Demo Besar Di Iran Dipicu Pedagang Pasar Yang Pernah Dekat Rezim
Selama beberapa dekade, pedagang pasar di Iran menjadi sekutu strategis pemerintah, penting dalam struktur kekuasaan dan ekonomi negara.
Namun, krisis ekonomi yang semakin parah telah memicu pergeseran dramatis, mengubah mereka menjadi kekuatan pendorong di balik gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang kini melanda Iran.
Berikut ini, VIEWNEWZ akan menyoroti kerapuhan aliansi politik di tengah tekanan ekonomi yang ekstrem, menandai babak baru dalam sejarah pergolakan sosial di negara tersebut.
Gerakan Protes Terbaru, Respons Terhadap Keruntuhan Ekonomi
Pada 28 Desember, Teheran menjadi saksi bisu penutupan massal gerai dan toko oleh para pemilik toko serta pedagang pasar. Aksi ini merupakan bentuk protes tegas terhadap kondisi ekonomi Iran yang terus memburuk, sebuah indikasi bahwa kesabaran masyarakat telah mencapai batasnya. Gelombang protes ini menandai dimulainya serangkaian demonstrasi besar yang terus meluas hingga saat ini.
Pedagang telepon seluler di Jalan Hafez berkumpul di depan Iran Mobile Center dan Alaeddin Mobile Shopping Center, menyuarakan kemarahan mereka. Tak lama kemudian, aksi ini menarik perhatian para pejalan kaki di Jalan Jomhouri, yang turut bergabung dalam barisan protes, memperlihatkan solidaritas yang berkembang di kalangan masyarakat.
Secara terpisah, pedagang pasar besi di Teheran juga menghentikan aktivitas mereka dan menutup toko, memprotes anjloknya nilai mata uang rial. Penurunan nilai rial Iran ke titik terendah sepanjang sejarah pada 27 Desember 2025, dengan nilai tukar mencapai 1.445.000 per dollar AS, menjadi pemicu utama kemarahan publik.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Statistik Ekonomi Yang Mengkhawatirkan, Daya Beli Yang Tergerus
Data resmi dari Bank Sentral Iran mengungkapkan gambaran ekonomi yang suram. Tingkat inflasi tahunan rata-rata di Iran telah mencapai 43 persen selama delapan tahun terakhir. Angka ini sangat kontras dengan laju inflasi umum di Indonesia pada tahun 2025, yang tercatat 2,92 persen, menjadikannya tertinggi sejak pandemi Covid-19.
Secara kumulatif, inflasi ekstrem ini menyebabkan harga rata-rata barang dan jasa melonjak lebih dari 17 kali lipat. Dampak langsungnya adalah pengikisan daya beli yang parah, yang secara efektif memiskinkan sekitar 94 persen penduduk Iran. Angka ini menunjukkan betapa dalamnya krisis yang dihadapi oleh rakyat Iran.
Selama setahun terakhir, harga barang-barang pangan di Iran telah mengalami kenaikan rata-rata lebih dari 66 persen. Kenaikan harga kebutuhan pokok ini secara langsung memukul lapisan masyarakat paling rentan, memaksa mereka untuk berjuang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Baca Juga: Maduro Dipenjara, Venezuela Menanti Lebih Banyak Tahanan Politik Bebas
Sejarah Aliansi, Pedagang Pasar Dan Rezim Iran
Meskipun kini menjadi motor penggerak demonstrasi, pedagang pasar di Iran memiliki sejarah panjang sebagai sekutu dekat pemerintah. Peran mereka sangat krusial dalam Revolusi 1979 yang berhasil menggulingkan Mohammad Reza Shah Pahlavi. Setelah itu mereka tetap selaras dengan rezim yang berkuasa selama beberapa dekade.
Kyhan Valadbaygi, seorang peneliti terkemuka, mencatat bahwa para pedagang sering beroperasi melalui Partai Koalisi Islam yang berafiliasi, memungkinkan mereka terintegrasi langsung ke dalam struktur negara. Aliansi ini memberikan mereka pengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan politik dan ekonomi.
Para pedagang bahkan berhasil memperoleh pengaruh atas lembaga dan kementerian penting, termasuk Kementerian Perdagangan dan Niaga, Kementerian Tenaga Kerja, dan Dewan Penjaga Konstitusi. Kedudukan ini menunjukkan kekuatan dan jangkauan politik yang mereka miliki dalam sistem pemerintahan Iran.
Pergeseran Dinamika, Masa Depan Hubungan Pedagang-Rezim
Transformasi pedagang pasar dari pendukung setia menjadi penentang rezim menandai perubahan signifikan dalam lanskap politik Iran. Fenomena ini menunjukkan bahwa loyalitas dapat berubah ketika tekanan ekonomi mencapai titik kritis dan mengancam mata pencarian mereka.
Pergolakan ini berpotensi memiliki implikasi jangka panjang bagi stabilitas politik Iran. Ketika kelompok-kelompok yang dulunya mendukung rezim mulai menentang, pemerintah akan menghadapi tantangan yang lebih besar dalam mempertahankan kekuasaan dan mengendalikan gejolak sosial.
Situasi ini menuntut analisis mendalam mengenai bagaimana pemerintah akan menanggapi pergeseran aliansi ini. Apakah mereka akan menawarkan konsesi ekonomi atau menindak keras? Masa depan Iran sangat bergantung pada bagaimana dinamika baru ini akan berkembang.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari kompas.com

