Korsel Minta Korut Minta Maaf, Balasannya Justru Rudal Balistik
Ketegangan Korea Selatan dan Korea Utara kembali meningkat setelah Seoul meminta pertanggungjawaban atas ledakan ranjau di DMZ.
Beberapa hari kemudian, Pyongyang meluncurkan rudal balistik ke arah Laut Timur. Berikut ini VIEWNEWZ akan mengulas perkembangan terbaru hubungan Korea Selatan dan Korea Utara, mulai dari tuntutan permintaan maaf terkait ledakan di DMZ hingga respons Pyongyang yang kembali meluncurkan rudal balistik.
Rudal Meluncur dari Wonsan
Militer Korea Selatan mendeteksi peluncuran rudal balistik dari wilayah Wonsan, Korea Utara, pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Rudal tersebut bergerak menuju Laut Timur dan menempuh jarak lebih dari 700 kilometer.
Seoul, Amerika Serikat, dan Jepang langsung memperkuat pertukaran informasi mengenai peluncuran tersebut. Peristiwa ini terjadi setelah hubungan kedua negara kembali memanas akibat insiden di wilayah perbatasan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ledakan DMZ Picu Saling Tuduh
Pada bulan sebelumnya, tiga prajurit Korea Selatan terluka akibat ledakan ranjau di dalam Zona Demiliterisasi atau DMZ. Seoul bersama Komando PBB menyebut ranjau Korea Utara sebagai penyebab ledakan tersebut.
Korea Selatan kemudian meminta Pyongyang bertanggung jawab dan menyampaikan permintaan maaf. Namun, Korea Utara membantah keterlibatannya. Kim Yo Jong juga menolak tuntutan Seoul dan mengecam tuduhan tersebut.
Baca Juga: Perang Iran Belum Berakhir, AS Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah
Upaya Dialog Kembali Menghadapi Tekanan
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebelumnya mendorong Korea Utara untuk kembali membuka jalur dialog. Pemerintah Seoul berharap komunikasi dapat membantu meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.
Namun, penolakan Pyongyang terhadap tuduhan ledakan kemudian muncul bersamaan dengan peluncuran rudal. Perkembangan tersebut membuat situasi kembali menjadi perhatian, terutama karena kedua pihak masih memiliki pandangan berbeda mengenai insiden di DMZ.
