukkan kejujuran.
Sudrajat juga sempat menawarkan untuk membawa oknum tersebut ke lokasi pengambilan es di Depok sebagai bukti. “Bahkan sempat saya ajak ke lokasi saya ambil es buat dagang, kalau mereka tidak percaya,” ucap Sudrajat, menunjukkan upayanya untuk membuktikan diri.
Sayangnya, semua pembelaan Sudrajat tidak diindahkan. Ia tetap mengalami penganiayaan, memperlihatkan ketidakadilan yang dialaminya di tengah tuduhan tak berdasar. Kejadian ini meninggalkan luka mendalam bagi Sudrajat.
Baca Juga: Korban Tewas Tembus 30 Orang Imbas Badai Salju di AS
Dampak Dan Keengganan Kembali Berjualan
Akibat insiden tersebut, Sudrajat sempat dibawa ke kantor polisi di wilayah Kemayoran untuk pemeriksaan. Ia menjalani interogasi hingga menjelang subuh, baru bisa pulang ke rumahnya sekitar pukul 04.00 WIB. Proses pemeriksaan ini tentu menguras tenaga dan mentalnya.
Hingga kini, Sudrajat memilih untuk tidak berjualan dan tetap berada di rumahnya di Rawa Panjang, Bojonggede. Ia mengaku kondisi badannya masih sakit dan belum pulih sepenuhnya. “Sampai sekarang belum ketemu sama yang pukul saya, saya di rumah dulu, badan saya masih sakit,” ujarnya.
Sudrajat juga mengungkapkan bahwa belum ada anggota TNI atau Polri yang datang menemuinya untuk meminta maaf secara langsung. Meskipun pihak TNI-Polri telah meminta maaf secara institusional, permintaan maaf langsung kepada korban masih dinantikan Sudrajat.
Klarifikasi Dan Permintaan Maaf Aparat
Sebelumnya, anggota TNI dan Polri yang mengamankan Sudrajat telah mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf. Video tudingan es kue jadul berbahan spons yang sempat viral juga dipastikan keliru berdasarkan hasil pemeriksaan.
Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya menyatakan bahwa seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, hingga cokelat meses aman dan layak dikonsumsi. Hasil pemeriksaan ini secara resmi membantah tuduhan awal yang menyebabkan Sudrajat menderita.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, menyampaikan penyesalan atas kesimpulan yang terlalu cepat tanpa menunggu hasil uji ilmiah dari instansi berwenang. Ini menjadi pelajaran berharga bagi aparat untuk lebih berhati-hati dalam bertindak.
Gunakan waktu Anda untuk menjelajahi berbagai informasi viral terbaru dan terpopuler lainnya, hanya di VIEWNEWZ, pusat berita terkini!
- Gambar Pertama dari web.facebook.com
- Gambar Kedua dari liputan6.com

