Sumatera Terdampak Bencana, Menag Ajukan Dana Tambahan Rp 702 Miliar
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajukan tambahan anggaran Rp 702,98 miliar untuk memperbaiki fasilitas keagamaan di Sumatera yang terdampak bencana.
Dana ini diarahkan untuk rehabilitasi madrasah, pondok pesantren, rumah ibadah lintas agama, dan unit layanan KUA. Dengan anggaran tambahan ini, Kemenag berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, layanan pendidikan dan ibadah kembali normal.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya yang akan di bahas dengan detail hanya ada di VIEWNEWZ.
Menag Usulkan Tambahan Anggaran Rp 702 Miliar
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 702,98 miliar untuk memperbaiki fasilitas layanan keagamaan di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Dana ini diarahkan untuk rehabilitasi madrasah, pondok pesantren, rumah ibadah, serta unit layanan KUA yang mengalami kerusakan masif.
Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (28/1/2026). Menurut Nasaruddin, bantuan yang telah disalurkan sebelumnya masih terbatas sehingga perlu tambahan agar proses pemulihan lebih menyeluruh.
“Sehubungan dengan hal tersebut, Kemenag mengusulkan kebutuhan lanjutan penanganan pascabencana sebesar Rp 702,98 miliar melalui RO direktif presiden tahun 2026,” jelas Nasaruddin. Penambahan anggaran ini diharapkan mampu mempercepat perbaikan fasilitas keagamaan dan memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Kerusakan Fasilitas Keagamaan Akibat Bencana
Berdasarkan data Kementerian Agama, sebanyak 3.207 satuan layanan keagamaan dan madrasah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fasilitas yang rusak meliputi 562 madrasah, 1.033 pondok pesantren, 17 perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI), 1.593 rumah ibadah lintas agama, serta unit layanan KUA.
Kerusakan ini menimbulkan kesulitan bagi masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan dan ibadah. Selain itu, banyak fasilitas yang belum dapat beroperasi secara normal sehingga menghambat proses belajar mengajar dan kegiatan keagamaan.
Nasaruddin menekankan bahwa pemulihan fasilitas ini bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga terkait kelancaran layanan dasar keagamaan bagi masyarakat di daerah terdampak. Kemenag perlu melakukan rehabilitasi secara menyeluruh agar pelayanan kembali optimal.
Baca Juga: MIRIS! Pedagang Es Jadul Dituduh Jual Spons Dan Diania, Begini Pengakuan Pilu Korban!
Bantuan Awal dan Kebutuhan Tambahan
Kementerian Agama sebelumnya telah menyalurkan bantuan awal pascabencana senilai Rp 75,82 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBN sebesar Rp 66,47 miliar dan partisipasi program Kemenag Peduli sebesar Rp 9,35 miliar. Bantuan awal digunakan untuk penanganan darurat dan pemulihan awal di lokasi terdampak.
Meski demikian, dana tersebut masih dianggap kurang untuk menutup seluruh kebutuhan rehabilitasi. Mengingat kerusakan yang masif, tambahan anggaran sangat diperlukan agar fasilitas pendidikan dan ibadah bisa dipulihkan secara menyeluruh dan berkualitas.
Menurut Nasaruddin, proses rehabilitasi menyeluruh akan memastikan layanan keagamaan tetap berjalan, memberikan rasa aman bagi masyarakat, dan mendukung pemulihan pascabencana di Sumatera. “Tanpa tambahan anggaran, pemulihan akan berjalan lambat dan tidak maksimal,” ujarnya.
Prioritas Pemulihan dan Bantuan Pascabencana
Usulan tambahan anggaran mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi madrasah, pondok pesantren, PTKI, serta rumah ibadah lintas agama. Selain itu, program ini juga meliputi perbaikan kantor Kementerian Agama, pendampingan pascabencana, penyediaan mushaf Al-Qur’an, dan bantuan bagi organisasi masyarakat keagamaan.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan pendidikan dan keagamaan, sekaligus memberikan dukungan bagi guru, tenaga pendidik, dan pengurus rumah ibadah. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar dan ibadah dapat kembali normal dalam waktu yang lebih cepat.
Nasaruddin menegaskan bahwa penanganan ini merupakan prioritas Kemenag agar fasilitas keagamaan dan madrasah dapat berfungsi optimal. Tambahan anggaran Rp 702,98 miliar diharapkan menjadi solusi untuk pemulihan menyeluruh dan meningkatkan kualitas layanan keagamaan pascabencana di Sumatera.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi viral terupdate lainnya hanya di VIEWNEWZ.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari nasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com
