SBY Ungkap Pesan Untuk Trump Dan Khamenei Soal Potensi Perang AS-Iran!

SBY menyampaikan pesan penting kepada Trump dan Khamenei, memperingatkan risiko serius potensi perang AS-Iran.

SBY menyampaikan pesan penting kepada Trump dan Khamenei

Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti potensi konflik AS-Iran menjelang negosiasi penting di Jenewa. Melalui akun X, SBY menyampaikan pandangan mendalam tentang risiko perang dan menujukan pesannya kepada Donald Trump, Ayatullah Khamenei, serta pemimpin dunia lainnya.

Dapatkan kabar penting, inspiratif, dan bermanfaat dari dalam dan luar negeri, eksklusif di VIEWNEWZ, teman setia menambah wawasan Anda.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Negosiasi Rumit AS-Iran Dan Kekhawatiran SBY

SBY menyoroti negosiasi antara AS dan Iran yang akan membahas masa depan proyek nuklir Teheran sebagai sebuah proses yang sangat rumit. Dia menilai tidak mudah untuk mencapai kesepahaman karena kepentingan kedua negara sangatlah berbeda. Situasi ini menciptakan ketegangan yang membutuhkan kehati-hatian ekstra dari semua pihak.

Di tengah perundingan tersebut, SBY melihat adanya dua negara yang siap berperang di kawasan Timur Tengah. Para juru runding dituntut untuk cerdas membaca pikiran para pemimpin mereka, yaitu Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei. Membangun harmoni antara juru runding dan pemimpin yang memberi mandat menjadi tantangan tersendiri.

SBY menekankan bahwa negosiasi yang sukses memerlukan kesabaran, kecerdasan, dan keuletan. Para negosiator harus siap berkompromi dan bersedia untuk melakukan ‘take and give’. Pemahaman mendalam terhadap keinginan dan sasaran yang digariskan oleh kedua pemimpin negara juga menjadi kunci keberhasilan perundingan ini.

Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL

apk shotsgoal  

Ego Dan Kepentingan Pribadi Para Pemimpin

SBY mengamati keunikan dalam diri Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Keduanya disebut memiliki ego, ambisi, dan kepentingan pribadi yang besar. Faktor-faktor ini, menurut SBY, turut mempengaruhi dinamika dan arah negosiasi yang sedang berlangsung di Jenewa.

Trump, misalnya, dikhawatirkan akan kehilangan reputasi dan ‘legacy’ indahnya jika negosiasi ini gagal. Sementara itu, Ali Khamenei khawatir bahwa sengketa sengit dengan Amerika bisa berujung pada pergantian rezim jika nasibnya kurang berpihak. Ini menunjukkan adanya ‘survival interest’ bagi kedua pemimpin tersebut.

SBY menilai bahwa kepentingan pribadi ini menambah kompleksitas dalam upaya mencapai kesepakatan damai. Ego dan ambisi pemimpin dapat menjadi penghalang jika tidak dikelola dengan bijak. Hal ini menuntut para negosiator untuk lebih peka dan strategis dalam mencari jalan tengah yang dapat diterima semua pihak.

Baca Juga: 

Potensi Perang Dan Pilihan Sulit

 Potensi Perang Dan Pilihan Sulit

Banyak pihak memprediksi bahwa kegagalan perundingan ini akan memicu perang besar. SBY menyebut bahwa perang tersebut bisa saja terjadi, namun juga tidak mustahil untuk dihindari. Dia percaya bahwa Trump dan Khamenei tidak akan gegabah dalam memerintahkan pasukannya untuk berperang tanpa pertimbangan matang.

SBY memberikan sejumlah catatan penting bagi pemimpin komando dalam mengambil keputusan perang. Pertama, mereka harus menilai apakah mereka benar-benar perlu melaksanakan perang atau masih bisa memilih opsi lain, yaitu ‘war of necessity’ atau ‘war of choice’. Para pemimpin memandang keputusan ini sangat krusial.

Kedua, negara harus siap berperang jika kalkulasi rasional menjamin kemenangan. SBY mengingatkan Trump dan Khamenei agar mereka menilai kemampuan memenangkan perang, memperhitungkan nasib rakyat, dan mengikuti masukan para jenderal. Ego pemimpin tidak boleh mengalahkan akal sehat.

Pesan Bijak SBY Untuk Para Pemimpin

SBY menyampaikan pesan yang mendalam, tidak hanya untuk Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei, tetapi juga untuk seluruh pemimpin politik dunia. Pesan ini menekankan bahwa para pemimpin memikul tanggung jawab besar ketika mereka memutuskan memulai peperangan.

“Para perwira dan para prajurit itu juga punya jiwa, punya keyakinan, punya akal sehat, dan tentunya punya harapan,” tulis SBY. Ia menambahkan bahwa tentara selalu siap mengorbankan diri untuk negara, namun kesuksesan perang juga bergantung pada hati dan pikiran para prajurit yang berjuang.

SBY mengakhiri pesannya dengan kalimat indah: “Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for.” Pesan ini menegaskan bahwa pemimpin harus mampu memberikan alasan yang jelas dan kuat kepada prajurit mengapa mereka harus bertempur dan mengorbankan jiwa.

Dapatkan semua berita viral, trending, dan update terpanas, langsung di VIEWNEWZ, pusat informasi terkini hanya untuk Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari: news.detik.com
  • Gambar Kedua dari: cnbcindonesia.com

Similar Posts