Gila! Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Tanker Minyak Wajib Bayar Pakai Yuan!

Iran disebut menutup Selat Hormuz, jalur vital yang menangani sekitar 20 % pasokan minyak dunia, dan hanya mengizinkan tanker lewat jika transaksi minyak dibayar.

Selat Hormuz, Tanker Minyak Wajib Bayar Pakai Yuan!

Kebijakan ini memicu kekhawatiran pasar energi global, potensi lonjakan harga minyak, serta dampak geopolitik besar terhadap sistem perdagangan minyak berbasis dolar AS. Simak bagaimana langkah ini bisa mengubah peta energi dunia dan pengaruhnya terhadap ekonomi internasional.

Simak bagaimana kepemimpinan barunya akan mempengaruhi politik regional dan masa depan Iran hanya ada di VIEWNEWZ.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Iran Siap Buka Keran Tanker di Selat Hormuz!

Iran kini mempertimbangkan untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak, tetapi hanya jika pembayaran kargo minyak di lakukan dengan mata uang China, yuan.

Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menyerang infrastruktur minyak di Pulau Kharg, Iran. Presiden Donald Trump. Mengancam akan menyerang jika Teheran terus memblokir kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur vital untuk di stribusi minyak global.

Menurut laporan CNN, pejabat senior Iran menegaskan bahwa mereka sedang mempertimbangkan sejumlah kecil kapal tanker minyak untuk tetap beroperasi melalui Selat Hormuz. Syaratnya, kargo minyak diperdagangkan dalam Yuan, bukan dolar AS. Langkah ini mencerminkan strategi Iran untuk menghadapi sanksi internasional.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Strategi Pembayaran Baru Yuan China

Selama ini para pelaku perdagangan minyak internasional umumnya melakukan transaksi menggunakan dolar AS sebagai mata uang utama. Namun beberapa negara seperti Rusia dan mitra dagangnya kini beralih menggunakan rubel atau yuan China dalam transaksi energi untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Langkah Iran tidak hanya memengaruhi ekonomi regional tetapi juga harga minyak dunia. Kekhawatiran pasar atas potensi gangguan di Selat Hormuz telah mendorong harga minyak ke titik tertinggi sejak Juli 2022. Investor internasional kini menaruh perhatian ekstra pada setiap pengumuman terkait arus kapal dan mata uang transaksi minyak.

Para analis menilai bahwa langkah Iran menggunakan Yuan menunjukkan strategi geopolitik yang lebih luas, mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Hal ini sejalan dengan upaya beberapa negara besar untuk meminimalkan dampak sanksi Amerika dan memperkuat hubungan ekonomi dengan China.

Baca Juga: Gempar! Iran Tangkap 20 Orang Diduga Mata‑Mata Israel di Tengah Konflik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dampak Global dari Ketegangan Selat Hormuz

Dampak Global dari Ketegangan Selat Hormuz

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa pembatasan arus kapal melalui Selat Hormuz dapat berdampak serius terhadap bantuan kemanusiaan. Konflik di wilayah ini berpotensi menghambat distribusi makanan, obat-obatan, pupuk, dan kebutuhan vital lainnya ke negara-negara yang membutuhkan.

Tom Fletcher, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, menegaskan: “Ketika kapal berhenti bergerak melalui Selat itu, konsekuensinya menyebar dengan cepat. Persediaan menjadi lebih sulit diakses dan biaya logistik meningkat tajam.” Pernyataan ini menyoroti risiko nyata bagi stabilitas pangan dan ekonomi global.

Selain itu, gangguan arus kapal dapat memicu lonjakan harga energi di pasar internasional. Negara-negara pengimpor minyak kini harus mencari alternatif jalur pasokan atau menyiapkan stok cadangan, sementara spekulan minyak global memperkirakan ketidakpastian yang semakin tinggi.

Akar Konflik dan Reaksi Iran di Tengah Ketegangan Global

Perang di Iran di mulai pada 28 Februari 2026 oleh serangan gabungan Israel dan AS. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran saat itu, tewas akibat serangan tersebut, memicu balasan keras dari Teheran. Iran menargetkan pangkalan AS di kawasan Teluk, Israel, dan menutup Selat Hormuz untuk menunjukkan kemampuan strategisnya.

Sebagai bagian dari respons, Iran menyatakan kapal-kapal minyak tetap bisa melintasi Selat Hormuz dengan syarat negara asal kapal mengusir duta besar AS dan Israel dari wilayah masing-masing. Kebijakan ini menunjukkan Iran menggunakan leverage politik dan ekonomi untuk menekan lawan sekaligus menjaga arus perdagangan minyak tetap berjalan.

Langkah ini memicu perhatian global, termasuk negara-negara importir minyak dan organisasi internasional, yang memonitor situasi di Selat Hormuz secara intens.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari internasional.kompas.com

Similar Posts