Terbongkar! Iran Diam-Diam Borong Senjata Rp 9,9 Triliun Dari Rusia, Siap Guncang Geopolitik Dunia!
Iran dikabarkan menandatangani kesepakatan rahasia senilai 500 juta Euro dengan Rusia untuk membeli ribuan rudal canggih dan sistem udara.
Kabar mengejutkan datang dari Timur Tengah dan Eropa Timur. Pemerintah Iran dilaporkan secara diam-diam mencapai kesepakatan dengan Rusia senilai 500 juta Euro (Rp 9,9 triliun). Kesepakatan ini melibatkan ribuan rudal canggih yang bisa ditembakkan dari bahu, menandakan potensi perubahan dinamika militer di kawasan.
Dapatkan kabar penting, inspiratif, dan bermanfaat dari dalam dan luar negeri, eksklusif di VIEWNEWZ, teman setia menambah wawasan Anda.
Kesepakatan Rahasia Dan Sumber Informasi
Media terkemuka Financial Times pertama kali mengungkap kesepakatan senjata rahasia antara Teheran dan Moskow. Media ini mempublikasikan laporan tersebut pada Minggu, 22 Februari 2026, dan segera menarik perhatian dunia internasional. Detail transaksi yang begitu besar ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai implikasi geopolitiknya.
Laporan Financial Times tidak hanya berdasarkan rumor. Informasi tersebut bersumber dari dokumen Rusia yang bocor, memberikan kredibilitas pada klaim tersebut. Selain itu, beberapa sumber yang mengetahui kesepakatan rahasia ini secara langsung juga memberikan keterangan, sehingga memperkuat validitas berita.
Meskipun Financial Times telah menyajikan bukti kuat, Reuters sebagai kantor berita besar menyatakan belum dapat memverifikasi secara independen laporan tersebut. Namun, dokumen bocor dan kesaksian sumber membuat komunitas internasional patut mencermati informasi ini secara serius.
Ayo Kawal Timnas Menuju Piala Dunia - Link Aplikasi Nonton Timnas Indonesia GRATIS! Segera download! APLIKASI SHOTSGOAL
![]()
Detail Transaksi Senjata
Menurut laporan Financial Times, pihak-pihak terkait menandatangani kesepakatan ini di Moskow pada Desember tahun lalu. Isi perjanjian tersebut mewajibkan Rusia untuk memasok 500 unit peluncur portabel “Verba” dan 2.500 rudal “9M336”. Persenjataan ini dikenal sebagai rudal canggih yang ditembakkan dari bahu, memberikan kemampuan pertahanan udara yang signifikan.
Rusia merencanakan pengiriman senjata kepada Iran dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dimulai pada tahun 2027 dan berlanjut hingga 2029. Skema pengiriman bertahap ini menunjukkan bahwa kesepakatan tersebut merupakan proyek jangka panjang yang strategis bagi kedua negara.
Financial Times juga menyebutkan bahwa eksportir senjata Rusia, Rosoboronexport, melakukan negosiasi kesepakatan ini dengan perwakilan Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran (MODAFL). Detail ini menunjukkan bahwa transaksi ini merupakan kesepakatan tingkat tinggi antar-pemerintah.
Baca Juga: VIRAL! Niat Bangunkan Sahur Berujung Petaka, Pikap Tiba-Tiba Dilalap Api!
Konteks Geopolitik Dan Kebutuhan Iran
Menurut kontrak yang ditinjau oleh Financial Times, Teheran secara resmi meminta sistem persenjataan tersebut pada Juli tahun lalu. Permintaan ini muncul sebulan setelah Israel melancarkan gelombang serangan besar-besaran terhadap Iran pada Juni tahun lalu, dengan Amerika Serikat (AS) turut bergabung dalam pengeboman fasilitas nuklir utama Teheran.
Presiden AS Donald Trump pada saat itu mengklaim bahwa fasilitas nuklir utama Iran hancur akibat serangan tersebut. Namun, penilaian intelijen Washington menunjukkan bahwa meskipun pengeboman AS merusak beberapa fasilitas, kemampuan nuklir Iran tidak hancur total, melainkan hanya memperlambat operasionalnya selama beberapa bulan.
Pejabat Teheran berulang kali menegaskan bahwa Iran telah pulih dari kerusakan akibat serangan tersebut, dan kemampuan militer mereka kini lebih baik dari sebelumnya. Iran membeli rudal canggih ini sebagai upaya memperkuat pertahanan udaranya dan menunjukkan kemandirian strategisnya di tengah ancaman regional.
Implikasi Dan Hubungan Rusia-Iran
Kesepakatan senjata ini semakin mempererat hubungan strategis antara Rusia dan Iran. Meskipun belum mencakup klausul pertahanan bersama, kedua negara memiliki perjanjian kemitraan yang kuat. Hal ini terlihat dari manuver angkatan laut bersama di Teluk Oman pada awal Februari lalu, yang melibatkan kapal korvet Angkatan Laut Rusia dan Angkatan Laut Iran.
Pembelian senjata bernilai triliunan rupiah ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya mengandalkan kemampuan domestiknya, tetapi juga aktif mencari dukungan teknologi militer dari sekutunya. Ini bisa mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan Timur Tengah, berpotensi memicu kekhawatiran dari negara-negara tetangga dan kekuatan Barat.
Dalam jangka panjang, kesepakatan ini akan memperkuat posisi Iran sebagai kekuatan regional yang signifikan. Rudal “Verba” dan “9M336” akan meningkatkan kemampuan pertahanan udara Iran, memungkinkan negara itu melindungi wilayah udaranya dan menanggapi potensi ancaman dari luar.
Dapatkan semua berita viral, trending, dan update terpanas, langsung di VIEWNEWZ, pusat informasi terkini hanya untuk Anda.
- Gambar Pertama dari: news.detik.com
- Gambar Kedua dari: interaktif.tempo.co

