Iran Kirim Pesan Keras ke AS: Perang Siap, Perundingan Tetap Terbuka
Iran kembali mengirim pesan tegas kepada Amerika Serikat di tengah ketegangan yang belum mereda. Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan negaranya siap menghadapi konflik militer, tetapi tetap membuka jalur diplomasi.
Berikut ini VIEWNEWZ akan mengulas perkembangan terbaru mengenai sikap Iran terhadap Amerika Serikat, termasuk kesiapan Teheran menghadapi konflik sekaligus membuka peluang perundingan melalui jalur diplomasi.
Iran Siap Hadapi Tekanan AS
Ghalibaf menyampaikan sikap tersebut di hadapan parlemen Iran pada Minggu, 4 Oktober 2026. Ia menegaskan Iran tidak gentar menghadapi langkah terbaru Washington dan siap menggunakan kekuatan militernya jika situasi kembali memanas.
Namun, Teheran tidak menutup pintu perundingan. Ghalibaf menyebut Iran juga memakai jalur diplomasi untuk mempertahankan kepentingannya dan mendorong pemenuhan hak rakyat Iran.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Selat Hormuz Masih Menjadi Titik Penting
Pernyataan Ghalibaf muncul setelah Washington merespons proposal Iran mengenai peta jalan tujuh hari untuk membuka kembali Selat Hormuz. Teheran tetap meminta AS memenuhi tujuh syarat berdasarkan Memorandum Islamabad sebelum membuka jalur strategis tersebut.
Iran sebelumnya mengajukan sejumlah tuntutan melalui mediator Qatar. Teheran meminta penghentian permusuhan di seluruh front, pencairan dana yang dibekukan, serta penghentian blokade laut terhadap pelabuhan Iran.
Baca Juga: Korsel Minta Korut Minta Maaf, Balasannya Justru Rudal Balistik
Iran Sebut Perundingan Jadi Jalan Keluar
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menegaskan bahwa konflik tersebut tidak memiliki solusi militer. Menurutnya, perundingan yang mengedepankan keadilan dan martabat diplomatik dapat membuka jalan menuju penyelesaian.
Meski begitu, Araghchi memperingatkan Washington agar tidak memilih jalur militer. Jika AS kembali menyerang, Iran menyatakan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk mempertahankan diri.
