Mencekam! Misa Minggu Palma Gagal Digelar, Kardinal Dihadang Polisi Israel

Misa Minggu Palma di Yerusalem gagal digelar setelah Kardinal Pierbattista Pizzaballa dihadang polisi Israel insiden ini memicu kemarahan umat Kristiani.

Mencekam! Misa Minggu Palma Gagal Digelar

Pemerintah Israel menyatakan tindakan itu dilakukan untuk alasan keamanan, tetapi kontroversi tetap memanas. Simak perkembangan lengkap bagaimana insiden ini berdampak pada Pekan Suci, reaksi masyarakat, dan langkah pemerintah untuk menenangkan situasi di kota suci. Simak informasi terbaru dan terviral lainnya yang akan di bahas dengan detail hanya ada di VIEWNEWZ.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Polisi Israel Hadang Kardinal di Pekan Suci

Insiden tak terduga mewarnai perayaan Minggu Palma di Yerusalem ketika aparat kepolisian Israel menghalangi Kardinal Pierbattista Pizzaballa. Patriark Latin Yerusalem, bersama pemimpin gereja lainnya dari memasuki Church of the Holy Sepulchre untuk memimpin misa.

Menurut pernyataan dari Patriarkat Latin Yerusalem, para pemimpin gereja itu sedang menuju lokasi ibadah tanpa adanya prosesi publik maupun kerumunan besar ketika polisi menghentikan mereka dan memaksa mereka berbalik arah. Para pengamat menyebut tindakan ini sebagai kejadian yang belum pernah terjadi dalam beberapa abad terakhir.

Polisi mengambil keputusan itu di tengah pembatasan umum atas akses ke situs suci di Kota Tua Yerusalem. Termasuk Church of the Holy Sepulchre Al‑Aqsa Mosque, dan Western Wall, yang ditutup atau dibatasi karena kekhawatiran keamanan akibat konflik regional saat ini.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Reaksi Gereja dan Pernyataan Resmi

Pihak Latin Patriarchate of Jerusalem mengeluarkan pernyataan keras menilai pencegahan tersebut sebagai langkah yang “tidak masuk akal dan sangat tidak proporsional”. Karena mengabaikan sensitivitas umat Kristiani di seluruh dunia pada minggu yang sakral ini. Mereka menegaskan bahwa tindakan itu mencederai tradisi panjang kebebasan beribadah di Yerusalem.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa polisi menghalangi dua pemimpin gereja senior, termasuk Kardinal Pizzaballa dan Fr. Francesco Ielpo. Memasuki gereja untuk merayakan misa, meskipun kedatangan mereka bersifat privat dan bukan bagian dari prosesi besar.

Pihak gereja mencatat bahwa Minggu Palma menandai dimulainya Pekan Suci, periode paling penting dalam tradisi Katolik. Menjelang Paskah, ribuan umat biasanya berkumpul di Yerusalem untuk misa dan prosesi, tetapi pihak berwenang membatalkan atau membatasi banyak ritual publik tahun ini karena alasan keamanan.

Baca Juga: 8 Juta Warga AS Turun Ke Jalan! Aksi Gelar “NO KINGS” Tuntut Hal Ini!

Tanggapan Pemerintah Israel dan Keamanan

Tanggapan Pemerintah Israel dan Keamanan

Kantor Perdana Menteri Israel menjelaskan bahwa polisi mengambil keputusan itu karena kekhawatiran keamanan menyusul konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Pemerintah menyatakan tidak ada niat bersifat diskriminatif, tetapi mereka mengambil langkah pencegahan untuk melindungi para pemimpin gereja dari risiko potensial.

Israel memberlakukan pembatasan ketat pada pertemuan publik, termasuk di tempat ibadah, sejak konflik regional meningkat. Pemerintah membatasi jumlah orang yang boleh berkumpul hingga sekitar 50 orang demi keselamatan, sekaligus menutup beberapa situs suci untuk publik sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Menanggapi kecaman global, termasuk dari beberapa pemerintah asing, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menginstruksikan otoritas terkait. Untuk memberi akses penuh kepada Kardinal dan para pemimpin gereja selama sisa Pekan Suci. Meskipun kontroversi atas keputusan awal masih menyita perhatian.

Protes Dunia dan Dampak Iman

Langkah Israel ini memicu kecaman dari berbagai negara termasuk Italia dan Perancis, yang menyebut larangan itu sebagai pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan penghormatan terhadap tempat ibadah. Pemerintah Italia secara resmi memanggil duta besar Israel untuk mendapatkan klarifikasi atas tindakan tersebut.

Paus dan sejumlah tokoh agama lain juga menyampaikan keprihatinan mereka atas pembatasan ini. Menekankan bahwa tempat‑tempat suci seharusnya tetap terbuka bagi umat dari berbagai keyakinan untuk beribadah, apalagi pada hari‑hari penting seperti Pekan Suci.

Di Yerusalem sendiri, suasana religius yang biasanya penuh warna pada Minggu Palma berubah menjadi lebih hening dan tegang. Banyak umat yang biasanya berjalan melalui rute prosesi kini hanya dapat merayakan misa dalam kelompok kecil.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari lambeturah.co.id
  • Gambar Kedua dari buol.pikiran-rakyat.com

Similar Posts