Trump Murka! AS Diselimuti Kabut Asap, Kanada Dituding Jadi Penyebab dan Terancam Sanksi Tarif
Kabut asap dari kebakaran hutan di Kanada menyelimuti sejumlah wilayah AS, menurunkan kualitas udara dan memicu imbauan agar warga mengurangi aktivitas luar.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung melontarkan kritik keras kepada Kanada. Ia menilai pemerintah Kanada gagal mengelola kawasan hutan sehingga kebakaran terus meluas dan berdampak ke wilayah AS. Trump bahkan membuka peluang mengenakan sanksi tarif terhadap produk impor asal Kanada.
VIEWNEWZ akan mengulas pernyataan Donald Trump yang menyalahkan Kanada atas kabut asap yang menyelimuti Amerika Serikat hingga memicu ancaman sanksi tarif.
Kabut Asap Ganggu Aktivitas Warga Amerika
Ratusan titik kebakaran hutan di Kanada terus menghasilkan asap pekat yang bergerak ke wilayah Amerika Serikat. Angin membawa asap tersebut hingga menyelimuti sejumlah negara bagian dalam beberapa hari terakhir.
Otoritas kesehatan meminta masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, untuk tetap berada di dalam rumah. Langkah itu bertujuan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang memburuk.
Asap tebal juga mengubah warna langit di beberapa kota menjadi kekuningan. Jarak pandang ikut menurun sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati saat beraktivitas.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Trump Salahkan Kanada dan Siapkan Tarif Baru
Donald Trump menilai pemerintah Kanada harus bertanggung jawab atas dampak kabut asap lintas negara. Melalui unggahan di Truth Social, ia menyebut pengelolaan hutan yang buruk menjadi penyebab utama kebakaran besar tahun ini.
Trump mengatakan polusi udara itu telah menimbulkan kerugian miliaran dolar bagi Amerika Serikat. Karena itu, ia ingin memasukkan nilai kerugian tersebut ke dalam komponen tarif impor barang asal Kanada.
Selain menyampaikan kritik, Trump juga berencana menghubungi Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk membahas langkah yang akan ditempuh Kanada dalam mengendalikan kebakaran hutan.
Baca Juga:Â ASN Disentil Keras! Ketua Komisi II Bongkar Mental Kerja: Absen, Ngopi, Lalu Pulang
Ontario Jadi Wilayah dengan Titik Api Terbanyak
Sebagian besar kebakaran hutan tahun ini muncul di wilayah barat laut Ontario. Kawasan tersebut memiliki hutan yang sangat luas, tetapi hanya dihuni sedikit penduduk sehingga proses pemadaman menghadapi tantangan besar.
Api telah melalap sekitar 650.000 hektare lahan atau lebih luas dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Kondisi itu memaksa ribuan warga meninggalkan rumah demi keselamatan mereka.
Lebih dari 100 titik kebakaran di Ontario utara juga menurunkan kualitas udara di Toronto. Asap kemudian bergerak ke kawasan timur laut Amerika Serikat dan memengaruhi banyak kota.
Pertemuan Trump dan Carney Jadi Sorotan
Mark Carney belum memberikan tanggapan atas pernyataan Donald Trump. Meski begitu, kedua pemimpin negara akan bertemu saat menghadiri final Piala Dunia 2026 di New Jersey pada Minggu, 19 Juli 2026.
Banyak pihak memperkirakan keduanya akan membahas dampak kebakaran hutan, kualitas udara lintas negara, serta hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Kanada.
Rencana Trump untuk menambah tarif impor juga berpotensi menjadi pembahasan penting dalam pertemuan tersebut.
Pakar Iklim Ingatkan Ancaman Kebakaran Makin Besar
Para pakar iklim menilai kenaikan suhu global membuat hutan lebih kering sehingga api lebih mudah menyebar. Cuaca yang semakin panas dan angin yang lebih kencang ikut memperbesar risiko kebakaran setiap tahun.
Profesor kebakaran hutan dari Thompson Rivers University, Mike Flannigan, menjelaskan bahwa perubahan iklim akan memicu lebih banyak kebakaran jika berbagai negara tidak memperkuat upaya pencegahan dan mitigasi.
Sebelumnya, Mark Carney juga meminta Amerika Serikat mengambil peran lebih besar dalam menghadapi perubahan iklim. Pernyataan tersebut kembali menarik perhatian setelah Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Kanada akibat kabut asap yang melintasi perbatasan.
