Maut Dari Limbah! Gunung Sampah Filipina Longsor, 38 Orang Hilang
Manila diguncang duka setelah sebuah gunung sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Binaliw Landfill, Cebu, Filipina, mengalami longsor pada Kamis (8/1/2026) malam.
Insiden tragis ini tidak hanya merenggut nyawa seorang wanita berusia 22 tahun, tetapi juga menyebabkan 38 orang lainnya dinyatakan hilang.
Berikut ini, VIEWNEWZ akan menyoroti bahaya laten yang mengintai di balik tumpukan limbah perkotaan dan menjadi pengingat keras akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Bencana Yang Memakan Korban Di TPA Binaliw
Longsornya gunung sampah di TPA Binaliw Landfill, Cebu, Filipina, menyisakan duka mendalam. Seorang wanita berusia 22 tahun dipastikan meninggal dunia, sementara 38 orang lainnya masih dalam pencarian. Banyak dari korban hilang diyakini adalah pekerja yang sehari-hari beraktivitas di area pembuangan sampah tersebut, mengais rezeki di antara tumpukan limbah.
Penyebab pasti longsornya tumpukan sampah raksasa ini masih belum jelas dan sedang dalam penyelidikan. Namun, insiden ini kembali membuka mata publik tentang risiko pekerjaan di TPA, di mana para pekerja rentan terhadap berbagai kecelakaan dan bahaya kesehatan. Kondisi kerja yang tidak aman seringkali menjadi ancaman serius bagi mereka yang menggantungkan hidup dari sampah.
Meskipun demikian, ada secercah harapan di tengah tragedi. Sebanyak 12 pekerja sanitasi berhasil ditarik dan diselamatkan dari timbunan longsoran. Upaya penyelamatan yang cepat dan terkoordinasi berhasil mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa, meskipun operasi pencarian untuk korban hilang lainnya masih terus dilakukan dengan intensif.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Respons Cepat Dan Upaya Penyelamatan Masif
Setelah kejadian, sekitar 300 orang dari berbagai lembaga pemerintah dan kelompok sipil segera dikerahkan ke lokasi TPA Binaliw Landfill yang dikelola swasta itu. Tim gabungan ini bekerja tanpa lelah dalam upaya pencarian dan penyelamatan. Mereka bahu-membahu untuk menemukan korban yang masih tertimbun reruntuhan sampah.
Berbagai peralatan berat seperti ekskavator, ambulans, dan truk pemadam kebakaran juga terlihat di lokasi kejadian. Alat-alat ini sangat penting untuk membantu menyingkirkan tumpukan sampah dan mencari korban yang mungkin terperangkap di bawahnya. Koordinasi yang baik antarinstansi sangat krusial dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
Wali Kota Cebu, Nestor Archival, melalui unggahan di Facebook pada Jumat (9/1/2026), menegaskan komitmen penuh tim respons. Ia menyatakan bahwa semua pihak terus terlibat aktif dalam operasi pencarian dan penyelamatan guna menemukan orang-orang yang masih hilang. Solidaritas dan kerja keras menjadi kunci dalam menghadapi musibah ini.
Baca Juga: Polda Metro Stop Penyelidikan Kasus Kematian Diplomat Arya Daru
Praktik Pengelolaan Sampah Yang Diduga Bermasalah
Anggota Dewan Kota Cebu, Joel Garganera, menduga bahwa insiden longsor ini mungkin terjadi secara mendadak. Ia menambahkan, tragedi tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh praktik pengelolaan sampah yang buruk di TPA Binaliw. Pernyataan ini mengindikasikan adanya masalah struktural dalam operasional tempat pembuangan sampah tersebut.
Garganera menuturkan, operator TPA diketahui telah melakukan praktik penggalian ke dalam tumpukan sampah. Mereka menambang tanah, lalu menumpuk sampah lagi untuk membentuk gunungan sampah baru. Praktik semacam ini dapat melemahkan struktur tumpukan sampah dan membuatnya rentan terhadap longsor, terutama saat terjadi hujan lebat atau pergeseran tanah.
“Itu bukan tempat pembuangan sampah yang sanitasi. Itu sudah menjadi tempat pembuangan sampah terbuka,” ujarnya. Kritik keras ini menyoroti bahwa TPA Binaliw tidak memenuhi standar pengelolaan sampah yang seharusnya. TPA terbuka, tanpa penataan yang memadai, sangat berisiko dan dapat menimbulkan bencana lingkungan serta kemanusiaan.
Refleksi Dan Tantangan Pengelolaan Sampah Perkotaan
Tragedi longsor gunung sampah di Cebu ini menjadi cerminan dari masalah pengelolaan sampah yang lebih luas, terutama di kota-kota besar seperti di Filipina. Tempat pembuangan sampah terbuka atau tidak terkelola dengan baik masih menjadi pemandangan umum. Menimbulkan ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Cebu sendiri, sebagai pusat perdagangan dan gerbang transportasi di wilayah Visayas, Filipina tengah, menghadapi tantangan besar dalam mengelola volume sampahnya. Pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi yang pesat seringkali tidak diimbangi dengan infrastruktur pengelolaan sampah yang memadai, menyebabkan penumpukan limbah yang berbahaya.
Oleh karena itu, insiden ini harus menjadi momentum bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi dan meningkatkan sistem pengelolaan sampah. Penerapan praktik sanitasi yang ketat, pembangunan infrastruktur yang aman, dan edukasi publik tentang pentingnya reduksi sampah adalah langkah-langkah krusial untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com

