Demo Tolak Relokasi RPH di Surabaya, Massa Desak Wali Kota Dialog Langsung
Puluhan pedagang dan pekerja Rumah Potong Hewan (RPH) menggelar demo di Balai Kota Surabaya menolak rencana relokasi RPH.
Massa menuntut Wali Kota Eri Cahyadi turun langsung untuk berdialog, dengan slogan “Temui Kami atau Balai Kota Dipenuhi Sapi”. Mereka khawatir relokasi akan merugikan usaha, akses distribusi, dan pekerjaan. Pemkot menjanjikan evaluasi dan membuka ruang dialog untuk mencari solusi adil dan transparan.
Simak penjelasan lengkapnya dan terviral lainnya hanya ada di VIEWNEWZ.
Demo Tolak Relokasi RPH di Balai Kota Surabaya
Puluhan pedagang dan pekerja Rumah Potong Hewan (RPH) menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota Surabaya. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana relokasi RPH yang dinilai merugikan para pelaku usaha dan pekerja di sektor pemotongan hewan.
Para demonstran datang membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar Pemerintah Kota Surabaya membatalkan kebijakan relokasi tersebut. Mereka menilai rencana pemindahan RPH tidak disertai solusi konkret terkait keberlanjutan usaha dan nasib para pekerja.
Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP. Meski berjalan tertib, suasana sempat memanas ketika massa menyuarakan tuntutan agar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menemui langsung para demonstran.
Temui Kami, atau Balai Kota Dipenuhi Sapi
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan keras dengan slogan “Eri Keluar atau Kami Masuk Bersama Sapi”. Kalimat tersebut menjadi simbol kekecewaan terhadap pemerintah kota yang dinilai tidak melibatkan pelaku RPH dalam proses pengambilan keputusan.
Koordinator aksi menyatakan bahwa ancaman membawa sapi ke dalam Balai Kota bukan sekadar gertakan. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk protes simbolik atas kebijakan yang dinilai mengabaikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat kecil.
Para demonstran menegaskan bahwa mereka siap melakukan aksi lanjutan apabila tuntutan tidak direspons. Mereka berharap wali kota turun langsung untuk berdialog, bukan hanya melalui perwakilan atau pejabat teknis.
Baca Juga: Demo Besar Di Iran Dipicu Pedagang Pasar Yang Pernah Dekat Rezim
Dasar Penolakan Relokasi RPH
Penolakan relokasi RPH didasari kekhawatiran terhadap akses distribusi, biaya operasional, serta kelayakan lokasi baru. Para pedagang menyebut lokasi yang direncanakan terlalu jauh dari pasar utama dan berpotensi menurunkan pendapatan mereka.
Selain itu, mereka menilai fasilitas di lokasi baru belum siap sepenuhnya untuk menunjang aktivitas pemotongan hewan sesuai standar kesehatan dan kesejahteraan hewan. Kondisi ini dikhawatirkan justru akan memicu persoalan baru di kemudian hari.
Para pekerja RPH juga mengkhawatirkan ancaman kehilangan pekerjaan jika relokasi tetap dipaksakan. Mereka meminta pemerintah kota memberikan jaminan tertulis terkait keberlanjutan usaha, fasilitas pendukung, serta perlindungan tenaga kerja.
Sikap Pemkot atas Aksi dan Tuntutan Massa
Pemerintah Kota Surabaya melalui perwakilannya menyatakan bahwa rencana relokasi RPH dilakukan untuk meningkatkan standar kebersihan, kesehatan, dan tata kota. Pemkot menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan jangka panjang demi kepentingan masyarakat luas.
Namun demikian, pihak pemkot menyatakan akan membuka ruang dialog dan menampung aspirasi para pedagang serta pekerja RPH. Pemerintah berjanji akan mengevaluasi sejumlah masukan, termasuk kesiapan lokasi baru dan skema transisi yang adil.
Massa aksi berharap dialog tersebut benar-benar menghasilkan solusi konkret, bukan sekadar janji. Mereka menegaskan bahwa relokasi harus dilakukan secara manusiawi, transparan, dan melibatkan semua pihak agar tidak menimbulkan konflik sosial di kemudian hari.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari surabaya.kompas.co
- Gambar Kedua dari detik.com
