Kebakaran Hong Kong, 22 WNI Masih Belum Ditemukan, 108 Selamat

Rabu, 26 November 2025 menjadi hari kelam bagi warga di kompleks apartemen Wang Fuk Court, distrik Tai Po, Hong Kong.

Kebakaran Hong Kong, 22 WNI Masih Belum Ditemukan, 108 Selamat

Tujuh dari delapan menara hunian di kompleks tersebut terbakar hebat setelah renovasi eksterior yang menggunakan perancah bambu dan jaring plastik memicu kebakaran besar.

Api diduga berasal dari area renovasi, tepatnya dari jendela yang tertutup lembaran foam dan safety netting, yang kemudian menyulut dan menyebar sangat cepat ke seluruh gedung.

Kebakaran ini berlangsung selama hampir 44 jam sebelum akhirnya dipadamkan menjadikannya kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa generasi. Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran VIEWNEWZ.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

108 Selamat, 22 Masih Hilang

Dari sisi warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di kompleks tersebut, data terbaru dari KJRI Hong Kong dan Kemlu RI mencatat bahwa dari estimasi 140 WNI penghuni Wang Fuk Court, sebanyak 108 orang telah dipastikan selamat.

Satu orang masih dirawat di rumah sakit, sembilan orang meninggal dunia, dan sebanyak 22 WNI masih belum ditemukan. Dua dari tiga WNI yang sebelumnya dilaporkan luka telah pulih dan dibolehkan keluar dari rumah sakit.

Namun, proses pencarian 22 WNI yang hilang masih terus dilakukan bersama pihak berwenang setempat. Termasuk identifikasi dan upaya penyelamatan.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Trauma dan Upaya Pemulangan

Para pekerja migran Indonesia (PMI) yang selamat dari kebakaran tersebut dilaporkan mengalami trauma berat. Relawan dari Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) yang mendampingi mereka menyebut bahwa banyak korban tidak bisa tidur selama 2–3 hari setelah kejadian.

Rasa takut, kehilangan tempat tinggal, dan kekhawatiran terhadap rekan sesama WNI yang belum ditemukan membuat kondisi psikologis mereka sangat rentan. Sementara itu, KJRI Hong Kong telah membentuk tim khusus (Family Engagement Team) untuk membantu pemulangan jenazah WNI korban dan memastikan hak-hak korban serta keluarga dapat terpenuhi.

Namun, pemulangan jenazah masih bergantung pada proses identifikasi. Termasuk verifikasi dokumen dan mungkin sampel DNA sehingga belum ada tanggal pasti kapan jenazah bisa dikirim pulang ke Indonesia.

Baca Juga: Thailand Ambil Langkah Beri Rp 1 M ke Korban Banjir Tanpa Hambatan Birokrasi

Perlindungan Pekerja Migran

Perlindungan Pekerja Migran

Kebakaran di Wang Fuk Court menghadirkan pukulan keras bagi komunitas pekerja migran terutama WNI di Hong Kong. Di tengah duka dan kekhawatiran, banyak pertanyaan muncul seputar perlindungan dan hak-hak pekerja migran. Termasuk keamanan hunian, kondisi kerja, dan akses terhadap bantuan ketika bencana terjadi.

KJRI dan Kemlu diharapkan terus mempercepat proses repatriasi jenazah, memastikan pendataan korban hilang, dan memberikan dukungan psikologis bagi penyintas.

Lebih jauh, tragedi ini membuka kebutuhan mendesak bagi reformasi kebijakan keselamatan bangunan, regulasi renovasi, dan pengawasan penggunaan bahan konstruksi terutama di gedung hunian padat.

Pemerintah Hong Kong diharapkan mengambil tindakan tegas dan transparan agar kejadian serupa tak terulang. Untuk Indonesia, penting juga bagi calon pekerja migran atau yang sedang bekerja di luar negeri untuk lebih waspada terhadap kondisi tempat tinggal serta memastikan hak-hak mereka terlindungi.

Kebakaran besar di Wang Fuk Court menjadi cermin pahit tentang betapa rentannya kehidupan pekerja migran sekaligus panggilan bagi negara dan masyarakat internasional untuk memberikan perlindungan lebih baik.

Skala Bencana Penyelidikan

Tragedi di Wang Fuk Court telah memicu kecaman luas terhadap praktik renovasi dan regulasi keselamatan di kawasan hunian vertikal padat penduduk. Saat kebakaran terjadi, gedung sedang direnovasi luar seluruh menara dibungkus perancah bambu dan jaring plastik safety net. Kondisi yang kemudian dipandang sebagai penyebab meluasnya api.

Banyak pihak menyoroti bahwa penggunaan bahan yang mudah terbakar. Ditambah sistem alarm kebakaran dan tangga darurat yang kemungkinan tidak memadai, memperparah dampak kebakaran.

Pihak berwenang Hong Kong telah menangkap sejumlah individu termasuk kontraktor dan konsultan teknik proyek atas dugaan kelalaian dan pelanggaran keselamatan.

Pemeriksaan struktural dan penyelidikan atas catatan renovasi serta ijin pelaksana renovasi pun digelar. Sebagai bagian dari upaya memastikan tanggung jawab dan pencegahan kejadian serupa di masa depan.

Simak dan ikuti terus berbagai informasi berita-berita terbaru dan update menarik lainnya hanya di VIEWNEWZ.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari mpi.okezone.com
  • Gambar Kedua dari rmol.id

Similar Posts